Wagub Kaltim Kagum dengan Batik Berau, Dukung Penggunaan Batik Berau di Seluruh SKPD

    Seputarfakta.com - Baiq Eliana -

    Seputar Kaltim

    23 Maret 2025 08:16 WIB

    Wakil Gubernur (Wagub) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Seno Aji Saat Berkunjung Ke Rumah Produksi Batik Khas Berau. (Istimewa)

    Tanjung Redeb - Wakil Gubernur (Wagub) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Seno Aji mengakui perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau termasuk berhasil terhadap Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Berau, salah satunya pada pengrajin batik khas Berau.

    "Saya pikir, ini menjadi salah satu contoh UMKM yang maju dan dukungan dari Pemkab Berau cukup baik," kata Seno Aji.

    Menurutnya, karya batik khas Berau yang ada di Rumah Produksi Mosho Batik dan Maluang Batik mampu mengangkat perekonomian UMKM di Berau. Bahkan, dirinya pun mendukung untuk seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim menggunakan pakaian dinas batik dari produksi batik khas Berau.

    Sementara itu, ia mengatakan, Pemprov Kaltim melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DPPKUKM) Kaltim akan rutin meninjau perkembangan UMKM yang ada di Berau.

    "Kami harap tidak hanya pengrajin batik, tapi akan banyak UMKM yang bisa dihasilkan dan dikembangkan di Berau," tungkasnya.

    Sementara itu, Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas mengatakan, produksi batik khas Berau didorong agar lebih maju dan mandiri. Selain itu, ia juga tengah menyusun regulasi yakni Peraturan Bupati (Perbup), untuk mewajibkan pemakaian batik Berau di berbagai instansi.

    "Jadi, penggunaan batik Berau akan diwajibkan bagi peserta didik, guru, hingga Aparatur Sipil Negara (ASN)," kata Sri Juniarsih.

    Menurutnya, dengan penggunaan batik di semua instansi tersebut, maka dukungan produksi batik dapat secara optimal diberikan. Oleh karena itu, Pemkab Berau juga akan memberikan pendampingan khusus kepada pengrajin batik.

    "Pendampingan tersebut akan dilakukan langsung di Berau dengan menghadirkan tenaga ahli, sehingga para pengrajin tidak perlu pergi ke luar daerah," ujarnya.

    Sri pun akan koordinasi dengan Diskoperindag agar batik Berau menjadi seragam wajib untuk TK, SD, SMP, guru, dan juga ASN.

    "Program pendampingannya juga akan segera kita lakukan," tandasnya.

    (Sf/Rs)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    Wagub Kaltim Kagum dengan Batik Berau, Dukung Penggunaan Batik Berau di Seluruh SKPD

    Seputarfakta.com - Baiq Eliana -

    Seputar Kaltim

    23 Maret 2025 08:16 WIB

    Wakil Gubernur (Wagub) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Seno Aji Saat Berkunjung Ke Rumah Produksi Batik Khas Berau. (Istimewa)

    Tanjung Redeb - Wakil Gubernur (Wagub) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Seno Aji mengakui perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau termasuk berhasil terhadap Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Berau, salah satunya pada pengrajin batik khas Berau.

    "Saya pikir, ini menjadi salah satu contoh UMKM yang maju dan dukungan dari Pemkab Berau cukup baik," kata Seno Aji.

    Menurutnya, karya batik khas Berau yang ada di Rumah Produksi Mosho Batik dan Maluang Batik mampu mengangkat perekonomian UMKM di Berau. Bahkan, dirinya pun mendukung untuk seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim menggunakan pakaian dinas batik dari produksi batik khas Berau.

    Sementara itu, ia mengatakan, Pemprov Kaltim melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DPPKUKM) Kaltim akan rutin meninjau perkembangan UMKM yang ada di Berau.

    "Kami harap tidak hanya pengrajin batik, tapi akan banyak UMKM yang bisa dihasilkan dan dikembangkan di Berau," tungkasnya.

    Sementara itu, Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas mengatakan, produksi batik khas Berau didorong agar lebih maju dan mandiri. Selain itu, ia juga tengah menyusun regulasi yakni Peraturan Bupati (Perbup), untuk mewajibkan pemakaian batik Berau di berbagai instansi.

    "Jadi, penggunaan batik Berau akan diwajibkan bagi peserta didik, guru, hingga Aparatur Sipil Negara (ASN)," kata Sri Juniarsih.

    Menurutnya, dengan penggunaan batik di semua instansi tersebut, maka dukungan produksi batik dapat secara optimal diberikan. Oleh karena itu, Pemkab Berau juga akan memberikan pendampingan khusus kepada pengrajin batik.

    "Pendampingan tersebut akan dilakukan langsung di Berau dengan menghadirkan tenaga ahli, sehingga para pengrajin tidak perlu pergi ke luar daerah," ujarnya.

    Sri pun akan koordinasi dengan Diskoperindag agar batik Berau menjadi seragam wajib untuk TK, SD, SMP, guru, dan juga ASN.

    "Program pendampingannya juga akan segera kita lakukan," tandasnya.

    (Sf/Rs)