Seputar Kaltim

    Wali Kota Samarinda Imbau Acara Beduk Sahur Tak Ganggu Arus Lalu Lintas

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    24 Maret 2024 pukul 10:40 WITA

    Wali Kota Samarinda, Andi Harun. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Wali Kota Samarinda, Andi Harun, memberikan dorongan positif terhadap tradisi beduk sahur yang telah menjadi bagian dari kebudayaan masyarakat Indonesia pada bulan suci ramadan.

    Andi Harun menyatakan keyakinannya bahwa kegiatan beduk sahur memiliki peran yang penting dalam upaya memperkuat syiar ramadan di tengah-tengah masyarakat.

    "Beduk sahur merupakan bagian yang indah dari tradisi kita. Saya kira beduk sahur itu bagus dalam rangka syiar ramadan," ujar Andi, Sabtu (23/3/2024).

    Meskipun memberikan dukungan kepada kegiatan ini, pria yang akrab disapa AH itu juga menekankan pentingnya mengatur pelaksanaannya dengan baik. 

    Terutama dalam hal pengaturan lalu lintas. Ia menyoroti potensi dampak negatif dari kegiatan beduk sahur terhadap kelancaran arus lalu lintas di Kota Samarinda.

    "Dalam hal ini, kepada semua pelaksana, kita imbau untuk menyiapkan panitia atau petugas yang bisa mengatur lalu lintas sehingga tidak merugikan pengguna jalan, dan tidak menimbulkan keruwetan kemacetan di jalan," imbaunya.

    Himbauan ini disampaikan sebagai upaya untuk memastikan bahwa kegiatan beduk sahur dapat berlangsung dengan tertib dan tidak mengganggu ketertiban umum, terutama dalam hal mobilitas dan keselamatan lalu lintas di Kota Samarinda. 

    AH menegaskan bahwa kegiatan budaya seperti beduk sahur haruslah dijalankan dengan tanggung jawab dan kesadaran akan kepentingan bersama.

    Selain itu, ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan dan sosial lainnya yang dapat memperkuat kebersamaan dan nilai-nilai kebaikan selama bulan ramadan.

    Upaya bersama ini diharapkan dapat memperkuat rasa solidaritas dan kepedulian antara sesama warga Samarinda, serta memperkokoh keberagaman dan toleransi di tengah-tengah masyarakat.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Wali Kota Samarinda Imbau Acara Beduk Sahur Tak Ganggu Arus Lalu Lintas

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    24 Maret 2024 pukul 10:40 WITA

    Wali Kota Samarinda, Andi Harun. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Wali Kota Samarinda, Andi Harun, memberikan dorongan positif terhadap tradisi beduk sahur yang telah menjadi bagian dari kebudayaan masyarakat Indonesia pada bulan suci ramadan.

    Andi Harun menyatakan keyakinannya bahwa kegiatan beduk sahur memiliki peran yang penting dalam upaya memperkuat syiar ramadan di tengah-tengah masyarakat.

    "Beduk sahur merupakan bagian yang indah dari tradisi kita. Saya kira beduk sahur itu bagus dalam rangka syiar ramadan," ujar Andi, Sabtu (23/3/2024).

    Meskipun memberikan dukungan kepada kegiatan ini, pria yang akrab disapa AH itu juga menekankan pentingnya mengatur pelaksanaannya dengan baik. 

    Terutama dalam hal pengaturan lalu lintas. Ia menyoroti potensi dampak negatif dari kegiatan beduk sahur terhadap kelancaran arus lalu lintas di Kota Samarinda.

    "Dalam hal ini, kepada semua pelaksana, kita imbau untuk menyiapkan panitia atau petugas yang bisa mengatur lalu lintas sehingga tidak merugikan pengguna jalan, dan tidak menimbulkan keruwetan kemacetan di jalan," imbaunya.

    Himbauan ini disampaikan sebagai upaya untuk memastikan bahwa kegiatan beduk sahur dapat berlangsung dengan tertib dan tidak mengganggu ketertiban umum, terutama dalam hal mobilitas dan keselamatan lalu lintas di Kota Samarinda. 

    AH menegaskan bahwa kegiatan budaya seperti beduk sahur haruslah dijalankan dengan tanggung jawab dan kesadaran akan kepentingan bersama.

    Selain itu, ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan dan sosial lainnya yang dapat memperkuat kebersamaan dan nilai-nilai kebaikan selama bulan ramadan.

    Upaya bersama ini diharapkan dapat memperkuat rasa solidaritas dan kepedulian antara sesama warga Samarinda, serta memperkokoh keberagaman dan toleransi di tengah-tengah masyarakat.

    (Sf/Rs)