Seputar Kaltim

    Wali Kota Balikpapan Usulkan Revitalisasi Pasar Inpres Kebun Sayur, Anggaran Diperkirakan Rp180 Miliar

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    05 Maret 2026 pukul 11:56 WITA

    Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud di dampingi Wakil Wali Kota, Bagus Susetyo saat ditemui usai kegiatan Safari Ramadan. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Sebelumnya, Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melakukan audiensi dengan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia guna membahas usulan revitalisasi Pasar Inpres Kebun Sayur di kawasan Balikpapan Barat.

    Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan menyampaikan harapan agar pasar tradisional tersebut dapat direvitalisasi melalui dukungan pemerintah pusat.

    “Pasar Inpres Kebun Sayur dinilai memiliki peran strategis sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat, serta menjadi salah satu pusat perdagangan tradisional di Kota Balikpapan,” ucap Rahmad kepada awak media, Rabu (4/3/2026) malam.

    Rahmad mengatakan, revitalisasi pasar tidak hanya bertujuan memperbaiki infrastruktur, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat perdagangan dalam negeri dan meningkatkan perputaran ekonomi daerah.

    “Kami ingin pasar rakyat semakin tertata, nyaman, dan mampu menjadi pusat distribusi produk lokal Balikpapan agar perputaran ekonomi semakin kuat,” ujarnya.

    Tidak hanya itu, Pemkot juga mendorong peningkatan daya saing produk unggulan daerah agar dapat menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk membuka peluang ekspor.

    “Dengan dukungan pemerintah pusat, kami optimistis produk UMKM dan komoditas unggulan daerah dapat naik kelas dan memberikan kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi,” tambahnya.

    Wali kota menjelaskan, proses pembangunan pasar nantinya diawali dengan rekomendasi dari Menteri Perdagangan yang kemudian diteruskan kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebagai pihak yang akan melaksanakan pembangunan.

    Pemkot Balikpapan, lanjutnya, akan terus mengawal proses tersebut agar rencana revitalisasi dapat segera terealisasi.

    “Rekomendasi dari Menteri Perdagangan akan diteruskan ke PUPR. Tentu pemerintah kota juga akan membantu mengawal prosesnya,” akunya.

    Saat ini Pemkot Balikpapan telah menyerahkan Detail Engineering Design (DED) pembangunan pasar dengan estimasi kebutuhan anggaran sekitar Rp180 miliar. Lahan yang akan digunakan merupakan aset milik pemerintah kota dengan luas sekitar 1,7 hektare.

    Menurut Rahmad, keberadaan pasar tersebut memiliki potensi ekonomi yang cukup besar. Saat ini tercatat sekitar 599 pedagang beraktivitas di Pasar Inpres Kebun Sayur.

    Jika rata-rata omzet pedagang mencapai sekitar Rp17 juta per bulan, maka total perputaran uang dari sekitar 559 pedagang dapat mencapai sekitar Rp10 miliar setiap bulan.

    “Kalau dihitung dalam satu tahun, perputaran ekonominya bisa mencapai sekitar Rp3,1 triliun. Ini potensi yang cukup besar dan dapat berdampak pada peningkatan pendapatan asli daerah,” jelasnya.

    Ia menambahkan, konsep pembangunan pasar yang direncanakan juga telah mendapatkan persetujuan dari para pedagang. Hal ini diharapkan dapat mendukung kelancaran proses revitalisasi di masa mendatang sekaligus meningkatkan kenyamanan bagi pedagang maupun pengunjung pasar.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Wali Kota Balikpapan Usulkan Revitalisasi Pasar Inpres Kebun Sayur, Anggaran Diperkirakan Rp180 Miliar

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    05 Maret 2026 pukul 11:56 WITA

    Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud di dampingi Wakil Wali Kota, Bagus Susetyo saat ditemui usai kegiatan Safari Ramadan. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Sebelumnya, Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melakukan audiensi dengan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia guna membahas usulan revitalisasi Pasar Inpres Kebun Sayur di kawasan Balikpapan Barat.

    Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan menyampaikan harapan agar pasar tradisional tersebut dapat direvitalisasi melalui dukungan pemerintah pusat.

    “Pasar Inpres Kebun Sayur dinilai memiliki peran strategis sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat, serta menjadi salah satu pusat perdagangan tradisional di Kota Balikpapan,” ucap Rahmad kepada awak media, Rabu (4/3/2026) malam.

    Rahmad mengatakan, revitalisasi pasar tidak hanya bertujuan memperbaiki infrastruktur, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat perdagangan dalam negeri dan meningkatkan perputaran ekonomi daerah.

    “Kami ingin pasar rakyat semakin tertata, nyaman, dan mampu menjadi pusat distribusi produk lokal Balikpapan agar perputaran ekonomi semakin kuat,” ujarnya.

    Tidak hanya itu, Pemkot juga mendorong peningkatan daya saing produk unggulan daerah agar dapat menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk membuka peluang ekspor.

    “Dengan dukungan pemerintah pusat, kami optimistis produk UMKM dan komoditas unggulan daerah dapat naik kelas dan memberikan kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi,” tambahnya.

    Wali kota menjelaskan, proses pembangunan pasar nantinya diawali dengan rekomendasi dari Menteri Perdagangan yang kemudian diteruskan kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebagai pihak yang akan melaksanakan pembangunan.

    Pemkot Balikpapan, lanjutnya, akan terus mengawal proses tersebut agar rencana revitalisasi dapat segera terealisasi.

    “Rekomendasi dari Menteri Perdagangan akan diteruskan ke PUPR. Tentu pemerintah kota juga akan membantu mengawal prosesnya,” akunya.

    Saat ini Pemkot Balikpapan telah menyerahkan Detail Engineering Design (DED) pembangunan pasar dengan estimasi kebutuhan anggaran sekitar Rp180 miliar. Lahan yang akan digunakan merupakan aset milik pemerintah kota dengan luas sekitar 1,7 hektare.

    Menurut Rahmad, keberadaan pasar tersebut memiliki potensi ekonomi yang cukup besar. Saat ini tercatat sekitar 599 pedagang beraktivitas di Pasar Inpres Kebun Sayur.

    Jika rata-rata omzet pedagang mencapai sekitar Rp17 juta per bulan, maka total perputaran uang dari sekitar 559 pedagang dapat mencapai sekitar Rp10 miliar setiap bulan.

    “Kalau dihitung dalam satu tahun, perputaran ekonominya bisa mencapai sekitar Rp3,1 triliun. Ini potensi yang cukup besar dan dapat berdampak pada peningkatan pendapatan asli daerah,” jelasnya.

    Ia menambahkan, konsep pembangunan pasar yang direncanakan juga telah mendapatkan persetujuan dari para pedagang. Hal ini diharapkan dapat mendukung kelancaran proses revitalisasi di masa mendatang sekaligus meningkatkan kenyamanan bagi pedagang maupun pengunjung pasar.

    (Sf/Rs)