Cari disini...
Seputar Kaltim
Penyerahan bantuan sosial berupa uang tunai oleh pemerintah kota Samarinda kepada warga yang terdampak kebakaran di Kelurahan Tenun, Samarinda, Selasa (20/2/2024). (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Warga yang menjadi korban kebakaran di Jalan Pattimura RT 13, Kelurahan Tenun, Kecamatan Samarinda Seberang, mendapat bantuan sosial (bansos) dari Pemerintah Kota Samarinda. Bansos tersebut berupa uang tunai dan kayu ulin yang diserahkan langsung oleh Wali Kota Samarinda, Andi Harun, pada Selasa (20/2/2024) sore.
Kebakaran yang terjadi pada Rabu (17/1/2024) lalu itu mengakibatkan 12 kepala keluarga (KK) kehilangan tempat tinggal dan 10 bangunan ludes terbakar. Andi Harun mengatakan, bansos tunai yang diberikan sesuai dengan tingkat kerusakan yang dialami oleh masing-masing korban. Ada yang menerima Rp5 juta dan ada yang menerima Rp2,5 juta.
"Kami berikan bansos tunai ini sebagai bentuk kepedulian dan perhatian pemerintah kepada warga yang terkena musibah. Kami harap ini bisa meringankan beban mereka dan membantu mereka untuk bangkit kembali," kata Andi Harun.
Selain bansos tunai, Andi Harun juga memberikan bantuan berupa kayu ulin yang bersumber dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda. Kayu ulin tersebut dimaksudkan untuk digunakan sebagai bahan bangunan atau jembatan bagi warga yang terdampak kebakaran.
"Kami juga menyediakan kayu ulin dari BPBD untuk membantu warga membangun rumah atau jembatan yang rusak akibat kebakaran. Kami berharap kayu ulin ini bisa bermanfaat dan awet untuk digunakan," ujarnya.
Andi Harun mengaku, penyerahan bansos ini sempat tertunda karena adanya beberapa kegiatan yang tidak bisa dihindari, seperti pemilu dan kunjungan kerja. Namun, ia menegaskan, pemerintah tidak lupa dengan nasib warga yang terkena bencana.
"Kami memang baru bisa datang hari ini, karena sebelumnya ada banyak hal yang harus kami selesaikan. Tapi kami tidak melupakan warga yang mengalami kesulitan. Kami selalu berusaha hadir di tengah-tengah masalah sosial yang ada di Kota Samarinda," tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Andi Harun juga mengajak warga untuk menjaga lingkungan dan mewaspadai potensi kebakaran dan bencana lainnya. Ia juga mengimbau warga untuk saling bergotong royong dan bersimpati dalam menghadapi persoalan apapun.
"Kami berpesan kepada warga untuk selalu menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan, agar tidak terjadi kebakaran atau bencana lainnya. Kami juga mengimbau warga untuk saling membantu dan berempati, agar beban yang ditanggung bisa lebih ringan. Kami yakin, dengan gotong royong dan partisipasi sosial, kita bisa mengatasi segala kesulitan," pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Penyerahan bantuan sosial berupa uang tunai oleh pemerintah kota Samarinda kepada warga yang terdampak kebakaran di Kelurahan Tenun, Samarinda, Selasa (20/2/2024). (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Warga yang menjadi korban kebakaran di Jalan Pattimura RT 13, Kelurahan Tenun, Kecamatan Samarinda Seberang, mendapat bantuan sosial (bansos) dari Pemerintah Kota Samarinda. Bansos tersebut berupa uang tunai dan kayu ulin yang diserahkan langsung oleh Wali Kota Samarinda, Andi Harun, pada Selasa (20/2/2024) sore.
Kebakaran yang terjadi pada Rabu (17/1/2024) lalu itu mengakibatkan 12 kepala keluarga (KK) kehilangan tempat tinggal dan 10 bangunan ludes terbakar. Andi Harun mengatakan, bansos tunai yang diberikan sesuai dengan tingkat kerusakan yang dialami oleh masing-masing korban. Ada yang menerima Rp5 juta dan ada yang menerima Rp2,5 juta.
"Kami berikan bansos tunai ini sebagai bentuk kepedulian dan perhatian pemerintah kepada warga yang terkena musibah. Kami harap ini bisa meringankan beban mereka dan membantu mereka untuk bangkit kembali," kata Andi Harun.
Selain bansos tunai, Andi Harun juga memberikan bantuan berupa kayu ulin yang bersumber dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda. Kayu ulin tersebut dimaksudkan untuk digunakan sebagai bahan bangunan atau jembatan bagi warga yang terdampak kebakaran.
"Kami juga menyediakan kayu ulin dari BPBD untuk membantu warga membangun rumah atau jembatan yang rusak akibat kebakaran. Kami berharap kayu ulin ini bisa bermanfaat dan awet untuk digunakan," ujarnya.
Andi Harun mengaku, penyerahan bansos ini sempat tertunda karena adanya beberapa kegiatan yang tidak bisa dihindari, seperti pemilu dan kunjungan kerja. Namun, ia menegaskan, pemerintah tidak lupa dengan nasib warga yang terkena bencana.
"Kami memang baru bisa datang hari ini, karena sebelumnya ada banyak hal yang harus kami selesaikan. Tapi kami tidak melupakan warga yang mengalami kesulitan. Kami selalu berusaha hadir di tengah-tengah masalah sosial yang ada di Kota Samarinda," tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Andi Harun juga mengajak warga untuk menjaga lingkungan dan mewaspadai potensi kebakaran dan bencana lainnya. Ia juga mengimbau warga untuk saling bergotong royong dan bersimpati dalam menghadapi persoalan apapun.
"Kami berpesan kepada warga untuk selalu menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan, agar tidak terjadi kebakaran atau bencana lainnya. Kami juga mengimbau warga untuk saling membantu dan berempati, agar beban yang ditanggung bisa lebih ringan. Kami yakin, dengan gotong royong dan partisipasi sosial, kita bisa mengatasi segala kesulitan," pungkasnya.
(Sf/Rs)