Cari disini...
Seputar Kaltim
Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud saat diwawancarai awak media. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Isu beras oplosan yang belakangan ini ramai diperbincangkan di tengah masyarakat mendapat perhatian serius dari Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud.
Pemerintah Kota Balikpapan segera mengambil langkah cepat dengan menurunkan tim dari Dinas Perdagangan untuk melakukan pengecekan langsung ke lapangan.
Tim tersebut akan menyasar sejumlah distributor beras, termasuk ritel besar seperti Maxi dan supermarket lainnya, guna memastikan tidak ada praktik penjualan beras oplosan maupun pelanggaran terhadap Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Dinas Perdagangan akan kami turunkan untuk melakukan pengecekan. Kami ingin memastikan tidak ada distributor atau pihak mana pun yang menjual di atas HET,” tegas Wali Kota Rahmad Mas’ud.
Pemerintah Kota juga membentuk tim khusus untuk mengawasi distribusi dan ketersediaan beras di pasar. Ini dilakukan sebagai upaya pencegahan agar tidak terjadi kelangkaan maupun penimbunan oleh oknum yang ingin mengambil keuntungan pribadi.
Apalagi sebelumnya, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kaltim juga telah melakukan penyelidikan terkait dugaan beras oplosan.
“Apabila ditemukan indikasi adanya praktik beras oplosan, tentu akan ditindak sesuai hukum yang berlaku,” imbuhnya.
Pemkot juga akan berkoordinasi dengan Bulog untuk memastikan pasokan beras tetap aman dan bisa didistribusikan dengan baik ke masyarakat. Langkah ini penting untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di pasar.
“Kami juga akan cek stok beras dari Bulog. Supaya suplai ke masyarakat tetap lancar, termasuk dari gudang Bulog langsung ke tangan warga,” tambahnya.
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik. Warga juga diminta melapor jika menemukan dugaan penjualan beras oplosan atau harga beras yang tidak sesuai ketentuan.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud saat diwawancarai awak media. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Isu beras oplosan yang belakangan ini ramai diperbincangkan di tengah masyarakat mendapat perhatian serius dari Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud.
Pemerintah Kota Balikpapan segera mengambil langkah cepat dengan menurunkan tim dari Dinas Perdagangan untuk melakukan pengecekan langsung ke lapangan.
Tim tersebut akan menyasar sejumlah distributor beras, termasuk ritel besar seperti Maxi dan supermarket lainnya, guna memastikan tidak ada praktik penjualan beras oplosan maupun pelanggaran terhadap Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Dinas Perdagangan akan kami turunkan untuk melakukan pengecekan. Kami ingin memastikan tidak ada distributor atau pihak mana pun yang menjual di atas HET,” tegas Wali Kota Rahmad Mas’ud.
Pemerintah Kota juga membentuk tim khusus untuk mengawasi distribusi dan ketersediaan beras di pasar. Ini dilakukan sebagai upaya pencegahan agar tidak terjadi kelangkaan maupun penimbunan oleh oknum yang ingin mengambil keuntungan pribadi.
Apalagi sebelumnya, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kaltim juga telah melakukan penyelidikan terkait dugaan beras oplosan.
“Apabila ditemukan indikasi adanya praktik beras oplosan, tentu akan ditindak sesuai hukum yang berlaku,” imbuhnya.
Pemkot juga akan berkoordinasi dengan Bulog untuk memastikan pasokan beras tetap aman dan bisa didistribusikan dengan baik ke masyarakat. Langkah ini penting untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di pasar.
“Kami juga akan cek stok beras dari Bulog. Supaya suplai ke masyarakat tetap lancar, termasuk dari gudang Bulog langsung ke tangan warga,” tambahnya.
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik. Warga juga diminta melapor jika menemukan dugaan penjualan beras oplosan atau harga beras yang tidak sesuai ketentuan.
(Sf/Rs)