Cari disini...
Seputar Kaltim
Wakil Rektor III Universitas Mulawarman Samarinda, Prof. Bahzar. (Foto: Arman/Seputarfakta.com)
Samarinda - Dugaan penggelapan dana donasi untuk korban bencana di Muara Bengkal, Kutai Timur yang menyeret oknum pengurus BEM KM Unmul berbuntut panjang.
Wakil Rektor III Universitas Mulawarman, Prof. Bahzar, memastikan pihaknya tidak akan main-main. Jika terbukti uang donasi itu benar-benar digelapkan, sanksi pemecatan menanti.
"Yang jelas kami tegas. Kalau memang ada bukti uang itu ditilap, kita keluarkan dari Unmul," kata Bahzar ditemui Seputarfakta, Kamis (24/9/2026).
Menurut dia, terduga pelaku sudah dipanggil ke rektorat untuk dimintai klarifikasi. Tidak hanya itu, orang tua mahasiswa yang bersangkutan juga akan dipanggil dalam dua hari ke depan.
"Sudah kita panggil yang bersangkutan. Dalam dua hari ini kita panggil orang tuanya lagi," ucapnya.
Bahzar menyebut, dari hasil pemanggilan sebelumnya, satu mahasiswa sudah lebih dulu dikeluarkan. Mahasiswa tersebut tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Teknik.
Bagi Bahzar, ketegasan ini penting agar kejadian serupa tidak terulang dan tidak menjadi kebiasaan di kalangan mahasiswa.
"Jangan sampai jadi tren. Kalau tidak kita tegaskan sekarang, nanti kejadian lagi. Ini biar jadi pelajaran untuk yang lain," ujarnya.
Pihak kampus, lanjut dia, juga akan terus mengingatkan agar gerakan mahasiswa tetap berlandaskan kejujuran dan moral.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Wakil Rektor III Universitas Mulawarman Samarinda, Prof. Bahzar. (Foto: Arman/Seputarfakta.com)
Samarinda - Dugaan penggelapan dana donasi untuk korban bencana di Muara Bengkal, Kutai Timur yang menyeret oknum pengurus BEM KM Unmul berbuntut panjang.
Wakil Rektor III Universitas Mulawarman, Prof. Bahzar, memastikan pihaknya tidak akan main-main. Jika terbukti uang donasi itu benar-benar digelapkan, sanksi pemecatan menanti.
"Yang jelas kami tegas. Kalau memang ada bukti uang itu ditilap, kita keluarkan dari Unmul," kata Bahzar ditemui Seputarfakta, Kamis (24/9/2026).
Menurut dia, terduga pelaku sudah dipanggil ke rektorat untuk dimintai klarifikasi. Tidak hanya itu, orang tua mahasiswa yang bersangkutan juga akan dipanggil dalam dua hari ke depan.
"Sudah kita panggil yang bersangkutan. Dalam dua hari ini kita panggil orang tuanya lagi," ucapnya.
Bahzar menyebut, dari hasil pemanggilan sebelumnya, satu mahasiswa sudah lebih dulu dikeluarkan. Mahasiswa tersebut tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Teknik.
Bagi Bahzar, ketegasan ini penting agar kejadian serupa tidak terulang dan tidak menjadi kebiasaan di kalangan mahasiswa.
"Jangan sampai jadi tren. Kalau tidak kita tegaskan sekarang, nanti kejadian lagi. Ini biar jadi pelajaran untuk yang lain," ujarnya.
Pihak kampus, lanjut dia, juga akan terus mengingatkan agar gerakan mahasiswa tetap berlandaskan kejujuran dan moral.
(Sf/Rs)