Cari disini...
Seputar Kaltim
Gerbang masuk stadion Bessai Berinta (Lang-Lang), Kota Bontang. (Foto: Nuraini/Seputarfakta.com)
Bontang - Rencana Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf) Kota Bontang untuk menarik retribusi masuk stadion Bessai Berinta (Lang-Lang) mendapat penolakan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bontang.
Wakil Ketua Komis C, Muhammad Shahib menilai rencana tersebut membuat masyarakat yang ingin berolahraga ataupun sekedar berkunjung mengisi waktu luang menjadi terbebani.
“Dengan kondisi fasilitas stadion yang seperti saat ini, masyarakat juga pasti kesal kalau harus bayar,” ungkapnya, Rabu (15/1/2024).
Menurutnya, jika memang pemerintah ingin menarik retribusi, maka harus dibarengi dengan kualitas fasilitas yang baik agar tarif masuk yang masyarakat keluarkan sebanding dengan apa yang dinikmati.
Sedangkan kondisi fasilitas di Stadion Lang-Lang kini masih perlu banyak perbaikan, sehingga menentang kebijakan tersebut.
“Biarkan masyarakat nikmati fasilitas umum yang disediakan pemerintah,” ujarnya.
Salah satu warga masyarakat Bontang, Fitri menyayangkan adanya rencana tersebut. Sebab sebagai pengunjung yang kerap berolahraga di Stadion Lang-Lang merasa kecewa jika fasilitas olahraga yang pemerintah sediakan harus menarik tarif.
“Biasanya emang suka ke sana buat olahraga, tapi sekarang jadi pikir-pikir ulang kayaknya, masa olahraga aja harus bayar,”
Diketahui, penarikan retribusi tersebut akan diberlakukan pada tahun 2026, dan pada tahun 2025 akan fokus untuk disosialisasika.
Kepala Dinas Dispoparekraf Bontang, Rafidah mengatakan penarikan retribusi mengacu Peraturan Wali Kota (Perwali) untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Gerbang masuk stadion Bessai Berinta (Lang-Lang), Kota Bontang. (Foto: Nuraini/Seputarfakta.com)
Bontang - Rencana Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf) Kota Bontang untuk menarik retribusi masuk stadion Bessai Berinta (Lang-Lang) mendapat penolakan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bontang.
Wakil Ketua Komis C, Muhammad Shahib menilai rencana tersebut membuat masyarakat yang ingin berolahraga ataupun sekedar berkunjung mengisi waktu luang menjadi terbebani.
“Dengan kondisi fasilitas stadion yang seperti saat ini, masyarakat juga pasti kesal kalau harus bayar,” ungkapnya, Rabu (15/1/2024).
Menurutnya, jika memang pemerintah ingin menarik retribusi, maka harus dibarengi dengan kualitas fasilitas yang baik agar tarif masuk yang masyarakat keluarkan sebanding dengan apa yang dinikmati.
Sedangkan kondisi fasilitas di Stadion Lang-Lang kini masih perlu banyak perbaikan, sehingga menentang kebijakan tersebut.
“Biarkan masyarakat nikmati fasilitas umum yang disediakan pemerintah,” ujarnya.
Salah satu warga masyarakat Bontang, Fitri menyayangkan adanya rencana tersebut. Sebab sebagai pengunjung yang kerap berolahraga di Stadion Lang-Lang merasa kecewa jika fasilitas olahraga yang pemerintah sediakan harus menarik tarif.
“Biasanya emang suka ke sana buat olahraga, tapi sekarang jadi pikir-pikir ulang kayaknya, masa olahraga aja harus bayar,”
Diketahui, penarikan retribusi tersebut akan diberlakukan pada tahun 2026, dan pada tahun 2025 akan fokus untuk disosialisasika.
Kepala Dinas Dispoparekraf Bontang, Rafidah mengatakan penarikan retribusi mengacu Peraturan Wali Kota (Perwali) untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).
(Sf/By)