Seputar Kaltim

    Wali Kota Samarinda Naikkan Gaji Tukang Parkir Setara UMR, Biar jadi Kota Bebas Jukir Liar

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    10 Mei 2024 pukul 11:33 WITA

    Wali Kota Samarinda, Andi Harun. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Dalam upaya untuk mewujudkan Samarinda sebagai kota yang bebas dari praktik juru parkir (jukir) liar, Wali Kota Samarinda, Andi Harun (AH) berencana mengambil langkah penting dengan menaikkan pendapatan bagi para jukir. Para jukir yang bersedia bergabung dengan Dinas Perhubungan (Dishub) akan mendapatkan pembinaan dan diangkat sebagai petugas jukir resmi.

    "Kami akan memastikan untuk meningkatkan pendapatan mereka. Selama ini pendapatan mereka sekitar satu juta, namun kami akan menaikkannya agar tidak lagi ada pembebanan biaya yang tidak seharusnya diberlakukan kepada masyarakat," ungkap AH, Kamis (9/5/2024). 

    Menurutnya urgensi menaikan pendapatan dari jukir resmi dapat mengurangi beban keuangan masyarakat dan menghapus praktik jukir liar. Orang nomor satu di Samarinda itu ingin agar para jukir juga mendapatkan pendapatan setara dengan Upah Minimum Regional (UMR).

    Kemudian, tidak menutup kemungkinan para jukir nantinya pun akan mendapatkan fasilitas sosial lainnya yang harus mereka dapat seperti tunjangan, dan kartu kesehatan yakni BPJS.

    Lebih lanjut, tujuan utama kami, kata AH adalah mewujudkan Samarinda sebagai kota bebas dari jukir liar, di mana hanya terdapat juru parkir resmi yang telah diapresiasi dengan pendapatan yang layak. 

    Setelah semua rencana tersebut dirumuskan, ia ingin untuk segera di realisasikan. Sebagai pimpinan tertinggi di lingkup Pemerintah Kota Samarinda, ia meminta kepada Dishub untuk segera mematangkan rencana tersebut, karena baginya pembahasan mengenai hal tersebut telah cukup panjang. 

    Meskipun ini mungkin akan menimbulkan pro dan kontra di tengah-tengah masyarakat, ia menegaskan bahwa langkah ini merupakat upaya untuk membuat kota lebih tertib dan nyaman, tanpa adanya praktik jukir liar dan pembebanan biaya yang tidak semestinya bagi masyarakat.

    "Ini adalah solusi jangka panjang. Pertama, masyarakat tidak akan lagi terbebani dengan adanya jukir liar dan tidak akan perlu mengeluarkan biaya yang tidak semestinya. Selain itu, pemerintah juga tidak akan kehilangan pendapatan seperti yang terjadi selama ini dengan penggunaan karcis manual yang rentan terhadap kebocoran pendapatan," jelasnya.

    Dengan langkah-langkah ini, tentu ia berharap tidak hanya terjadi peningkatan dalam pengelolaan parkir, namun juga kesejahteraan para juru parkir yang akan lebih dihargai dan perlindungan keuangan yang lebih baik. 

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Wali Kota Samarinda Naikkan Gaji Tukang Parkir Setara UMR, Biar jadi Kota Bebas Jukir Liar

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    10 Mei 2024 pukul 11:33 WITA

    Wali Kota Samarinda, Andi Harun. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Dalam upaya untuk mewujudkan Samarinda sebagai kota yang bebas dari praktik juru parkir (jukir) liar, Wali Kota Samarinda, Andi Harun (AH) berencana mengambil langkah penting dengan menaikkan pendapatan bagi para jukir. Para jukir yang bersedia bergabung dengan Dinas Perhubungan (Dishub) akan mendapatkan pembinaan dan diangkat sebagai petugas jukir resmi.

    "Kami akan memastikan untuk meningkatkan pendapatan mereka. Selama ini pendapatan mereka sekitar satu juta, namun kami akan menaikkannya agar tidak lagi ada pembebanan biaya yang tidak seharusnya diberlakukan kepada masyarakat," ungkap AH, Kamis (9/5/2024). 

    Menurutnya urgensi menaikan pendapatan dari jukir resmi dapat mengurangi beban keuangan masyarakat dan menghapus praktik jukir liar. Orang nomor satu di Samarinda itu ingin agar para jukir juga mendapatkan pendapatan setara dengan Upah Minimum Regional (UMR).

    Kemudian, tidak menutup kemungkinan para jukir nantinya pun akan mendapatkan fasilitas sosial lainnya yang harus mereka dapat seperti tunjangan, dan kartu kesehatan yakni BPJS.

    Lebih lanjut, tujuan utama kami, kata AH adalah mewujudkan Samarinda sebagai kota bebas dari jukir liar, di mana hanya terdapat juru parkir resmi yang telah diapresiasi dengan pendapatan yang layak. 

    Setelah semua rencana tersebut dirumuskan, ia ingin untuk segera di realisasikan. Sebagai pimpinan tertinggi di lingkup Pemerintah Kota Samarinda, ia meminta kepada Dishub untuk segera mematangkan rencana tersebut, karena baginya pembahasan mengenai hal tersebut telah cukup panjang. 

    Meskipun ini mungkin akan menimbulkan pro dan kontra di tengah-tengah masyarakat, ia menegaskan bahwa langkah ini merupakat upaya untuk membuat kota lebih tertib dan nyaman, tanpa adanya praktik jukir liar dan pembebanan biaya yang tidak semestinya bagi masyarakat.

    "Ini adalah solusi jangka panjang. Pertama, masyarakat tidak akan lagi terbebani dengan adanya jukir liar dan tidak akan perlu mengeluarkan biaya yang tidak semestinya. Selain itu, pemerintah juga tidak akan kehilangan pendapatan seperti yang terjadi selama ini dengan penggunaan karcis manual yang rentan terhadap kebocoran pendapatan," jelasnya.

    Dengan langkah-langkah ini, tentu ia berharap tidak hanya terjadi peningkatan dalam pengelolaan parkir, namun juga kesejahteraan para juru parkir yang akan lebih dihargai dan perlindungan keuangan yang lebih baik. 

    (Sf/Rs)