Seputar Kaltim

    Wali Kota Samarinda: Kerusakan Jalan Sambutan-Merdeka Bukan karena Kualitas Beton 

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    13 Januari 2025 pukul 10:21 WITA

    Wali Kota Samarinda, Andi Harun. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menegaskan bahwa kerusakan pada jalan tembusan Sambutan (Pelita 3) - Merdeka bukan disebabkan oleh buruknya kualitas beton yang digunakan. Hal itu menanggapi adanya kehawatirna masyarakat akibat kerusakan jalan alternatif yang baru diresmikan pada Maret 2024 lalu. 

    Belum menginjak setahun, jalan tersebut kini sedang dalam masa perbaikan akibat pergerakan tanah yang disebabkan adanya aliran air hingga membuat jalan putus. 

    “Kualitas beton tetap baik dan terjaga. Masalah utamanya adalah pergerakan tanah di bawah beton yang mengakibatkan keretakan hingga terputusnya jalan,” ujar Andi Harun. 

    Ia membeberkan bahwa tanah di Samarinda, seperti sebagian besar wilayah Kalimantan Timur, memiliki karakteristik yang kurang stabil dibandingkan daerah lain. Hal ini, kata dia, menjadi penyebab utama terjadinya pergeseran tanah di bawah beton.

    Pria dengan sapaan AH itu juga menjelaskan bahwa dalam proses pembangunan sebelumnya, penguatan tanah di sekitar saluran air tersebut tidak dilakukan secara optimal, sehingga memperparah kerusakan saat jalan mulai digunakan.  

    Ia mengakui adanya kekurangan dalam perencanaan teknis. Analisis terhadap kondisi tanah tidak dilakukan secara detail seperti yang biasanya diterapkan pada proyek infrastruktur besar, misalnya flyover. Ia menegaskan bahwa kelalaian ini akan menjadi pelajaran penting untuk perbaikan ke depan.  

    “Seharusnya, pemadatan dan pengecoran di sisi bawah tanah dilakukan lebih dulu. Selain itu, tekanan dari pemakaian jalan juga mempercepat proses longsornya tanah di bawah beton,” jelasnya.  

    Saat ini, proses perbaikan sedang berlangsung. Pemerintah juga merencanakan pembangunan drainase yang terintegrasi dengan jalan untuk mencegah kerusakan serupa di masa depan. 

    “Mudah-mudahan perbaikan selesai dalam waktu dekat, sekitar dua minggu lagi sudah bisa digunakan,” pungkasnya. 


    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Wali Kota Samarinda: Kerusakan Jalan Sambutan-Merdeka Bukan karena Kualitas Beton 

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    13 Januari 2025 pukul 10:21 WITA

    Wali Kota Samarinda, Andi Harun. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menegaskan bahwa kerusakan pada jalan tembusan Sambutan (Pelita 3) - Merdeka bukan disebabkan oleh buruknya kualitas beton yang digunakan. Hal itu menanggapi adanya kehawatirna masyarakat akibat kerusakan jalan alternatif yang baru diresmikan pada Maret 2024 lalu. 

    Belum menginjak setahun, jalan tersebut kini sedang dalam masa perbaikan akibat pergerakan tanah yang disebabkan adanya aliran air hingga membuat jalan putus. 

    “Kualitas beton tetap baik dan terjaga. Masalah utamanya adalah pergerakan tanah di bawah beton yang mengakibatkan keretakan hingga terputusnya jalan,” ujar Andi Harun. 

    Ia membeberkan bahwa tanah di Samarinda, seperti sebagian besar wilayah Kalimantan Timur, memiliki karakteristik yang kurang stabil dibandingkan daerah lain. Hal ini, kata dia, menjadi penyebab utama terjadinya pergeseran tanah di bawah beton.

    Pria dengan sapaan AH itu juga menjelaskan bahwa dalam proses pembangunan sebelumnya, penguatan tanah di sekitar saluran air tersebut tidak dilakukan secara optimal, sehingga memperparah kerusakan saat jalan mulai digunakan.  

    Ia mengakui adanya kekurangan dalam perencanaan teknis. Analisis terhadap kondisi tanah tidak dilakukan secara detail seperti yang biasanya diterapkan pada proyek infrastruktur besar, misalnya flyover. Ia menegaskan bahwa kelalaian ini akan menjadi pelajaran penting untuk perbaikan ke depan.  

    “Seharusnya, pemadatan dan pengecoran di sisi bawah tanah dilakukan lebih dulu. Selain itu, tekanan dari pemakaian jalan juga mempercepat proses longsornya tanah di bawah beton,” jelasnya.  

    Saat ini, proses perbaikan sedang berlangsung. Pemerintah juga merencanakan pembangunan drainase yang terintegrasi dengan jalan untuk mencegah kerusakan serupa di masa depan. 

    “Mudah-mudahan perbaikan selesai dalam waktu dekat, sekitar dua minggu lagi sudah bisa digunakan,” pungkasnya. 


    (Sf/Rs)