Seputar Kaltim

    Walaupun Ada 102 Titik Panas, BPBD Kaltim Klaim Karhutla Bisa Dikendalikan

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    13 September 2023 pukul 11:07 WITA

    Samarinda - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) klaim Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) bisa dikendalikan. 

    Kepala Pelaksana BPBD Kaltim, Agus Tianur menyebut, pihaknya memaksimalkan keterlibatan semua pihak dalam memperkuat penanganan Karhutla. 

    "Karhutla di Kaltim masih mampu kita kendalikan dibandingkan dengan provinsi lain pulau Kalimantan," kata Agus, ditemui usai rapat di Kantor Gubernur, Samarinda, Selasa (12/9/2023) sore.

    Rapat koordinasi bersama organisasi perangkat daerah (OPD) ini, kata Agus dilakukan demi keterlibatan OPD dalam membantu penanganan dengan menyiapkan SDM dan peralatan.

    "Semua pihak OPD sudah diinstruksikan oleh Gubernur untuk membantu penanganan karhutla," ungkapnya. 

    Meski demikian, tantangan penanganan Karhutla juga tak bisa dibilang mudah. 

    Catatan BMKG, saat ini terdapat sedikitnya 102 titik panas yang memicu terjadinya Karhutla di beberapa kabupaten di Kaltim, salah satunya di Kecamatan Jempang, Kutai Barat.

    Tapi, sekali lagi. Agus optimis bisa mengatasi hal tersebut. 

    "Pertama, tadi laporan dari OPD mereka juga memperkuat sinergi dengan mitra strategis mereka untuk keperluan penanganan. Kedua, kebetulan lahan gambut di Kaltim tidak sebanyak di kalsel. Ketiga, kesadaran masyarakat bahaya dari Karhutla sudah begitu kuat dan terakhir kepedulian mereka sudah semakin tinggi," bebernya.

    Adapun data terkini lahan yang terdampak dari Karhutla sudah mencapai 800 hektare (Ha). Terjadinya perselisihan data dengan Dinas Kehutanan. "Kalau kehutanan sekitar 900an wajar lah ya karena Kaltim kan luas mungkin ada titik tertentu yang tidak tepat," ujarnya.

    Ia mengharapkan terjadinya siaga Karhutla ini berakhir di bulan September, melihat kondisi cuaca saat ini sudah mulai diguyur hujan. "Kita perkuat terus. Ini kan gubernur menetapkan siaga karhutla ini kan sampai November. Mudahan engga sampai itu sudah berakhir," tutupnya.

    (Sf/Rs)

     

    Seputar Kaltim

    Walaupun Ada 102 Titik Panas, BPBD Kaltim Klaim Karhutla Bisa Dikendalikan

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    13 September 2023 pukul 11:07 WITA

    Samarinda - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) klaim Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) bisa dikendalikan. 

    Kepala Pelaksana BPBD Kaltim, Agus Tianur menyebut, pihaknya memaksimalkan keterlibatan semua pihak dalam memperkuat penanganan Karhutla. 

    "Karhutla di Kaltim masih mampu kita kendalikan dibandingkan dengan provinsi lain pulau Kalimantan," kata Agus, ditemui usai rapat di Kantor Gubernur, Samarinda, Selasa (12/9/2023) sore.

    Rapat koordinasi bersama organisasi perangkat daerah (OPD) ini, kata Agus dilakukan demi keterlibatan OPD dalam membantu penanganan dengan menyiapkan SDM dan peralatan.

    "Semua pihak OPD sudah diinstruksikan oleh Gubernur untuk membantu penanganan karhutla," ungkapnya. 

    Meski demikian, tantangan penanganan Karhutla juga tak bisa dibilang mudah. 

    Catatan BMKG, saat ini terdapat sedikitnya 102 titik panas yang memicu terjadinya Karhutla di beberapa kabupaten di Kaltim, salah satunya di Kecamatan Jempang, Kutai Barat.

    Tapi, sekali lagi. Agus optimis bisa mengatasi hal tersebut. 

    "Pertama, tadi laporan dari OPD mereka juga memperkuat sinergi dengan mitra strategis mereka untuk keperluan penanganan. Kedua, kebetulan lahan gambut di Kaltim tidak sebanyak di kalsel. Ketiga, kesadaran masyarakat bahaya dari Karhutla sudah begitu kuat dan terakhir kepedulian mereka sudah semakin tinggi," bebernya.

    Adapun data terkini lahan yang terdampak dari Karhutla sudah mencapai 800 hektare (Ha). Terjadinya perselisihan data dengan Dinas Kehutanan. "Kalau kehutanan sekitar 900an wajar lah ya karena Kaltim kan luas mungkin ada titik tertentu yang tidak tepat," ujarnya.

    Ia mengharapkan terjadinya siaga Karhutla ini berakhir di bulan September, melihat kondisi cuaca saat ini sudah mulai diguyur hujan. "Kita perkuat terus. Ini kan gubernur menetapkan siaga karhutla ini kan sampai November. Mudahan engga sampai itu sudah berakhir," tutupnya.

    (Sf/Rs)