Seputar Kaltim

    Wali Kota Balikpapan Imbau Pengetap BBM Hentikan Praktik Ilegal, Dorong Kolaborasi Resmi dengan Pertamina

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud (Kiri) yang mengajak warga untuk berkolaborasi dengan Pertamina untuk menjual bensin eceran. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, menyampaikan imbauan tegas kepada pelaku pengetapan Bahan Bakar Minyak (BBM) agar menghentikan praktik tersebut. 

    Ia menekankan bahwa tindakan mengetap BBM merugikan masyarakat, terutama saat terjadi kelangkaan.

    “Kasihan warga kita. Saya minta kepada para pengetap untuk berhenti. Ini bukan soal menghalangi rezeki, tapi demi kepentingan bersama,” ujar Rahmad kepada awak media, Jumat (23/5/2025).

    Menurutnya, jika masyarakat ingin menjual BBM secara legal, sebaiknya berkoordinasi langsung dengan pihak Pertamina. Pemerintah membuka peluang luas bagi warga untuk ikut serta dalam penyaluran BBM secara resmi.

    “Silakan hubungi Pertamina. Ada regulasi yang memungkinkan penjualan BBM eceran secara legal. Salah satunya melalui program Pertasol. Bahkan ada juga SPBU Kompak, yang skalanya sedikit lebih besar,” jelasnya.

    Wali Kota menekankan pentingnya sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan Pertamina untuk menjaga kelancaran distribusi BBM di Balikpapan. Ia berharap, melalui kerja sama yang baik, kelangkaan BBM di wilayahnya bisa dihindari di masa depan.

    Terkait minimnya jumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Balikpapan, Rahmad menegaskan bahwa masalahnya bukan pada kurangnya investor, melainkan harga tanah yang tinggi.

    “Bukan tidak ada yang mau berinvestasi. Tapi harga tanah di Balikpapan memang mahal. Itu jadi salah satu tantangan yang perlu kita pikirkan bersama,” akunya.

    Dalam hal ini, ia meminta keterlibatan aktif dari Pertamina sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Ia berharap Pertamina bisa turun tangan langsung untuk membangun SPBU tambahan agar kebutuhan BBM warga tetap terpenuhi.

    “Kami bersama Pertamina membuka kesempatan seluas-luasnya bagi siapa saja yang ingin berinvestasi membangun SPBU di Balikpapan. Jangan jadikan harga tanah sebagai alasan. Yang penting stok BBM di kota kita aman,” pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Wali Kota Balikpapan Imbau Pengetap BBM Hentikan Praktik Ilegal, Dorong Kolaborasi Resmi dengan Pertamina

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud (Kiri) yang mengajak warga untuk berkolaborasi dengan Pertamina untuk menjual bensin eceran. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, menyampaikan imbauan tegas kepada pelaku pengetapan Bahan Bakar Minyak (BBM) agar menghentikan praktik tersebut. 

    Ia menekankan bahwa tindakan mengetap BBM merugikan masyarakat, terutama saat terjadi kelangkaan.

    “Kasihan warga kita. Saya minta kepada para pengetap untuk berhenti. Ini bukan soal menghalangi rezeki, tapi demi kepentingan bersama,” ujar Rahmad kepada awak media, Jumat (23/5/2025).

    Menurutnya, jika masyarakat ingin menjual BBM secara legal, sebaiknya berkoordinasi langsung dengan pihak Pertamina. Pemerintah membuka peluang luas bagi warga untuk ikut serta dalam penyaluran BBM secara resmi.

    “Silakan hubungi Pertamina. Ada regulasi yang memungkinkan penjualan BBM eceran secara legal. Salah satunya melalui program Pertasol. Bahkan ada juga SPBU Kompak, yang skalanya sedikit lebih besar,” jelasnya.

    Wali Kota menekankan pentingnya sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan Pertamina untuk menjaga kelancaran distribusi BBM di Balikpapan. Ia berharap, melalui kerja sama yang baik, kelangkaan BBM di wilayahnya bisa dihindari di masa depan.

    Terkait minimnya jumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Balikpapan, Rahmad menegaskan bahwa masalahnya bukan pada kurangnya investor, melainkan harga tanah yang tinggi.

    “Bukan tidak ada yang mau berinvestasi. Tapi harga tanah di Balikpapan memang mahal. Itu jadi salah satu tantangan yang perlu kita pikirkan bersama,” akunya.

    Dalam hal ini, ia meminta keterlibatan aktif dari Pertamina sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Ia berharap Pertamina bisa turun tangan langsung untuk membangun SPBU tambahan agar kebutuhan BBM warga tetap terpenuhi.

    “Kami bersama Pertamina membuka kesempatan seluas-luasnya bagi siapa saja yang ingin berinvestasi membangun SPBU di Balikpapan. Jangan jadikan harga tanah sebagai alasan. Yang penting stok BBM di kota kita aman,” pungkasnya.

    (Sf/Rs)