Cari disini...
Seputarfakta.com - Arsensia Serlyani -
Seputar Kaltim
Wali Kota Samarinda, Andi Harun saat memaparkan materi Hukum Internasional kepada ASN peserta program Tutorial Tatap Muka Universitas Terbuka di Gedung BKPSDM Kota Samarinda (Dok: Istimewa)
Samarinda – Walikota Samarinda, Andi Harun, mengajar langsung puluhan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Samarinda dalam program Tutorial Tatap Muka (TTM) Universitas Terbuka (UT) yang digelar di Gedung Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Samarinda, Sabtu (13/6/26).
Kegiatan ini menjadi upaya mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia aparatur tanpa mengganggu pelayanan publik karena dilaksanakan pada hari libur.
Dalam perkuliahan tersebut, Andi Harun yang juga tercatat sebagai dosen Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial Politik Universitas Terbuka mengampu Mata Kuliah Hukum Internasional (HKUM4205). Materi yang disampaikan mengangkat tema Hukum Humaniter Internasional dan Masa Depan Peradaban Global.
Puluhan ASN yang mengikuti perkuliahan tampak aktif berdiskusi mengenai perkembangan hukum internasional di tengah pesatnya kemajuan teknologi, termasuk penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan teknologi drone dalam berbagai konflik global.
Suasana kelas berlangsung interaktif ketika peserta diajak membahas relevansi hukum internasional dan hukum perang di era modern. Diskusi berkembang hingga mengulas Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta implementasinya dalam tata kelola pemerintahan dan kebijakan publik.
Program perkuliahan khusus ASN ini diinisiasi oleh Salut Etam Betuah sebagai Sentra Layanan Universitas Terbuka di Samarinda.
Kepala Salut Etam Betuah, Ahmad Husaini, mengatakan program tersebut dirancang untuk memberikan akses pendidikan yang lebih fleksibel bagi ASN yang selama ini kesulitan mengikuti tutorial tatap muka karena padatnya aktivitas kerja.
“Banyak ASN yang sudah menjadi mahasiswa Universitas Terbuka, tetapi kesulitan mengikuti tutorial karena jadwal kerja. Karena itu kelas dilaksanakan pada hari Sabtu agar tidak mengganggu pelayanan kepada masyarakat,” ujar Ahmad, Sabtu (13/6/2026).
Menurut Ahmad, seluruh proses koordinasi dan penyelenggaraan kegiatan difasilitasi oleh Salut Etam Betuah, sementara instansi hanya menyiapkan peserta yang akan mengikuti perkuliahan.
Ia menilai model pembelajaran tersebut dapat menjadi solusi bagi pegawai pemerintah yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi tanpa harus meninggalkan tugas dan tanggung jawab di kantor.
Kegiatan ini sekaligus menunjukkan komitmen Pemerintah Kota Samarinda dalam mendukung peningkatan kompetensi aparatur melalui pendidikan formal.
Tidak hanya memberikan dukungan kebijakan, kepala daerah juga terlibat langsung dalam proses pembelajaran dengan berbagi pengalaman dan pengetahuan kepada peserta.
(Sf/Rs)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com - Arsensia Serlyani -
Seputar Kaltim

Wali Kota Samarinda, Andi Harun saat memaparkan materi Hukum Internasional kepada ASN peserta program Tutorial Tatap Muka Universitas Terbuka di Gedung BKPSDM Kota Samarinda (Dok: Istimewa)
Samarinda – Walikota Samarinda, Andi Harun, mengajar langsung puluhan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Samarinda dalam program Tutorial Tatap Muka (TTM) Universitas Terbuka (UT) yang digelar di Gedung Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Samarinda, Sabtu (13/6/26).
Kegiatan ini menjadi upaya mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia aparatur tanpa mengganggu pelayanan publik karena dilaksanakan pada hari libur.
Dalam perkuliahan tersebut, Andi Harun yang juga tercatat sebagai dosen Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial Politik Universitas Terbuka mengampu Mata Kuliah Hukum Internasional (HKUM4205). Materi yang disampaikan mengangkat tema Hukum Humaniter Internasional dan Masa Depan Peradaban Global.
Puluhan ASN yang mengikuti perkuliahan tampak aktif berdiskusi mengenai perkembangan hukum internasional di tengah pesatnya kemajuan teknologi, termasuk penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan teknologi drone dalam berbagai konflik global.
Suasana kelas berlangsung interaktif ketika peserta diajak membahas relevansi hukum internasional dan hukum perang di era modern. Diskusi berkembang hingga mengulas Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta implementasinya dalam tata kelola pemerintahan dan kebijakan publik.
Program perkuliahan khusus ASN ini diinisiasi oleh Salut Etam Betuah sebagai Sentra Layanan Universitas Terbuka di Samarinda.
Kepala Salut Etam Betuah, Ahmad Husaini, mengatakan program tersebut dirancang untuk memberikan akses pendidikan yang lebih fleksibel bagi ASN yang selama ini kesulitan mengikuti tutorial tatap muka karena padatnya aktivitas kerja.
“Banyak ASN yang sudah menjadi mahasiswa Universitas Terbuka, tetapi kesulitan mengikuti tutorial karena jadwal kerja. Karena itu kelas dilaksanakan pada hari Sabtu agar tidak mengganggu pelayanan kepada masyarakat,” ujar Ahmad, Sabtu (13/6/2026).
Menurut Ahmad, seluruh proses koordinasi dan penyelenggaraan kegiatan difasilitasi oleh Salut Etam Betuah, sementara instansi hanya menyiapkan peserta yang akan mengikuti perkuliahan.
Ia menilai model pembelajaran tersebut dapat menjadi solusi bagi pegawai pemerintah yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi tanpa harus meninggalkan tugas dan tanggung jawab di kantor.
Kegiatan ini sekaligus menunjukkan komitmen Pemerintah Kota Samarinda dalam mendukung peningkatan kompetensi aparatur melalui pendidikan formal.
Tidak hanya memberikan dukungan kebijakan, kepala daerah juga terlibat langsung dalam proses pembelajaran dengan berbagi pengalaman dan pengetahuan kepada peserta.
(Sf/Rs)