Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Kemenag Berau, Kabul Budiyono. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Wacana mengenai libur sekolah selama bulan ramadan penuh terus bermunculan di berbagai lembaga pendidikan.
Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Berau, Kabul Budiyono mengatakan, akan tetap mendukung ketika terjadi libur sekolah selama bulan ramadan yang akan datang. Namun, ia menegaskan akan libur bukan sepenuhnya libur tanpa ada kegiatan.
"Sekalipun memang ada wacana anak-anak sekolah kita itu libur. Kami di Kemenag insyaAllah tetap akan mengupayakan kegiatan-kegiatan di sekolah," ujar Kepala Kemenag Berau, Kabul Budiyono.
Ia juga mengatakan, bahwa pola libur ini sudah beberapa kali diterapkan, ada yang libur penuh selama ramadan dan ada juga libur di awal ramadan, dua minggu masuk sekolah, dan satu minggu libur setelah Idulfitri.
"Sudah sangat sering terjadi pembahasan terkait pengaturan jadwal libur sekolah selama ramadan dan telah melalui berbagai kajian," ungkapnya.
Selain itu, Ia mengatakan sekalipun secara formal sekolah itu diliburkan kemenag akan tetap melaksanakan beberapa kegiatan-kegiatan yang sifatnya menunjang keagamaan anak-anak sekolah. Hal itu bertujuan untuk mengisi waktu luang para siswa selama libur sekolah dengan kegiatan yang bermanfaat, sekaligus memperdalam pemahaman agama para siswa.
"Salah satunya adalah pesantren kilat, pesantren ramadan, tadarus bersama, kemudian nanti mungkin ada itikaf, buka bersama dan segala macam," tuturnya.
Dirinya pun menegaskan, pentingnya pendidikan agama dan moral selama ramadan untuk anak sekolah. Sehingga meski kegiatan akademik libur, akan tetapi untuk kegiatan keagamaan tetap terus berjalan guna membentuk karakter religius para peserta didik atau siswa.
"Libur bukan berarti berhenti belajar, namun momen ramadan menjadi kesempatan untuk diisi dengan aktivitas yang bermanfaat," bebernya.
Kabul pun berharap bahwa sekolah-sekolah di Kabupaten Berau dapat memanfaatkan momentum bulan suci ramadan untuk memperdalam pendidikan karakter siswa dan agama serta melakukan kegiatan yang bermanfaat.
"Kami ingin anak-anak dapat menjalani bulan ramadan dengan penuh makna, serta menjadi pribadi yang lebih taat dan peduli terhadap sesama," pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Kemenag Berau, Kabul Budiyono. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Wacana mengenai libur sekolah selama bulan ramadan penuh terus bermunculan di berbagai lembaga pendidikan.
Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Berau, Kabul Budiyono mengatakan, akan tetap mendukung ketika terjadi libur sekolah selama bulan ramadan yang akan datang. Namun, ia menegaskan akan libur bukan sepenuhnya libur tanpa ada kegiatan.
"Sekalipun memang ada wacana anak-anak sekolah kita itu libur. Kami di Kemenag insyaAllah tetap akan mengupayakan kegiatan-kegiatan di sekolah," ujar Kepala Kemenag Berau, Kabul Budiyono.
Ia juga mengatakan, bahwa pola libur ini sudah beberapa kali diterapkan, ada yang libur penuh selama ramadan dan ada juga libur di awal ramadan, dua minggu masuk sekolah, dan satu minggu libur setelah Idulfitri.
"Sudah sangat sering terjadi pembahasan terkait pengaturan jadwal libur sekolah selama ramadan dan telah melalui berbagai kajian," ungkapnya.
Selain itu, Ia mengatakan sekalipun secara formal sekolah itu diliburkan kemenag akan tetap melaksanakan beberapa kegiatan-kegiatan yang sifatnya menunjang keagamaan anak-anak sekolah. Hal itu bertujuan untuk mengisi waktu luang para siswa selama libur sekolah dengan kegiatan yang bermanfaat, sekaligus memperdalam pemahaman agama para siswa.
"Salah satunya adalah pesantren kilat, pesantren ramadan, tadarus bersama, kemudian nanti mungkin ada itikaf, buka bersama dan segala macam," tuturnya.
Dirinya pun menegaskan, pentingnya pendidikan agama dan moral selama ramadan untuk anak sekolah. Sehingga meski kegiatan akademik libur, akan tetapi untuk kegiatan keagamaan tetap terus berjalan guna membentuk karakter religius para peserta didik atau siswa.
"Libur bukan berarti berhenti belajar, namun momen ramadan menjadi kesempatan untuk diisi dengan aktivitas yang bermanfaat," bebernya.
Kabul pun berharap bahwa sekolah-sekolah di Kabupaten Berau dapat memanfaatkan momentum bulan suci ramadan untuk memperdalam pendidikan karakter siswa dan agama serta melakukan kegiatan yang bermanfaat.
"Kami ingin anak-anak dapat menjalani bulan ramadan dengan penuh makna, serta menjadi pribadi yang lebih taat dan peduli terhadap sesama," pungkasnya.
(Sf/Rs)