Cari disini...
Seputar Kaltim
Penerimaan penghargaan Manggala Karya Kencana dari BKKBN RI kepada Wali Kota Samarinda dalam Festival Bangga Kencana ke-2 di Halaman Parkir GOR Segiri, Kamis (4/7/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Sunarto menyerahkan penghargaan Manggala Karya Kencana kepada Wali Kota Samarinda dari BKKBN RI.
Sunarto menjelaskan penghargaan itu diberikan sebagai cerminan dari capaian program pembangunan dan kependudukan keluarga berencana berhasil.
“Penghargaan ini diberikan kepada kepala daerah yang berhasil menjalankan program terkait kependudukan dan keluarga berencana,” jelas Sunarto saat diwawancara dalam Festival Bangga Kencana di GOR Segiri, Kamis (4/7/2024).
Dengan diberikannya penghargaan ini, ia berharap komitmen pemerintah kota dapat konsisten dan semakin meningkat lagi dalam upayanya merealisasikan program kependudukan, termasuk masalah stunting.
Di sisi lain, Wali Kota Samarinda, Andi Harun (AH) menekankan pentingnya masalah stunting sebagai isu yang sangat krusial. Menurutnya, diperlukan aksi nyata dan kolaborasi untuk menanganinya.
Apalagi angka stunting di Samarinda belum mengalami penurunan angka yang signifikan. Di mana hanya mengalami penurunan sebesar 0,9 persen, dari 25,3 persen di tahun 2023.
“Saat ini kita ada di angka 24,4 persen” ucap AH
AH menambahkan bahwa upaya penurunan stunting telah diakui secara nasional hingga dikeluarkannya Peraturan Presiden untuk percepatan penurunan stunting.
"Kami berharap Samarinda dan Provinsi Kaltim bisa menjadi kontributor terhadap menurunnya frekuensi stunting di Indonesia," tambahnya.
Ia juga menyampaikan bahwa Samarinda telah banyak belajar dari daerah lain seperti Semarang dan berbagai kabupaten/kota lainnya agar terus bisa meningkatkan cara, metodologi dan ketangguhan Samarinda dalam menurunkan stunting.
Namun, AH juga menegaskan bahwa penurunan stunting tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah saja, tetapi memerlukan partisipasi dari semua pihak, terutama masyarakat dan dunia usaha.
"Kita ingin semua berkontribusi agar sama-sama kita menurunkan stunting. Akhirnya akan tercipta keluarga yang sehat dan bahagia, yang merupakan salah satu indikator ketahanan daerah," ujarnya.
AH juga turut mengapresiasi kegiatan Festival Bangga Bencana yang diharapkan dapat menstimulasi kembali komitmen semua pihak dalam penurunan stunting.
Dengan adanya acara ini, ia berharap agar masyarakat teredukasi dan dunia usaha terdorong untuk membantu upaya pemerintah dalam penurunan stunting.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Penerimaan penghargaan Manggala Karya Kencana dari BKKBN RI kepada Wali Kota Samarinda dalam Festival Bangga Kencana ke-2 di Halaman Parkir GOR Segiri, Kamis (4/7/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Sunarto menyerahkan penghargaan Manggala Karya Kencana kepada Wali Kota Samarinda dari BKKBN RI.
Sunarto menjelaskan penghargaan itu diberikan sebagai cerminan dari capaian program pembangunan dan kependudukan keluarga berencana berhasil.
“Penghargaan ini diberikan kepada kepala daerah yang berhasil menjalankan program terkait kependudukan dan keluarga berencana,” jelas Sunarto saat diwawancara dalam Festival Bangga Kencana di GOR Segiri, Kamis (4/7/2024).
Dengan diberikannya penghargaan ini, ia berharap komitmen pemerintah kota dapat konsisten dan semakin meningkat lagi dalam upayanya merealisasikan program kependudukan, termasuk masalah stunting.
Di sisi lain, Wali Kota Samarinda, Andi Harun (AH) menekankan pentingnya masalah stunting sebagai isu yang sangat krusial. Menurutnya, diperlukan aksi nyata dan kolaborasi untuk menanganinya.
Apalagi angka stunting di Samarinda belum mengalami penurunan angka yang signifikan. Di mana hanya mengalami penurunan sebesar 0,9 persen, dari 25,3 persen di tahun 2023.
“Saat ini kita ada di angka 24,4 persen” ucap AH
AH menambahkan bahwa upaya penurunan stunting telah diakui secara nasional hingga dikeluarkannya Peraturan Presiden untuk percepatan penurunan stunting.
"Kami berharap Samarinda dan Provinsi Kaltim bisa menjadi kontributor terhadap menurunnya frekuensi stunting di Indonesia," tambahnya.
Ia juga menyampaikan bahwa Samarinda telah banyak belajar dari daerah lain seperti Semarang dan berbagai kabupaten/kota lainnya agar terus bisa meningkatkan cara, metodologi dan ketangguhan Samarinda dalam menurunkan stunting.
Namun, AH juga menegaskan bahwa penurunan stunting tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah saja, tetapi memerlukan partisipasi dari semua pihak, terutama masyarakat dan dunia usaha.
"Kita ingin semua berkontribusi agar sama-sama kita menurunkan stunting. Akhirnya akan tercipta keluarga yang sehat dan bahagia, yang merupakan salah satu indikator ketahanan daerah," ujarnya.
AH juga turut mengapresiasi kegiatan Festival Bangga Bencana yang diharapkan dapat menstimulasi kembali komitmen semua pihak dalam penurunan stunting.
Dengan adanya acara ini, ia berharap agar masyarakat teredukasi dan dunia usaha terdorong untuk membantu upaya pemerintah dalam penurunan stunting.
(Sf/Rs)