Seputar Kaltim

    Wali Kota Samarinda Tegaskan Efisiensi Anggaran Tak Ganggu Jalannya Pemerintahan dan Pembangunan

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    18 Februari 2025 pukul 09:12 WITA

    Wali Kota Samarinda, Andi Harun. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menegaskan bahwa efisiensi anggaran tidak akan menghambat roda pemerintahan dan pembangunan.

    Ia bercerita, dirinya bersama dengan kepala daerah lain yang berasal dari Partai Gerindra mendapat arahan oleh Presiden RI, Prabowo Subianto kala mengikuti kegiatan partai di Hambalang, Bogor, Jawa Barat pada pekan lalu, salah satunya perihal efisiensi anggaran. 

    Andi Harun mengatakan informasi yang didapat dari Presiden, kebijakan efisiensi anggaran akan dilakukan sebanyak tiga kali, dengan total penghematan mencapai Rp750 triliun dari segala sektor. 

    Presiden, kata dia, menyebut langkah ini diambil dengan memangkas belanja yang dianggap tidak prioritas di hampir seluruh kementerian.

    “Yang jelas, efisiensi ini tidak akan berdampak pada pemerintahan dan pembangunan. Isu yang menyebutkan sebaliknya keliru. Anggaran yang dipangkas bukanlah anggaran yang berkaitan langsung dengan pelayanan publik,” kata Andi Harun. 

    Lebih lanjut, dari jumlah yang dihemat, separuhnya dialokasikan untuk belanja strategis, seperti penguatan pertahanan dan program prioritas nasional, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG). 

    Selebihnya akan diinvestasikan kembali dalam proyek-proyek strategis yang mampu memberikan nilai kapitalisasi tinggi, hingga ratusan triliun.

    Andi Harun mengatakan hilirisasi industri sebagai salah satu sektor yang mendapat perhatian. Kebijakan ini diharapkan bisa meningkatkan nilai tambah bagi perekonomian nasional hingga berkali-kali lipat.

    “Dengan langkah ini, kita optimistis bisa memiliki pondasi ekonomi yang kokoh dalam tiga hingga empat tahun ke depan tanpa bergantung pada utang luar negeri,” ujarnya.

    Di Samarinda, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) telah melakukan pembicaraan awal pada pekan lalu mengenai kebijakan efisiensi anggaran yang didasarkan pada Inpres Nomor 1 Tahun 2025. 

    Hasilnya, akan dilakukan pemetaan terkait sektor mana yang akan terimbas berikut dengan nilainya. Andi Harun pun menegaskan kembali bahwa program prioritasnya seperti pengendalian banjir dan Probebaya tetap akan terus berjalan meski ada penghematan anggaran. 

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Wali Kota Samarinda Tegaskan Efisiensi Anggaran Tak Ganggu Jalannya Pemerintahan dan Pembangunan

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    18 Februari 2025 pukul 09:12 WITA

    Wali Kota Samarinda, Andi Harun. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menegaskan bahwa efisiensi anggaran tidak akan menghambat roda pemerintahan dan pembangunan.

    Ia bercerita, dirinya bersama dengan kepala daerah lain yang berasal dari Partai Gerindra mendapat arahan oleh Presiden RI, Prabowo Subianto kala mengikuti kegiatan partai di Hambalang, Bogor, Jawa Barat pada pekan lalu, salah satunya perihal efisiensi anggaran. 

    Andi Harun mengatakan informasi yang didapat dari Presiden, kebijakan efisiensi anggaran akan dilakukan sebanyak tiga kali, dengan total penghematan mencapai Rp750 triliun dari segala sektor. 

    Presiden, kata dia, menyebut langkah ini diambil dengan memangkas belanja yang dianggap tidak prioritas di hampir seluruh kementerian.

    “Yang jelas, efisiensi ini tidak akan berdampak pada pemerintahan dan pembangunan. Isu yang menyebutkan sebaliknya keliru. Anggaran yang dipangkas bukanlah anggaran yang berkaitan langsung dengan pelayanan publik,” kata Andi Harun. 

    Lebih lanjut, dari jumlah yang dihemat, separuhnya dialokasikan untuk belanja strategis, seperti penguatan pertahanan dan program prioritas nasional, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG). 

    Selebihnya akan diinvestasikan kembali dalam proyek-proyek strategis yang mampu memberikan nilai kapitalisasi tinggi, hingga ratusan triliun.

    Andi Harun mengatakan hilirisasi industri sebagai salah satu sektor yang mendapat perhatian. Kebijakan ini diharapkan bisa meningkatkan nilai tambah bagi perekonomian nasional hingga berkali-kali lipat.

    “Dengan langkah ini, kita optimistis bisa memiliki pondasi ekonomi yang kokoh dalam tiga hingga empat tahun ke depan tanpa bergantung pada utang luar negeri,” ujarnya.

    Di Samarinda, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) telah melakukan pembicaraan awal pada pekan lalu mengenai kebijakan efisiensi anggaran yang didasarkan pada Inpres Nomor 1 Tahun 2025. 

    Hasilnya, akan dilakukan pemetaan terkait sektor mana yang akan terimbas berikut dengan nilainya. Andi Harun pun menegaskan kembali bahwa program prioritasnya seperti pengendalian banjir dan Probebaya tetap akan terus berjalan meski ada penghematan anggaran. 

    (Sf/Rs)