Seputar Kaltim

    Wali Kota Samarinda Terima Kunjungan Dubes Kanada, Curhat Soal Sampah

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    10 September 2024 pukul 18:52 WITA

    Wali Kota Samarinda, Andi Harun terima kunjungan Duta Besar Kanada untuk Republik Indonesia, Jess Dutton di Balai Kota, Selasa (10/9/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menerima kunjungan Duta Besar Kanada untuk Republik Indonesia, Jess Dutton, di Balai Kota Samarinda, Selasa (10/9/2024) sore. 

    Andi Harun menjelaskan, kunjungan ini bertujuan mempererat hubungan kerja sama antara Kanada dan Indonesia, khususnya dengan Samarinda dan Kalimantan Timur (Kaltim) kedepannya. 

    Dalam kesempatan itu Andi Harun turut menyampaikan beberapa persoalan yang ada di Samarinda, utamanya soal pengelolaan sampah. Apalagi hingga kini Samarinda masih mengandalkan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sebagai solusi utama. 

    "Saya menyampaikan kepada Duta Besar bahwa pengelolaan sampah masih menjadi tantangan utama di Samarinda. Kita sangat membutuhkan teknologi modern dalam pengelolaan sampah. Pembicaraan terkait solusi ini akan dilanjutkan oleh kedua pihak," kata Andi Harun usai pertemuan di Balai Kota. 

    Selain itu, dengan kedatangan tamu kehormatan ini, Samarinda mendapat undangan untuk terlibat dalam acara besar dari kedutaan yang akan digelar di Jakarta Desember mendatang. Dalam acara itu nantinya akan ada sekitar 250 perusahaan dari berbagai sektor ikut terlibat. 

    "Samarinda dan Kaltim akan menjadi bagian penting dalam kunjungan tersebut karena wilayah ini merupakan bagian dari proyek pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara yang tengah menjadi pusat perhatian dunia," bebernya. 

    Kedatangan Duta Besar Kanada ke Kaltim adalah dalam rangka proyek rehabilitasi mangrove yang ada di Delta Mahakam. Sebelum menemui Andi Harun, Jess Dutton juga telah menemui PJ Gubernur Kaltim, Akmal Malik. 

    Jess Dutton mengatakan bahwa proyek rehabilitasi mangrove di Delta Mahakam, yang melibatkan investasi sebesar 20 juta dolar Kanada, merupakan upaya untuk menjaga keberlanjutan lingkungan, sekaligus mendukung industri lokal yang berada di kawasan delta dan pesisir. 

    Selain itu menurutnya proyek ini juga menjadi bagian dari program perubahan iklim yang dijalankan Kanada untuk mendukung kelestarian lingkungan.

    "Ini adalah kunjungan pertama saya untuk memperluas kerja sama dengan pemerintah dan wali kota, serta melihat peluang komersial yang ada," kata Jess Dutton dengan Bahasa Inggris yang sudah diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia. 

    Tentu ia pun berharap dengan adanya kunjungan ini dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas di masa depan, baik dalam hal perlindungan lingkungan, investasi, maupun pengembangan infrastruktur dan teknologi di Indonesia, khususnya Kaltim dan Samarinda. 

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Wali Kota Samarinda Terima Kunjungan Dubes Kanada, Curhat Soal Sampah

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    10 September 2024 pukul 18:52 WITA

    Wali Kota Samarinda, Andi Harun terima kunjungan Duta Besar Kanada untuk Republik Indonesia, Jess Dutton di Balai Kota, Selasa (10/9/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menerima kunjungan Duta Besar Kanada untuk Republik Indonesia, Jess Dutton, di Balai Kota Samarinda, Selasa (10/9/2024) sore. 

    Andi Harun menjelaskan, kunjungan ini bertujuan mempererat hubungan kerja sama antara Kanada dan Indonesia, khususnya dengan Samarinda dan Kalimantan Timur (Kaltim) kedepannya. 

    Dalam kesempatan itu Andi Harun turut menyampaikan beberapa persoalan yang ada di Samarinda, utamanya soal pengelolaan sampah. Apalagi hingga kini Samarinda masih mengandalkan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sebagai solusi utama. 

    "Saya menyampaikan kepada Duta Besar bahwa pengelolaan sampah masih menjadi tantangan utama di Samarinda. Kita sangat membutuhkan teknologi modern dalam pengelolaan sampah. Pembicaraan terkait solusi ini akan dilanjutkan oleh kedua pihak," kata Andi Harun usai pertemuan di Balai Kota. 

    Selain itu, dengan kedatangan tamu kehormatan ini, Samarinda mendapat undangan untuk terlibat dalam acara besar dari kedutaan yang akan digelar di Jakarta Desember mendatang. Dalam acara itu nantinya akan ada sekitar 250 perusahaan dari berbagai sektor ikut terlibat. 

    "Samarinda dan Kaltim akan menjadi bagian penting dalam kunjungan tersebut karena wilayah ini merupakan bagian dari proyek pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara yang tengah menjadi pusat perhatian dunia," bebernya. 

    Kedatangan Duta Besar Kanada ke Kaltim adalah dalam rangka proyek rehabilitasi mangrove yang ada di Delta Mahakam. Sebelum menemui Andi Harun, Jess Dutton juga telah menemui PJ Gubernur Kaltim, Akmal Malik. 

    Jess Dutton mengatakan bahwa proyek rehabilitasi mangrove di Delta Mahakam, yang melibatkan investasi sebesar 20 juta dolar Kanada, merupakan upaya untuk menjaga keberlanjutan lingkungan, sekaligus mendukung industri lokal yang berada di kawasan delta dan pesisir. 

    Selain itu menurutnya proyek ini juga menjadi bagian dari program perubahan iklim yang dijalankan Kanada untuk mendukung kelestarian lingkungan.

    "Ini adalah kunjungan pertama saya untuk memperluas kerja sama dengan pemerintah dan wali kota, serta melihat peluang komersial yang ada," kata Jess Dutton dengan Bahasa Inggris yang sudah diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia. 

    Tentu ia pun berharap dengan adanya kunjungan ini dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas di masa depan, baik dalam hal perlindungan lingkungan, investasi, maupun pengembangan infrastruktur dan teknologi di Indonesia, khususnya Kaltim dan Samarinda. 

    (Sf/Rs)