Seputar Kaltim

    Wali Kota Neni Minta Data Diperbarui, BLT Rp300 Ribu Harus Tepat ke Warga Bontang yang Berhak

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Rusdianto
    04 Mei 2026 pukul 20:48 WITA

    Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat melakukan kunjungan kerja ke Kantor Kelurahan Tanjung Laut Indah. (Foto: Prokompim Bontang)

    Bontang - Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) di Kota Bontang kembali menjadi perhatian. Wali Kota Neni Moerniaeni menekankan pentingnya pembaruan data agar bantuan tidak meleset dari sasaran.

    Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menaruh perhatian serius terhadap akurasi data penerima bantuan sosial. Saat melakukan kunjungan kerja ke Kelurahan Tanjung Laut Indah, Senin (4/5/2026), ia secara khusus mengingatkan peran penting ketua RT dalam memastikan validitas data warga.

    Menurutnya, penyaluran BLT sebesar Rp300 ribu per bulan sangat bergantung pada ketepatan data di tingkat lingkungan. Karena itu, pendataan tidak boleh dilakukan secara umum, melainkan harus detail hingga kondisi riil setiap warga.

    Ia meminta aparat di tingkat RT aktif mencatat perubahan kondisi sosial masyarakat, termasuk warga yang kehilangan pekerjaan atau masih berada dalam kondisi ekonomi tidak stabil.

    “Jangan sampai yang membutuhkan justru tidak tercatat. Data harus terus diperbarui sesuai kondisi di lapangan,”ucap Neni.

    Neni juga mengingatkan bahwa bantuan sosial bukan sekadar penyaluran dana, tetapi bagian dari upaya pemerintah menjaga daya tahan ekonomi warga. Karena itu, ketepatan sasaran menjadi hal yang tidak bisa ditawar.

    Selain BLT, ia memastikan program perlindungan sosial lain seperti BPJS juga harus menjangkau kelompok yang benar-benar membutuhkan. Sinkronisasi data, menurutnya, menjadi fondasi agar seluruh program berjalan efektif.

    Dengan penekanan pada pembaruan data ini, Pemerintah Kota Bontang berharap distribusi bantuan semakin merata dan tepat sasaran, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Wali Kota Neni Minta Data Diperbarui, BLT Rp300 Ribu Harus Tepat ke Warga Bontang yang Berhak

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Rusdianto
    04 Mei 2026 pukul 20:48 WITA

    Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat melakukan kunjungan kerja ke Kantor Kelurahan Tanjung Laut Indah. (Foto: Prokompim Bontang)

    Bontang - Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) di Kota Bontang kembali menjadi perhatian. Wali Kota Neni Moerniaeni menekankan pentingnya pembaruan data agar bantuan tidak meleset dari sasaran.

    Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menaruh perhatian serius terhadap akurasi data penerima bantuan sosial. Saat melakukan kunjungan kerja ke Kelurahan Tanjung Laut Indah, Senin (4/5/2026), ia secara khusus mengingatkan peran penting ketua RT dalam memastikan validitas data warga.

    Menurutnya, penyaluran BLT sebesar Rp300 ribu per bulan sangat bergantung pada ketepatan data di tingkat lingkungan. Karena itu, pendataan tidak boleh dilakukan secara umum, melainkan harus detail hingga kondisi riil setiap warga.

    Ia meminta aparat di tingkat RT aktif mencatat perubahan kondisi sosial masyarakat, termasuk warga yang kehilangan pekerjaan atau masih berada dalam kondisi ekonomi tidak stabil.

    “Jangan sampai yang membutuhkan justru tidak tercatat. Data harus terus diperbarui sesuai kondisi di lapangan,”ucap Neni.

    Neni juga mengingatkan bahwa bantuan sosial bukan sekadar penyaluran dana, tetapi bagian dari upaya pemerintah menjaga daya tahan ekonomi warga. Karena itu, ketepatan sasaran menjadi hal yang tidak bisa ditawar.

    Selain BLT, ia memastikan program perlindungan sosial lain seperti BPJS juga harus menjangkau kelompok yang benar-benar membutuhkan. Sinkronisasi data, menurutnya, menjadi fondasi agar seluruh program berjalan efektif.

    Dengan penekanan pada pembaruan data ini, Pemerintah Kota Bontang berharap distribusi bantuan semakin merata dan tepat sasaran, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.

    (Sf/Rs)