Cari disini...
Seputar Kaltim
Seminar Progam Penelusuran Minat Bakat dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Timur. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Timur (Kaltim), Hadi Mulyadi, meminta seluruh Kepala Sekolah se-Kaltim untuk tidak menolak anak disabilitas yang ingin melanjutkan pendidikan di sekolah umum.
Hal itu, disampaikan Hadi, saat memberi sambutan dalam seminar pendidikan minat bakat analisis psikologi positif capai langkah implementasi kurikulum merdeka di Hotel Horison, Samarinda, Kamis (28/9/2023).
"Minimal satu sekolah ada satu atau dua anak yang penyandang disabilitas, kalau perlu dengan kebijakan pemprov nantinya memberikan insentif tambahan kepada guru-guru yang mengajar murid disabilitas," ungkap Hadi.
Ia meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) dalam menjalankan program penelusuran minat bakat siswa/siswi SMA atau sederajat se-Kaltim untuk sekaligus melibatkan siswa/siswi disabilitas.
Wagub terkesima melihat sosok Putri Ariyani penyandang disabilitas pada ajang pencarian bakat di Amerika hingga melaju ke semifinal. Hal inilah yang mendasari Hadi Mulyadi untuk lebih memperhatikan kembali bakat terpendam dari seorang disabilitas.
"Putri Ariyani itu kan karena disediakan wadahnya. Kita juga bisa begitu. Mungkin banyak lagi potensi lainnya yang dimiliki muda-mudi Kaltim," beber Hadi.
Tentu, Hadi sangat mendukung program penelusuran minat bakat ini, karena pemerintah harus hadir untuk memberikan sarana dan prasana.
"Bakat dan minat ini bisa berubah-ubah, karena masih sedang dalam tahap proses perkembangan, termasuk kecerdasan seseorang itu bisa juga berubah-ubah. Sehingga perlu adanya stimulasi, ini dalam bentuk pemenuhan sarana dan prasarana," bebernya.
Sementara itu, Kepala Disdikbud Kaltim, Muhammad Kurniawan menjawab apa yang menjadi perintah Wagub. "Itu usulan yang memang sudah kami rencanakan, membentuk sekolah yang inklusi, kami akan mendorong percepatan itu," tegas Kurinawan.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Seminar Progam Penelusuran Minat Bakat dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Timur. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Timur (Kaltim), Hadi Mulyadi, meminta seluruh Kepala Sekolah se-Kaltim untuk tidak menolak anak disabilitas yang ingin melanjutkan pendidikan di sekolah umum.
Hal itu, disampaikan Hadi, saat memberi sambutan dalam seminar pendidikan minat bakat analisis psikologi positif capai langkah implementasi kurikulum merdeka di Hotel Horison, Samarinda, Kamis (28/9/2023).
"Minimal satu sekolah ada satu atau dua anak yang penyandang disabilitas, kalau perlu dengan kebijakan pemprov nantinya memberikan insentif tambahan kepada guru-guru yang mengajar murid disabilitas," ungkap Hadi.
Ia meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) dalam menjalankan program penelusuran minat bakat siswa/siswi SMA atau sederajat se-Kaltim untuk sekaligus melibatkan siswa/siswi disabilitas.
Wagub terkesima melihat sosok Putri Ariyani penyandang disabilitas pada ajang pencarian bakat di Amerika hingga melaju ke semifinal. Hal inilah yang mendasari Hadi Mulyadi untuk lebih memperhatikan kembali bakat terpendam dari seorang disabilitas.
"Putri Ariyani itu kan karena disediakan wadahnya. Kita juga bisa begitu. Mungkin banyak lagi potensi lainnya yang dimiliki muda-mudi Kaltim," beber Hadi.
Tentu, Hadi sangat mendukung program penelusuran minat bakat ini, karena pemerintah harus hadir untuk memberikan sarana dan prasana.
"Bakat dan minat ini bisa berubah-ubah, karena masih sedang dalam tahap proses perkembangan, termasuk kecerdasan seseorang itu bisa juga berubah-ubah. Sehingga perlu adanya stimulasi, ini dalam bentuk pemenuhan sarana dan prasarana," bebernya.
Sementara itu, Kepala Disdikbud Kaltim, Muhammad Kurniawan menjawab apa yang menjadi perintah Wagub. "Itu usulan yang memang sudah kami rencanakan, membentuk sekolah yang inklusi, kami akan mendorong percepatan itu," tegas Kurinawan.
(Sf/Rs)