Seputar Kaltim

    Wali Kota Samarinda 'Endorse' Produk Lapas Narkotika

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    08 Februari 2024 pukul 10:12 WITA

    Wali Kota Samarinda, Andi Harun saat mengunjungi Lapas Narkotika Kelas II A, Bayur, Samarinda, Rabu (7/2/2024). (Foto: Humas Pemkot Samarinda/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Wali Kota Samarinda, Andi Harun merasa takjub dengan adanya pembinaan yang dilakukan oleh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika kelas II A Bayur, Samarinda.

    Andi Harun mengatakan, hasil dari produk binaan warga Lapas tak kalah jauh dengan yang ada di pasar modern. Baik dari segi fisik dan kualitas.

    "Saya sampai tadi beli mendapatkan rompinya, dan dapat hadiah kacamata. Saya juga sudah meng-endorse-kan kualitasnya sangat bagus dan saat saya pakai orang ga bisa membedakan ini produk lapas atau beli di mal," kata Andi Harun kepada media saat mengunjungi Lapas, Rabu (7/2/2024).

    Kemudian, selain binaan pembuatan produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), ada juga binaan peningkatan kreatifitas warga lapas, seperti musik. 

    Pria yang akrab disapa AH itu membeberkan bahwa ia telah biasa mengunjungi lapas dengan profesinya sebagai lawyer. Hanya saja, kali ini ia mengatakan seperti menemukan sesuatu yang sangat luar biasa, saat mengunjungi lapas narkoba. 

    "Kita menjumpai sesuatu yang sangat luar biasa, pembinaan terhadap warga binaan yang ada di sana berlangsung sangat fantastis, ada pelatihan kewirausahaan ada pelatihan kreativitas, kewirausahaan itu dalam pembuatan jaket, rompi, kacamata," jelasnya.

    Sebagai respon positif, AH memberi dukungan penuh atas hasil yang diproduksi para warga binaan. AH meminta pada bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) untuk menyediakan tempat (lapak) agar produk mereka bisa dipamerkan saat Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) berlangsung.

    Orang nomor satu di Samarinda itu bilang, bahwa warga binaan ini juga merupakan warga masyarakat yang tak boleh dibedakan. 

    Ia berharap, kelak warga binaan ini setelah selesai menjalani proses hukuman bisa terus berkembang, meningkatkan kapasitas diri dan berkreasi, dari apa yang sudah mereka dapat selama menjalani hari-hari di lapas. 

    "Tentunya juga bisa bermanfaat kepada masyarakat terutama bermanfaat bagi diri dan keluarganya dan bisa memberi kontribusi yang berarti bagi kehidupan sosial masyarakat," tuturnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Wali Kota Samarinda 'Endorse' Produk Lapas Narkotika

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    08 Februari 2024 pukul 10:12 WITA

    Wali Kota Samarinda, Andi Harun saat mengunjungi Lapas Narkotika Kelas II A, Bayur, Samarinda, Rabu (7/2/2024). (Foto: Humas Pemkot Samarinda/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Wali Kota Samarinda, Andi Harun merasa takjub dengan adanya pembinaan yang dilakukan oleh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika kelas II A Bayur, Samarinda.

    Andi Harun mengatakan, hasil dari produk binaan warga Lapas tak kalah jauh dengan yang ada di pasar modern. Baik dari segi fisik dan kualitas.

    "Saya sampai tadi beli mendapatkan rompinya, dan dapat hadiah kacamata. Saya juga sudah meng-endorse-kan kualitasnya sangat bagus dan saat saya pakai orang ga bisa membedakan ini produk lapas atau beli di mal," kata Andi Harun kepada media saat mengunjungi Lapas, Rabu (7/2/2024).

    Kemudian, selain binaan pembuatan produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), ada juga binaan peningkatan kreatifitas warga lapas, seperti musik. 

    Pria yang akrab disapa AH itu membeberkan bahwa ia telah biasa mengunjungi lapas dengan profesinya sebagai lawyer. Hanya saja, kali ini ia mengatakan seperti menemukan sesuatu yang sangat luar biasa, saat mengunjungi lapas narkoba. 

    "Kita menjumpai sesuatu yang sangat luar biasa, pembinaan terhadap warga binaan yang ada di sana berlangsung sangat fantastis, ada pelatihan kewirausahaan ada pelatihan kreativitas, kewirausahaan itu dalam pembuatan jaket, rompi, kacamata," jelasnya.

    Sebagai respon positif, AH memberi dukungan penuh atas hasil yang diproduksi para warga binaan. AH meminta pada bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) untuk menyediakan tempat (lapak) agar produk mereka bisa dipamerkan saat Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) berlangsung.

    Orang nomor satu di Samarinda itu bilang, bahwa warga binaan ini juga merupakan warga masyarakat yang tak boleh dibedakan. 

    Ia berharap, kelak warga binaan ini setelah selesai menjalani proses hukuman bisa terus berkembang, meningkatkan kapasitas diri dan berkreasi, dari apa yang sudah mereka dapat selama menjalani hari-hari di lapas. 

    "Tentunya juga bisa bermanfaat kepada masyarakat terutama bermanfaat bagi diri dan keluarganya dan bisa memberi kontribusi yang berarti bagi kehidupan sosial masyarakat," tuturnya.

    (Sf/Rs)