Cari disini...
Seputar Kaltim
Wakil Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Arif Kurniawan saat didatangi di ruangannya, Kamis (2/1/2025). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda – Wakil Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Arif Kurniawan, menyampaikan apresiasi terhadap program pembangunan terowongan yang digagas oleh Wali Kota Samarinda, Andi Harun. Menurutnya, proyek ini merupakan langkah inovatif dalam mengatasi kemacetan yang kerap terjadi di kawasan tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi program yang dilakukan oleh Pak Wali, termasuk pembangunan terowongan ini. Ini merupakan terowongan pertama yang dibangun di tingkat kota atau kabupaten,” ujar Arif saat ditemui di ruangannya, Kamis (2/1/2025).
Arif mengakui bahwa proses pembangunan terowongan tidaklah mudah, terutama karena mempertimbangkan aspek keselamatan. Sehingga ia memaklumi adanya kemoloran waktu dalam progresnya. “Kami berharap progres berjalan dengan baik dan semaksimal mungkin,” tambahnya.
Ia juga menyinggung kendala teknis yang mungkin dihadapi selama pelaksanaan proyek. Terkait kendala yang ada, kata dia, ini bukan karena kesengajaan, melainkan lebih kepada faktor teknis. Nantinya Komisi III akan berkoordinasi dengan Dinas PUPR Samarinda untuk memantau perkembangan proyek ini.
“Selama ini kami sudah bertemu dengan PUPR, dan mereka sudah menyampaikan progresnya. Kami terus memberikan dukungan, yang terpenting terowongan ini bisa tembus dulu, kemudian dilanjutkan dengan tahap finishing,” ujarnya.
Arif juga menyebutkan bahwa pelebaran jalan di sekitar terowongan mungkin menjadi langkah lanjutan setelah proyek ini rampung. Namun, ia menekankan perlunya kajian mendalam terkait dampak sosialnya. “Pelebaran jalan memang perlu, tetapi tidak mudah. Tetap kami dukung sambil melihat kajian lebih lanjut terkait output terowongan ini,” tuturnya.
Komitmen dari berbagai pihak terus didorong agar proyek ini dapat segera selesai dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat. Ia menekankan pentingnya peran kontraktor dalam menyelesaikan proyek ini tepat waktu dan sesuai harapan masyarakat.
“Harapan kami dari Komisi III, kontraktor bisa lebih maksimal kerjanya. Proyek ini diharapkan menjadi solusi pemecah kemacetan, terutama di kawasan Sungai Dama, sekaligus mengurangi risiko insiden di jalan yang padat,” pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Wakil Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Arif Kurniawan saat didatangi di ruangannya, Kamis (2/1/2025). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda – Wakil Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Arif Kurniawan, menyampaikan apresiasi terhadap program pembangunan terowongan yang digagas oleh Wali Kota Samarinda, Andi Harun. Menurutnya, proyek ini merupakan langkah inovatif dalam mengatasi kemacetan yang kerap terjadi di kawasan tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi program yang dilakukan oleh Pak Wali, termasuk pembangunan terowongan ini. Ini merupakan terowongan pertama yang dibangun di tingkat kota atau kabupaten,” ujar Arif saat ditemui di ruangannya, Kamis (2/1/2025).
Arif mengakui bahwa proses pembangunan terowongan tidaklah mudah, terutama karena mempertimbangkan aspek keselamatan. Sehingga ia memaklumi adanya kemoloran waktu dalam progresnya. “Kami berharap progres berjalan dengan baik dan semaksimal mungkin,” tambahnya.
Ia juga menyinggung kendala teknis yang mungkin dihadapi selama pelaksanaan proyek. Terkait kendala yang ada, kata dia, ini bukan karena kesengajaan, melainkan lebih kepada faktor teknis. Nantinya Komisi III akan berkoordinasi dengan Dinas PUPR Samarinda untuk memantau perkembangan proyek ini.
“Selama ini kami sudah bertemu dengan PUPR, dan mereka sudah menyampaikan progresnya. Kami terus memberikan dukungan, yang terpenting terowongan ini bisa tembus dulu, kemudian dilanjutkan dengan tahap finishing,” ujarnya.
Arif juga menyebutkan bahwa pelebaran jalan di sekitar terowongan mungkin menjadi langkah lanjutan setelah proyek ini rampung. Namun, ia menekankan perlunya kajian mendalam terkait dampak sosialnya. “Pelebaran jalan memang perlu, tetapi tidak mudah. Tetap kami dukung sambil melihat kajian lebih lanjut terkait output terowongan ini,” tuturnya.
Komitmen dari berbagai pihak terus didorong agar proyek ini dapat segera selesai dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat. Ia menekankan pentingnya peran kontraktor dalam menyelesaikan proyek ini tepat waktu dan sesuai harapan masyarakat.
“Harapan kami dari Komisi III, kontraktor bisa lebih maksimal kerjanya. Proyek ini diharapkan menjadi solusi pemecah kemacetan, terutama di kawasan Sungai Dama, sekaligus mengurangi risiko insiden di jalan yang padat,” pungkasnya.
(Sf/Rs)