Wali Kota Balikpapan Dorong Pengerukan DAS Manggar untuk Atasi Krisis Air

    Seputarfakta.com - Maya Sari -

    Seputar Kaltim

    16 April 2026 07:08 WIB

    Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud saat ditemui awak media. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud menyampaikan rencana pengerukan daerah aliran sungai (DAS) sebagai salah satu solusi jangka menengah untuk mengatasi persoalan ketersediaan air bersih di Kota Balikpapan.

    Hal tersebut disampaikan Rahmad usai pertemuannya dengan Balai Wilayah Sungai Kalimantan IV, Selasa (15/4) kemarin. Ia menjelaskan, pemerintah kota berencana mulai mengerjakan penanganan di kawasan belakang Pasar Segar, Sungai Ampal, pada tahun ini.

    Menurutnya, salah satu langkah strategis yang kini telah mendapat persetujuan adalah pengerukan DAS Manggar. Sebelumnya, usulan tersebut sempat terkendala izin, namun kini telah diizinkan oleh pihak terkait.

    “Pengerukan DAS Manggar ini menjadi salah satu solusi untuk menambah kapasitas tampungan air baku. Alhamdulillah sekarang sudah diizinkan,” ucap Rahmad kepada awak media, Kamis (16/4/2026).

    Ia menilai, pengerukan lebih efisien dibandingkan pembebasan lahan baru. Dengan rencana pengerukan hingga mencapai luas sekitar 20 hektare dengan kedalaman dua meter, kapasitas tampungan air dinilai bisa meningkat signifikan.

    “Kalau kami keruk, tidak perlu pengadaan lahan yang justru memakan biaya besar. Ini bisa menjadi satu kesatuan yang memudahkan pengelolaan sumber air,” jelasnya.

    Dia memperkirakan, pengerukan tersebut berpotensi menambah debit air hingga 100–200 meter kubik per detik. Selain meningkatkan kapasitas tampungan, langkah ini juga diharapkan mampu mengatasi pendangkalan sungai.

    Meski demikian, pelaksanaan proyek secara menyeluruh direncanakan mulai tahun 2026. 

    “Untuk jangka pendek, pemerintah tetap menyiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi dampak fenomena El Nino yang diperkirakan terjadi pada pertengahan tahun,” lanjutnya.

    Wali kota mengimbau masyarakat agar tidak panik dalam menghadapi kemungkinan kekurangan air. Ia meminta warga menggunakan air secara bijak dan tidak berlebihan.

    “Kalau panik, justru bisa memicu penimbunan air yang tidak merata. Kami minta masyarakat tetap tenang dan menggunakan air sehemat mungkin,” katanya.

    Selain itu, warga juga disarankan menyiapkan cadangan air secara mandiri, seperti menyediakan tandon atau drum penampungan.

    “Kalau perlu siapkan dua sampai tiga drum. Tapi kalau cepat habis, berarti penggunaannya masih boros,” tambahnya.

    Ia optimistis, dengan kombinasi pengerukan DAS dan penguatan sistem tampungan air, ketahanan air di Balikpapan akan semakin baik, meskipun menghadapi tantangan perubahan iklim.

    (Sf/Rs)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    Wali Kota Balikpapan Dorong Pengerukan DAS Manggar untuk Atasi Krisis Air

    Seputarfakta.com - Maya Sari -

    Seputar Kaltim

    16 April 2026 07:08 WIB

    Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud saat ditemui awak media. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud menyampaikan rencana pengerukan daerah aliran sungai (DAS) sebagai salah satu solusi jangka menengah untuk mengatasi persoalan ketersediaan air bersih di Kota Balikpapan.

    Hal tersebut disampaikan Rahmad usai pertemuannya dengan Balai Wilayah Sungai Kalimantan IV, Selasa (15/4) kemarin. Ia menjelaskan, pemerintah kota berencana mulai mengerjakan penanganan di kawasan belakang Pasar Segar, Sungai Ampal, pada tahun ini.

    Menurutnya, salah satu langkah strategis yang kini telah mendapat persetujuan adalah pengerukan DAS Manggar. Sebelumnya, usulan tersebut sempat terkendala izin, namun kini telah diizinkan oleh pihak terkait.

    “Pengerukan DAS Manggar ini menjadi salah satu solusi untuk menambah kapasitas tampungan air baku. Alhamdulillah sekarang sudah diizinkan,” ucap Rahmad kepada awak media, Kamis (16/4/2026).

    Ia menilai, pengerukan lebih efisien dibandingkan pembebasan lahan baru. Dengan rencana pengerukan hingga mencapai luas sekitar 20 hektare dengan kedalaman dua meter, kapasitas tampungan air dinilai bisa meningkat signifikan.

    “Kalau kami keruk, tidak perlu pengadaan lahan yang justru memakan biaya besar. Ini bisa menjadi satu kesatuan yang memudahkan pengelolaan sumber air,” jelasnya.

    Dia memperkirakan, pengerukan tersebut berpotensi menambah debit air hingga 100–200 meter kubik per detik. Selain meningkatkan kapasitas tampungan, langkah ini juga diharapkan mampu mengatasi pendangkalan sungai.

    Meski demikian, pelaksanaan proyek secara menyeluruh direncanakan mulai tahun 2026. 

    “Untuk jangka pendek, pemerintah tetap menyiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi dampak fenomena El Nino yang diperkirakan terjadi pada pertengahan tahun,” lanjutnya.

    Wali kota mengimbau masyarakat agar tidak panik dalam menghadapi kemungkinan kekurangan air. Ia meminta warga menggunakan air secara bijak dan tidak berlebihan.

    “Kalau panik, justru bisa memicu penimbunan air yang tidak merata. Kami minta masyarakat tetap tenang dan menggunakan air sehemat mungkin,” katanya.

    Selain itu, warga juga disarankan menyiapkan cadangan air secara mandiri, seperti menyediakan tandon atau drum penampungan.

    “Kalau perlu siapkan dua sampai tiga drum. Tapi kalau cepat habis, berarti penggunaannya masih boros,” tambahnya.

    Ia optimistis, dengan kombinasi pengerukan DAS dan penguatan sistem tampungan air, ketahanan air di Balikpapan akan semakin baik, meskipun menghadapi tantangan perubahan iklim.

    (Sf/Rs)