Seputar Kaltim

    Warga Antusias GPM di Makroman Samarinda, Kelurahan Siapkan Pengajuan Kegiatan Kembali

    Penulis:Arsensia Serlyani|Redaktur:Lodya A
    07 Oktober 2026 pukul 21:08 WITA

    Kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang dilaksanakan di kelurahan Makroman, Samarinda. (Dok: Humas Kelurahan Makroman)

    Samarinda – Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kelurahan Makroman, Kecamatan Sambutan, mendapat respons positif dari masyarakat di tengah tingginya harga sejumlah kebutuhan pokok dan daya beli warga yang terbatas. 

    Namun, pelaksanaan GPM tersebut dinilai belum sepenuhnya menjangkau masyarakat karena informasi kegiatan masih terlambat diterima warga, sehingga Kelurahan Makroman berencana kembali mengajukan kegiatan serupa, sekaligus membuka ruang lebih besar bagi pelaku UMKM setempat.

    Sekretaris Kelurahan Makroman, Suria Wirawan mengatakan, GPM membantu masyarakat mendapatkan sejumlah bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau. 

    Antusiasme warga terlihat dari masyarakat yang datang untuk membeli kebutuhan pokok selama kegiatan berlangsung.

    “Antusias masyarakat, karena di samping barang-barang bahan pokok kita sudah tinggi, kemampuan masyarakat juga tidak bagus. Maka dengan kegiatan ini memang membantu,” ujar Suria, Rabu (7/10/2026).

    Menurutnya, kendala utama dalam pelaksanaan GPM kali ini berada pada penyebaran informasi. Pihak kelurahan telah menyampaikan informasi kepada masyarakat, tetapi respons warga belum maksimal karena sebagian informasi tidak langsung diperhatikan.

    Suria menyebut, informasi GPM sebelumnya telah diedarkan sekitar dua pekan sebelum kegiatan. Namun, cara penyampaian melalui media tertentu dinilai belum sepenuhnya efektif menjangkau seluruh warga Makroman.

    “Cuma sayangnya, informasi kita belum nyampe betul ke warga,” katanya.

    Untuk pelaksanaan berikutnya, Kelurahan Makroman berencana memperkuat penyebaran informasi secara langsung, salah satunya melalui pemasangan spanduk di lokasi yang mudah terlihat masyarakat. 

    Cara tersebut dinilai lebih efektif untuk memastikan warga mengetahui waktu dan lokasi pelaksanaan GPM.

    Selain memperbaiki penyebaran informasi, Kelurahan Makroman juga berencana mengajukan kembali GPM pada bulan-bulan berikutnya, termasuk kemungkinan pelaksanaan pada Desember. 

    Pengajuan tersebut memungkinkan karena pelaksanaan GPM dapat dilakukan berdasarkan permintaan dari masing-masing kelurahan.

    “Saya tadi menyampaikan, bolehkah kami minta lagi sekali dalam tahun yang sama? Boleh dia bilang, enggak apa-apa, karena Gerakan Pangan Murah ini memang tergantung permintaan kelurahan masing-masing,” jelas Suria.

    Jika kegiatan kembali digelar, pihak kelurahan ingin memperbesar keterlibatan UMKM yang berada di Makroman. 

    Menurut Suria, pelibatan pelaku usaha lokal tidak hanya mendukung kegiatan pangan murah, tetapi juga menjadi sarana mengenalkan produk asli daerah kepada masyarakat.

    “Nah, kalau melibatkan UMKM dari tempat Makroman sendiri malah lebih bagus untuk mengenalkan produk-produk asli daerah sini,” ungkapnya.

    Dalam GPM kali ini, sejumlah komoditas yang tersedia antara lain beras, telur, sayuran, cabai, roti, kopi, teh dan minyak goreng. Minyak goreng menjadi salah satu komoditas yang paling banyak diminati masyarakat.

    Untuk beras, Suria memperkirakan stok yang disediakan mencapai sekitar setengah ton atau lebih, dengan pasokan menggunakan satu unit truk. 

    Namun, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti jumlah keseluruhan stok yang disiapkan penyelenggara.

    Suria juga menyebut GPM dapat dikembangkan dengan menyesuaikan kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha setempat. 

    Salah satu usulan yang ingin dibawa dalam pelaksanaan berikutnya adalah penambahan komoditas gas untuk mendukung kebutuhan pelaku UMKM.

    Pelaksanaan GPM di Makroman berlangsung mulai sekitar pukul 08.30 WITA hingga tengah hari. Suria menilai stok yang tersedia pada kegiatan tersebut relatif mencukupi dan tidak mengalami kekurangan berarti.

    Ia berharap, jika GPM kembali dilaksanakan, lokasi kegiatan dapat diperluas agar cakupan masyarakat yang terlayani semakin besar. 

    Salah satu opsi yang dipertimbangkan yakni menggunakan lapangan sepak bola sebagai lokasi kegiatan.

