Seputar Kaltim

    Walau Kalah dari Irak, Wali Kota Samarinda Minta Warganya Tetap Dukung Timnas Sepakbola Indonesia

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    03 Mei 2024 pukul 14:08 WITA

    Wali Kota Samarinda, Andi Harun saat diwawancarai, setelah nonton bareng Tim Nasional Indonesia U23 melawan Iraq U23 dalam kontestasi Piala Asia U23 di Halaman Parkir GOR Segiri, Samarinda, pada Jum'at (3/5/2024) dinihari. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Meskipun mengalami kekalahan dari Irak dengan skor 2-1 dalam pertandingan perebutan posisi ketiga Piala Asia U-23 2023, asa Tim Nasional (Timnas) Indonesia untuk merebut tiket ke Olimpiade Paris 2024 masih terjaga. 

    Pertandingan yang berlangsung dini hari tadi, semangat juang tinggi dari skuad Garuda Muda, yang berhasil mencapai semifinal dalam turnamen ini, sesuai dengan target yang telah ditetapkan oleh Ketua Umum PSSI, Erick Thohir.

    Pertandingan melawan Irak menjadi penentu bagi Indonesia untuk lolos langsung ke Olimpiade mendatang. Dukungan penuh dari para penggemar sepak bola dan suporter timnas terlihat jelas, tidak hanya di stadion tetapi juga melalui acara nonton bareng yang diadakan di berbagai kota di Indonesia, termasuk Samarinda.

    Timnas Indonesia membuka skor lebih dulu melalui gol yang dicetak oleh Ivar Jenner pada menit ke-19. Tendangan kerasnya yang berawal dari sepak pojok berhasil menembus gawang lawan. Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan lama karena Zaid Tahseen dari Irak berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-27. Pertandingan berlanjut dengan skor imbang hingga akhir babak kedua.

    Namun, nasib sial menimpa Timnas ketika memasuki babak waktu tambahan. Ali Jasem, pemain andalan Irak, berhasil mencetak gol pada menit ke-96, yang pada akhirnya menentukan kemenangan bagi Irak.

    Wali Kota Samarinda, Andi Harun, yang turut hadir dalam sesi nonton bareng yang diadakan oleh Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Samarinda, menyatakan bahwa meskipun hasilnya mengecewakan, usaha yang telah dikerahkan oleh timnas U-23 sudah maksimal. "Kita harus menerima kekalahan ini sebagai bagian dari permainan sepak bola," ujar Andi Harun.

    Beliau tetap optimis bahwa Timnas Indonesia memiliki peluang untuk melaju ke Olimpiade, sebuah pencapaian yang belum terulang sejak tahun 1958 di Melbourne. "Kita masih memiliki kesempatan melalui pertandingan playoff di Paris melawan perwakilan dari Afrika. Semangat juang pasukan Garuda tidak akan kendur, dan kita berharap mereka dapat memenangkan pertandingan tersebut," tambahnya.

    Meskipun peluangnya dianggap 50-50, Andi Harun yakin bahwa semangat merah putih akan membawa tim lebih jauh. "Ini akan mencetak sejarah yang belum terulang selama puluhan tahun, dan kita berdoa agar warga Samarinda dan seluruh Indonesia dapat memberikan dukungan terbaiknya," tuturnya.

    Kepala Disporapar, Muslimin, juga mengonfirmasi bahwa nonton bareng untuk pertandingan Timnas U-23 melawan Guinea U-23 akan tetap dilaksanakan, dengan mempertimbangkan situasi waktu. "Jika pertandingannya tidak terlalu malam, kita akan tetap mengadakan nonton bareng bersama Pak Wali," ungkap Muslimin.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Walau Kalah dari Irak, Wali Kota Samarinda Minta Warganya Tetap Dukung Timnas Sepakbola Indonesia

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    03 Mei 2024 pukul 14:08 WITA

    Wali Kota Samarinda, Andi Harun saat diwawancarai, setelah nonton bareng Tim Nasional Indonesia U23 melawan Iraq U23 dalam kontestasi Piala Asia U23 di Halaman Parkir GOR Segiri, Samarinda, pada Jum'at (3/5/2024) dinihari. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Meskipun mengalami kekalahan dari Irak dengan skor 2-1 dalam pertandingan perebutan posisi ketiga Piala Asia U-23 2023, asa Tim Nasional (Timnas) Indonesia untuk merebut tiket ke Olimpiade Paris 2024 masih terjaga. 

    Pertandingan yang berlangsung dini hari tadi, semangat juang tinggi dari skuad Garuda Muda, yang berhasil mencapai semifinal dalam turnamen ini, sesuai dengan target yang telah ditetapkan oleh Ketua Umum PSSI, Erick Thohir.

    Pertandingan melawan Irak menjadi penentu bagi Indonesia untuk lolos langsung ke Olimpiade mendatang. Dukungan penuh dari para penggemar sepak bola dan suporter timnas terlihat jelas, tidak hanya di stadion tetapi juga melalui acara nonton bareng yang diadakan di berbagai kota di Indonesia, termasuk Samarinda.

    Timnas Indonesia membuka skor lebih dulu melalui gol yang dicetak oleh Ivar Jenner pada menit ke-19. Tendangan kerasnya yang berawal dari sepak pojok berhasil menembus gawang lawan. Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan lama karena Zaid Tahseen dari Irak berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-27. Pertandingan berlanjut dengan skor imbang hingga akhir babak kedua.

    Namun, nasib sial menimpa Timnas ketika memasuki babak waktu tambahan. Ali Jasem, pemain andalan Irak, berhasil mencetak gol pada menit ke-96, yang pada akhirnya menentukan kemenangan bagi Irak.

    Wali Kota Samarinda, Andi Harun, yang turut hadir dalam sesi nonton bareng yang diadakan oleh Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Samarinda, menyatakan bahwa meskipun hasilnya mengecewakan, usaha yang telah dikerahkan oleh timnas U-23 sudah maksimal. "Kita harus menerima kekalahan ini sebagai bagian dari permainan sepak bola," ujar Andi Harun.

    Beliau tetap optimis bahwa Timnas Indonesia memiliki peluang untuk melaju ke Olimpiade, sebuah pencapaian yang belum terulang sejak tahun 1958 di Melbourne. "Kita masih memiliki kesempatan melalui pertandingan playoff di Paris melawan perwakilan dari Afrika. Semangat juang pasukan Garuda tidak akan kendur, dan kita berharap mereka dapat memenangkan pertandingan tersebut," tambahnya.

    Meskipun peluangnya dianggap 50-50, Andi Harun yakin bahwa semangat merah putih akan membawa tim lebih jauh. "Ini akan mencetak sejarah yang belum terulang selama puluhan tahun, dan kita berdoa agar warga Samarinda dan seluruh Indonesia dapat memberikan dukungan terbaiknya," tuturnya.

    Kepala Disporapar, Muslimin, juga mengonfirmasi bahwa nonton bareng untuk pertandingan Timnas U-23 melawan Guinea U-23 akan tetap dilaksanakan, dengan mempertimbangkan situasi waktu. "Jika pertandingannya tidak terlalu malam, kita akan tetap mengadakan nonton bareng bersama Pak Wali," ungkap Muslimin.

    (Sf/Rs)