Seputar Kaltim

    Wali Kota Samarinda: KONI Harus Prioritaskan Atlet, Bukan Kepentingan Politik

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    17 Maret 2025 pukul 16:33 WITA

    Wali Kota Samarinda, Andi Harun saat sambutan dalam acara pemberian bonus atlet di GOR Segiri, Minggu (16/3/2025). (Foto: Dokumentasi Pemkot Samarinda/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menegaskan bahwa pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) harus lebih banyak diisi dengan melibatkan atlet dan mantan atlet dibandingkan dengan figur politik. 

    Menurutnya, organisasi olahraga seharusnya dikelola oleh orang-orang yang benar-benar memahami dunia olahraga, bukan sekadar mencari keuntungan pribadi.  

    "KONI itu di semua level kota banyak pengurus yang tidak punya basic olahraga, gayanya saja sok mengerti olahraga," ujar Andi Harun saat memberikan bonus atlet di GOR Segiri, Minggu (16/4/2025).  

    Ia mengkritik keberadaan pengurus yang tidak memiliki kontribusi nyata dalam membangun prestasi olahraga. 

    Oleh karena itu Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kalimantan Timur (Kaltim) ini menginginkan agar lebih banyak para mantan atlet yang diberdayakan dalam kepengurusan organisasi olahraga khususnya di Samarinda. 

    "Jabatannya mau, tapi pengorbanannya tidak," tegasnya.  

    Andi Harun menegaskan bahwa KONI harus benar-benar bersih dari kepentingan politik. Ia juga menyoroti pentingnya menjaga KONI sebagai organisasi yang bertujuan membangun dan memelihara dunia olahraga baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

    "Kalau bisa, KONI tidak lagi ada pengurus yang tidak mengerti olahraga. Jika di KONI Samarinda masih ada yang seperti itu, tolong diubah. Lebih banyak libatkan mantan atlet daripada pejabat politik yang tidak paham olahraga," tambahnya.  

    Lebih lanjut ia pun meminta agar ketika pelaksanaan Musyawarah Provisin (Musprov) KONI Kaltim, Andi Harun meminta agar lebih banyak atlet yang terlibat dalam pemilihan kepengurusan.

    Ia pun menginstruksikan KONI Samarinda untuk menggalang dukungan bagi sosok yang benar-benar paham olahraga dalam Musprov KONI Kaltim.  

    Hal itu menurutnya sangat penting untuk kemajuan olahraga di Samarinda. Ia menekankan bahwa dunia olahraga harus didukung oleh semua pihak agar Samarinda semakin maju. 

    Apalagi menurutnya olahraga juga merupakan bagian dari ukuran kemajuan kota, bukan hanya soal infrastruktur atau kebersihan. 

    "Kita bisa saja kalah, tidak apa-apa, yang penting kita berjuang di jalan yang benar," pungkasnya.  

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Wali Kota Samarinda: KONI Harus Prioritaskan Atlet, Bukan Kepentingan Politik

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    17 Maret 2025 pukul 16:33 WITA

    Wali Kota Samarinda, Andi Harun saat sambutan dalam acara pemberian bonus atlet di GOR Segiri, Minggu (16/3/2025). (Foto: Dokumentasi Pemkot Samarinda/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menegaskan bahwa pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) harus lebih banyak diisi dengan melibatkan atlet dan mantan atlet dibandingkan dengan figur politik. 

    Menurutnya, organisasi olahraga seharusnya dikelola oleh orang-orang yang benar-benar memahami dunia olahraga, bukan sekadar mencari keuntungan pribadi.  

    "KONI itu di semua level kota banyak pengurus yang tidak punya basic olahraga, gayanya saja sok mengerti olahraga," ujar Andi Harun saat memberikan bonus atlet di GOR Segiri, Minggu (16/4/2025).  

    Ia mengkritik keberadaan pengurus yang tidak memiliki kontribusi nyata dalam membangun prestasi olahraga. 

    Oleh karena itu Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kalimantan Timur (Kaltim) ini menginginkan agar lebih banyak para mantan atlet yang diberdayakan dalam kepengurusan organisasi olahraga khususnya di Samarinda. 

    "Jabatannya mau, tapi pengorbanannya tidak," tegasnya.  

    Andi Harun menegaskan bahwa KONI harus benar-benar bersih dari kepentingan politik. Ia juga menyoroti pentingnya menjaga KONI sebagai organisasi yang bertujuan membangun dan memelihara dunia olahraga baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

    "Kalau bisa, KONI tidak lagi ada pengurus yang tidak mengerti olahraga. Jika di KONI Samarinda masih ada yang seperti itu, tolong diubah. Lebih banyak libatkan mantan atlet daripada pejabat politik yang tidak paham olahraga," tambahnya.  

    Lebih lanjut ia pun meminta agar ketika pelaksanaan Musyawarah Provisin (Musprov) KONI Kaltim, Andi Harun meminta agar lebih banyak atlet yang terlibat dalam pemilihan kepengurusan.

    Ia pun menginstruksikan KONI Samarinda untuk menggalang dukungan bagi sosok yang benar-benar paham olahraga dalam Musprov KONI Kaltim.  

    Hal itu menurutnya sangat penting untuk kemajuan olahraga di Samarinda. Ia menekankan bahwa dunia olahraga harus didukung oleh semua pihak agar Samarinda semakin maju. 

    Apalagi menurutnya olahraga juga merupakan bagian dari ukuran kemajuan kota, bukan hanya soal infrastruktur atau kebersihan. 

    "Kita bisa saja kalah, tidak apa-apa, yang penting kita berjuang di jalan yang benar," pungkasnya.  

    (Sf/Rs)