Cari disini...
Seputar Kaltim
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat melakukan sidak di RSUD Taman Husada Bontang. (Foto: Intagram @jejak.bunda.neni)
Bontang - Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, meminta seluruh rumah sakit tidak menolak pasien yang belum memiliki kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan maupun pasien dari luar daerah.
Hal itu disampaikan saat ia melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD Taman Husada Bontang, Rabu (25/3/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Neni menegaskan agar pihak rumah sakit tetap memberikan pelayanan kepada pasien, meskipun belum memiliki jaminan kesehatan atau belum mampu membayar biaya perawatan di awal.
“Kalau belum punya BPJS jangan ditolak. Kalau belum bisa bayar, tetap dilayani dulu, nanti dibantu pengurusan BPJS-nya,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa kebijakan tersebut berlaku untuk semua pasien, tidak hanya warga Kota Bontang, tetapi juga masyarakat dari luar daerah yang berobat di fasilitas kesehatan di Bontang.
“Jangan ada pasien yang ditolak, apa aja di UGD yang masuk. Misalnya tidak punya BPJS atau berasal dari luar Bontang. Semua harus dilayani,” tegasnya.
Dalam sidak tersebut, Neni turut mengunjungi sejumlah kamar pasien untuk memastikan pelayanan rumah sakit berjalan dengan optimal.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat melakukan sidak di RSUD Taman Husada Bontang. (Foto: Intagram @jejak.bunda.neni)
Bontang - Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, meminta seluruh rumah sakit tidak menolak pasien yang belum memiliki kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan maupun pasien dari luar daerah.
Hal itu disampaikan saat ia melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD Taman Husada Bontang, Rabu (25/3/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Neni menegaskan agar pihak rumah sakit tetap memberikan pelayanan kepada pasien, meskipun belum memiliki jaminan kesehatan atau belum mampu membayar biaya perawatan di awal.
“Kalau belum punya BPJS jangan ditolak. Kalau belum bisa bayar, tetap dilayani dulu, nanti dibantu pengurusan BPJS-nya,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa kebijakan tersebut berlaku untuk semua pasien, tidak hanya warga Kota Bontang, tetapi juga masyarakat dari luar daerah yang berobat di fasilitas kesehatan di Bontang.
“Jangan ada pasien yang ditolak, apa aja di UGD yang masuk. Misalnya tidak punya BPJS atau berasal dari luar Bontang. Semua harus dilayani,” tegasnya.
Dalam sidak tersebut, Neni turut mengunjungi sejumlah kamar pasien untuk memastikan pelayanan rumah sakit berjalan dengan optimal.
(Sf/Rs)