Cari disini...
Seputar Kaltim
Wali Kota Samarinda, Andi Harun. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda – Menjelang bulan ramadan, pemerintah telah mengeluarkan arahan terkait dengan sistem pembelajaran siswa-siswi di sekolah. Biasanya, akan ada kegiatan keagamaan yang diselenggarakan di sekolah, yang dikenal dengan pesantren ramadan.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun mengimbau, dalam pelaksanaan pesantren Ramadan 1446 Hijriah/2025 Masehi, ia mengusulkan adanya penambahan materi. Orang nomor satu di Samarinda itu menekankan pentingnya menjadikan momentum ramadan sebagai sarana untuk tidak hanya mendalami ilmu agama, tetapi juga memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan pembentukan karakter siswa.
"Kita perlu menambahkan materi seperti penguatan rasa cinta tanah air dan pembentukan akhlak mulia dalam panduan pesantren Ramadan," ujar Andi Harun belum lama ini.
Menurutnya, pesantren ramadan bukan hanya tentang ritual keagamaan, tetapi juga harus menjadi ruang bagi siswa untuk mendalami berbagai nilai yang relevan dengan kehidupan bermasyarakat.
Andi Harun menegaskan bahwa upaya ini bertujuan untuk menciptakan generasi muda yang tidak hanya religius, tetapi juga memiliki semangat nasionalisme yang tinggi.
Selain itu, Wali Kota Samarinda dua periode ini juga mengusulkan agar kegiatan selama pesantren ramadan dibuat lebih inklusif. Ia menyampaikan bahwa siswa non-muslim juga perlu mendapatkan bimbingan rohani yang sesuai dengan keyakinan mereka, seperti yang diatur dalam Surat Edaran Bersama (SEB) Nomor 2 Tahun 2025.
"Pesantren ramadan ini harus memberikan ruang bagi semua peserta didik untuk mendalami ilmu dan membentuk karakter mereka sesuai dengan nilai-nilai agama dan moral yang diajarkan," tambahnya.
Melalui penambahan materi dan pendekatan yang inklusif ini, ia berharap pesantren ramadan tahun ini dapat menjadi momen untuk memperkuat pendidikan karakter dan mencetak generasi muda yang religius, nasionalis, dan berakhlak mulia sehingga dapat menunjang lahirnya sumber daya unggul dan berdaya saing.
Menambahkan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda, Asli Nuryadin, menyampaikan bahwa pihaknya sedang mempersiapkan panduan teknis untuk mendukung usulan tersebut.
"Rencananya tema pesantren ramadan tahun ini adalah Ramadan Ceria: Gembira, Menyenangkan, Sehat, dan Bahagia, yang diharapkan dapat mencerminkan semangat pelaksanaan kegiatan," singkat Asli.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Wali Kota Samarinda, Andi Harun. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda – Menjelang bulan ramadan, pemerintah telah mengeluarkan arahan terkait dengan sistem pembelajaran siswa-siswi di sekolah. Biasanya, akan ada kegiatan keagamaan yang diselenggarakan di sekolah, yang dikenal dengan pesantren ramadan.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun mengimbau, dalam pelaksanaan pesantren Ramadan 1446 Hijriah/2025 Masehi, ia mengusulkan adanya penambahan materi. Orang nomor satu di Samarinda itu menekankan pentingnya menjadikan momentum ramadan sebagai sarana untuk tidak hanya mendalami ilmu agama, tetapi juga memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan pembentukan karakter siswa.
"Kita perlu menambahkan materi seperti penguatan rasa cinta tanah air dan pembentukan akhlak mulia dalam panduan pesantren Ramadan," ujar Andi Harun belum lama ini.
Menurutnya, pesantren ramadan bukan hanya tentang ritual keagamaan, tetapi juga harus menjadi ruang bagi siswa untuk mendalami berbagai nilai yang relevan dengan kehidupan bermasyarakat.
Andi Harun menegaskan bahwa upaya ini bertujuan untuk menciptakan generasi muda yang tidak hanya religius, tetapi juga memiliki semangat nasionalisme yang tinggi.
Selain itu, Wali Kota Samarinda dua periode ini juga mengusulkan agar kegiatan selama pesantren ramadan dibuat lebih inklusif. Ia menyampaikan bahwa siswa non-muslim juga perlu mendapatkan bimbingan rohani yang sesuai dengan keyakinan mereka, seperti yang diatur dalam Surat Edaran Bersama (SEB) Nomor 2 Tahun 2025.
"Pesantren ramadan ini harus memberikan ruang bagi semua peserta didik untuk mendalami ilmu dan membentuk karakter mereka sesuai dengan nilai-nilai agama dan moral yang diajarkan," tambahnya.
Melalui penambahan materi dan pendekatan yang inklusif ini, ia berharap pesantren ramadan tahun ini dapat menjadi momen untuk memperkuat pendidikan karakter dan mencetak generasi muda yang religius, nasionalis, dan berakhlak mulia sehingga dapat menunjang lahirnya sumber daya unggul dan berdaya saing.
Menambahkan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda, Asli Nuryadin, menyampaikan bahwa pihaknya sedang mempersiapkan panduan teknis untuk mendukung usulan tersebut.
"Rencananya tema pesantren ramadan tahun ini adalah Ramadan Ceria: Gembira, Menyenangkan, Sehat, dan Bahagia, yang diharapkan dapat mencerminkan semangat pelaksanaan kegiatan," singkat Asli.
(Sf/Rs)