    “Kalau ini memang ada beberapa warga menanyakan, bisa ada lagi kah? Nanti bisa, tergantung permintaan kita. Mungkin kami tidak mengadakan di halaman ini, mungkin lapangan bola. Scope-nya lebih besar,” pungkas Suria.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Warga Antusias GPM di Makroman Samarinda, Kelurahan Siapkan Pengajuan Kegiatan Kembali

    Penulis:Arsensia Serlyani|Redaktur:Lodya A
    07 Oktober 2026 pukul 21:08 WITA

    Kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang dilaksanakan di kelurahan Makroman, Samarinda. (Dok: Humas Kelurahan Makroman)

    Samarinda – Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kelurahan Makroman, Kecamatan Sambutan, mendapat respons positif dari masyarakat di tengah tingginya harga sejumlah kebutuhan pokok dan daya beli warga yang terbatas. 

    Namun, pelaksanaan GPM tersebut dinilai belum sepenuhnya menjangkau masyarakat karena informasi kegiatan masih terlambat diterima warga, sehingga Kelurahan Makroman berencana kembali mengajukan kegiatan serupa, sekaligus membuka ruang lebih besar bagi pelaku UMKM setempat.

    Sekretaris Kelurahan Makroman, Suria Wirawan mengatakan, GPM membantu masyarakat mendapatkan sejumlah bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau. 

    Antusiasme warga terlihat dari masyarakat yang datang untuk membeli kebutuhan pokok selama kegiatan berlangsung.

    “Antusias masyarakat, karena di samping barang-barang bahan pokok kita sudah tinggi, kemampuan masyarakat juga tidak bagus. Maka dengan kegiatan ini memang membantu,” ujar Suria, Rabu (7/10/2026).

    Menurutnya, kendala utama dalam pelaksanaan GPM kali ini berada pada penyebaran informasi. Pihak kelurahan telah menyampaikan informasi kepada masyarakat, tetapi respons warga belum maksimal karena sebagian informasi tidak langsung diperhatikan.

    Suria menyebut, informasi GPM sebelumnya telah diedarkan sekitar dua pekan sebelum kegiatan. Namun, cara penyampaian melalui media tertentu dinilai belum sepenuhnya efektif menjangkau seluruh warga Makroman.

    “Cuma sayangnya, informasi kita belum nyampe betul ke warga,” katanya.

    Untuk pelaksanaan berikutnya, Kelurahan Makroman berencana memperkuat penyebaran informasi secara langsung, salah satunya melalui pemasangan spanduk di lokasi yang mudah terlihat masyarakat. 

    Cara tersebut dinilai lebih efektif untuk memastikan warga mengetahui waktu dan lokasi pelaksanaan GPM.

    Selain memperbaiki penyebaran informasi, Kelurahan Makroman juga berencana mengajukan kembali GPM pada bulan-bulan berikutnya, termasuk kemungkinan pelaksanaan pada Desember. 

    Pengajuan tersebut memungkinkan karena pelaksanaan GPM dapat dilakukan berdasarkan permintaan dari masing-masing kelurahan.

    “Saya tadi menyampaikan, bolehkah kami minta lagi sekali dalam tahun yang sama? Boleh dia bilang, enggak apa-apa, karena Gerakan Pangan Murah ini memang tergantung permintaan kelurahan masing-masing,” jelas Suria.

    Jika kegiatan kembali digelar, pihak kelurahan ingin memperbesar keterlibatan UMKM yang berada di Makroman. 

    Menurut Suria, pelibatan pelaku usaha lokal tidak hanya mendukung kegiatan pangan murah, tetapi juga menjadi sarana mengenalkan produk asli daerah kepada masyarakat.

    “Nah, kalau melibatkan UMKM dari tempat Makroman sendiri malah lebih bagus untuk mengenalkan produk-produk asli daerah sini,” ungkapnya.

    Dalam GPM kali ini, sejumlah komoditas yang tersedia antara lain beras, telur, sayuran, cabai, roti, kopi, teh dan minyak goreng. Minyak goreng menjadi salah satu komoditas yang paling banyak diminati masyarakat.

    Untuk beras, Suria memperkirakan stok yang disediakan mencapai sekitar setengah ton atau lebih, dengan pasokan menggunakan satu unit truk. 

    Namun, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti jumlah keseluruhan stok yang disiapkan penyelenggara.

    Suria juga menyebut GPM dapat dikembangkan dengan menyesuaikan kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha setempat. 

    Salah satu usulan yang ingin dibawa dalam pelaksanaan berikutnya adalah penambahan komoditas gas untuk mendukung kebutuhan pelaku UMKM.

    Pelaksanaan GPM di Makroman berlangsung mulai sekitar pukul 08.30 WITA hingga tengah hari. Suria menilai stok yang tersedia pada kegiatan tersebut relatif mencukupi dan tidak mengalami kekurangan berarti.

    Ia berharap, jika GPM kembali dilaksanakan, lokasi kegiatan dapat diperluas agar cakupan masyarakat yang terlayani semakin besar. 

    Salah satu opsi yang dipertimbangkan yakni menggunakan lapangan sepak bola sebagai lokasi kegiatan.

    “Kalau ini memang ada beberapa warga menanyakan, bisa ada lagi kah? Nanti bisa, tergantung permintaan kita. Mungkin kami tidak mengadakan di halaman ini, mungkin lapangan bola. Scope-nya lebih besar,” pungkas Suria.

    (Sf/Lo)