Cari disini...
Seputar Kaltim
Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi. ( Foto: Lisda/Seputarfakta.com)
Sangatta - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kudungga Kutai Timur (Kutim) meraih dua penghargaan dalam hal keterbukaan informasi. Rumah sakit ini dinobatkan sebagai PPID Terbaik Kedua se-Kalimantan Timur kategori Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), dan PPID Terbaik Pertama di Kabupaten Kutim.
Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, mengapresiasi pencapaian tersebut. Ia menyebut, prestasi ini mencerminkan adanya keterbukaan informasi dan peningkatan pelayanan di RS. Kudungga.
"Alhamdulillah, RS Kudungga dapat penghargaan terbaik kedua se-Kaltim. Ini menunjukkan keterbukaan informasi sudah berjalan dengan baik. Tapi jangan sampai terlena, karena masih banyak yang harus diperbaiki," ujar Mahyunadi, Jumat (10/10/2025).
Di balik prestasi tersebut, Mahyunadi mengaku menerima banyak keluhan dari petugas kebersihan rumah sakit. Mereka adalah tenaga outsourcing yang bekerja di bawah kontraktor pihak ketiga.
"Banyak petugas kebersihan datang ke saya. Ada yang sampai menangis. Mereka mengeluh gaji sering terlambat, kalau sakit harus bayar sendiri karena tidak punya BPJS, bahkan gajinya dipotong saat tidak masuk kerja," tegasnya.
Ia meminta Direktur RS Kudungga mengevaluasi kontraktor yang mengelola tenaga kebersihan, agar semua pekerja bisa diperlakukan dengan adil dan layak.
"Ini harus diperhatikan ya, Ini catatan. Sebagai pelayanan tentu selain kebersihan yang dinilai oleh orang juga yang paling utama di rumah sakit adalah pelayanan," jelasnya.
Mahyunadi juga menyoroti tekanan kerja para tenaga medis di rumah sakit. Ia mengaku memahami beratnya tugas dokter dan perawat, namun mengingatkan agar tetap bersikap ramah kepada pasien.
"Saya paham dokter pasti capek dan stres. Tapi kalau bisa, stres jangan ditunjukkan kepada pasien. Kalau stres dokter terlihat, pasien bisa ikut stres juga," pesannya.
Mahyunadi berharap agar RS Kudungga terus berbenah. Menurutnya, jika semua masalah bisa diselesaikan, RS ini bisa menjadi rumah sakit terbaik di Kalimantan Timur.
"Sekarang sudah nomor dua se-Kaltim. Kalau semua diperbaiki, insyaAllah bisa jadi nomor satu," pungkas Mahyunadi.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi. ( Foto: Lisda/Seputarfakta.com)
Sangatta - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kudungga Kutai Timur (Kutim) meraih dua penghargaan dalam hal keterbukaan informasi. Rumah sakit ini dinobatkan sebagai PPID Terbaik Kedua se-Kalimantan Timur kategori Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), dan PPID Terbaik Pertama di Kabupaten Kutim.
Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, mengapresiasi pencapaian tersebut. Ia menyebut, prestasi ini mencerminkan adanya keterbukaan informasi dan peningkatan pelayanan di RS. Kudungga.
"Alhamdulillah, RS Kudungga dapat penghargaan terbaik kedua se-Kaltim. Ini menunjukkan keterbukaan informasi sudah berjalan dengan baik. Tapi jangan sampai terlena, karena masih banyak yang harus diperbaiki," ujar Mahyunadi, Jumat (10/10/2025).
Di balik prestasi tersebut, Mahyunadi mengaku menerima banyak keluhan dari petugas kebersihan rumah sakit. Mereka adalah tenaga outsourcing yang bekerja di bawah kontraktor pihak ketiga.
"Banyak petugas kebersihan datang ke saya. Ada yang sampai menangis. Mereka mengeluh gaji sering terlambat, kalau sakit harus bayar sendiri karena tidak punya BPJS, bahkan gajinya dipotong saat tidak masuk kerja," tegasnya.
Ia meminta Direktur RS Kudungga mengevaluasi kontraktor yang mengelola tenaga kebersihan, agar semua pekerja bisa diperlakukan dengan adil dan layak.
"Ini harus diperhatikan ya, Ini catatan. Sebagai pelayanan tentu selain kebersihan yang dinilai oleh orang juga yang paling utama di rumah sakit adalah pelayanan," jelasnya.
Mahyunadi juga menyoroti tekanan kerja para tenaga medis di rumah sakit. Ia mengaku memahami beratnya tugas dokter dan perawat, namun mengingatkan agar tetap bersikap ramah kepada pasien.
"Saya paham dokter pasti capek dan stres. Tapi kalau bisa, stres jangan ditunjukkan kepada pasien. Kalau stres dokter terlihat, pasien bisa ikut stres juga," pesannya.
Mahyunadi berharap agar RS Kudungga terus berbenah. Menurutnya, jika semua masalah bisa diselesaikan, RS ini bisa menjadi rumah sakit terbaik di Kalimantan Timur.
"Sekarang sudah nomor dua se-Kaltim. Kalau semua diperbaiki, insyaAllah bisa jadi nomor satu," pungkas Mahyunadi.
(Sf/Rs)