Cari disini...
Seputar Kaltim
Wali Kota Samarinda, Andi Harun saat diwawancarai usai nonton bareng di GOR Segiri, Samarinda, Selasa, 9 Mei 2024. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Usai pertandingan Timnas Indonesia U-23 melawan Guinea U-23 yang berakhir dengan kekalahan tipis 1-0, Wali Kota Samarinda, Andi Harun, mengungkapkan pandangannya terkait komposisi pemain dalam tim nasional.
Dengan kehadiran pemain keturunan yang menonjol dalam stamina, fisik, dan taktik, Andi Harun menekankan pentingnya menggali dan mempersiapkan talenta lokal untuk masa depan sepak bola Indonesia.
"Kita harus mempersiapkan itu dan mudah-mudahan pemerintahan kita kedepan didukung oleh asosiasi sepak bola PSSI, mampu merumuskan pola dan model pembinaan itu untuk anak-anak daerah yang berbakat," ungkap Andi Harun setelah nonton bareng di Halaman Parkir GOR Segiri, Samarinda, Kamis (9/5/2024).
Menurutnya, dengan pembinaan yang tepat, beberapa tahun kedepan Indonesia akan memiliki pemain yang berkompeten di level internasional.
Wali Kota juga menyoroti program naturalisasi, yang seringkali menjadi topik hangat di kalangan penggemar sepak bola. "Program naturalisasi juga tidak perlu kita khawatirkan, karena mereka memiliki darah Indonesia, mereka memiliki ikatan dan budaya Indonesia dan ikatan emosional sehingga jika mereka memiliki kemauan untuk bermain di Indonesia, justru kita apresiasi," ujarnya.
Andi Harun berpandangan bahwa kehadiran pemain naturalisasi dapat memicu semangat para pemain lokal untuk berkembang maju. Ia mengharapkan masyarakat tidak perlu khawatir atas keberadaan pemain keturunan, sebaliknya, harus melihatnya sebagai motivasi untuk meningkatkan kualitas sepak bola nasional.
Lebih lanjut, Wali Kota mengingatkan bahwa pembinaan atlet tidak hanya terbatas pada sepak bola, tetapi juga cabang olahraga lain. "Sebenarnya bukan cuman di olahraga sepak bola tetapi semua cabang olahraga mempersiapkan tim sekelas timnas dia akan menghadapi pertandingan penuh kompetitif antar negara, itu tidak bisa dilihat hari ini, harus dipersiapkan sejak dari ini," tutupnya dengan penuh semangat.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Wali Kota Samarinda, Andi Harun saat diwawancarai usai nonton bareng di GOR Segiri, Samarinda, Selasa, 9 Mei 2024. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Usai pertandingan Timnas Indonesia U-23 melawan Guinea U-23 yang berakhir dengan kekalahan tipis 1-0, Wali Kota Samarinda, Andi Harun, mengungkapkan pandangannya terkait komposisi pemain dalam tim nasional.
Dengan kehadiran pemain keturunan yang menonjol dalam stamina, fisik, dan taktik, Andi Harun menekankan pentingnya menggali dan mempersiapkan talenta lokal untuk masa depan sepak bola Indonesia.
"Kita harus mempersiapkan itu dan mudah-mudahan pemerintahan kita kedepan didukung oleh asosiasi sepak bola PSSI, mampu merumuskan pola dan model pembinaan itu untuk anak-anak daerah yang berbakat," ungkap Andi Harun setelah nonton bareng di Halaman Parkir GOR Segiri, Samarinda, Kamis (9/5/2024).
Menurutnya, dengan pembinaan yang tepat, beberapa tahun kedepan Indonesia akan memiliki pemain yang berkompeten di level internasional.
Wali Kota juga menyoroti program naturalisasi, yang seringkali menjadi topik hangat di kalangan penggemar sepak bola. "Program naturalisasi juga tidak perlu kita khawatirkan, karena mereka memiliki darah Indonesia, mereka memiliki ikatan dan budaya Indonesia dan ikatan emosional sehingga jika mereka memiliki kemauan untuk bermain di Indonesia, justru kita apresiasi," ujarnya.
Andi Harun berpandangan bahwa kehadiran pemain naturalisasi dapat memicu semangat para pemain lokal untuk berkembang maju. Ia mengharapkan masyarakat tidak perlu khawatir atas keberadaan pemain keturunan, sebaliknya, harus melihatnya sebagai motivasi untuk meningkatkan kualitas sepak bola nasional.
Lebih lanjut, Wali Kota mengingatkan bahwa pembinaan atlet tidak hanya terbatas pada sepak bola, tetapi juga cabang olahraga lain. "Sebenarnya bukan cuman di olahraga sepak bola tetapi semua cabang olahraga mempersiapkan tim sekelas timnas dia akan menghadapi pertandingan penuh kompetitif antar negara, itu tidak bisa dilihat hari ini, harus dipersiapkan sejak dari ini," tutupnya dengan penuh semangat.
(Sf/Rs)