Cari disini...
Seputar Kaltim
Direktur Utama Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB), Yudhi Saharuddin sebut PTMB masih mampu mengambil air sekitar 1.000 liter per detik dari waduk. (Foto: maya sari/seputarfakta.com)
Balikpapan - Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) memastikan ketersediaan air baku untuk masyarakat masih dalam kondisi aman, meski Balikpapan mulai memasuki musim kemarau panjang. Hingga Agustus 2026, PTMB masih mampu mengambil air sekitar 1.000 liter per detik dari waduk.
Direktur Utama PTMB Yudhi Saharuddin mengatakan, kondisi waduk terus dipantau menyusul tidak turunnya hujan selama sekitar dua pekan terakhir. Kondisi tersebut mulai berdampak pada penurunan debit air waduk.
“Masuk musim kemarau panjang, sudah dua minggu ini tidak ada hujan. Kami terus memantau waduk. Memang sudah mengalami penurunan debit, tetapi sampai Agustus ini kami masih mengambil air sekitar 1.000 liter per detik,” ucap Yudhi kepada media, Senin (17/8/2026).
Menurut dia, ketersediaan air baku masih cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. PTMB juga telah memiliki pola pengambilan air yang disusun bersama Balai Wilayah Sungai (BWS), sebagai langkah antisipasi apabila kemarau berlangsung hingga akhir tahun.
Yudhi menjelaskan, jika tidak terjadi hujan, pengambilan air secara bertahap akan disesuaikan dengan kondisi waduk. Hingga Desember, kapasitas pengambilan air diperkirakan hanya sekitar 75 persen dari kondisi normal, yang biasanya mencapai 1.150 liter per detik.
“Di Agustus kami masih bisa mengambil 1.000 liter per detik. Kemungkinan nanti sampai Desember, kalau tidak ada hujan, kita hanya bisa mengambil sekitar 75 persen dari biasanya, yakni dari 1.150 liter per detik,” imbuhnya.
Saat ini, ketinggian air waduk berada di level sekitar 9,5 meter. Angka tersebut menurun dibandingkan kondisi normal yang dapat mencapai 12 meter. Meski demikian, dia memastikan cadangan air masih berada dalam kondisi yang cukup aman.
Ia menyebut kondisi tampungan waduk saat ini juga lebih baik, karena sebelumnya telah dilakukan pengerukan. Langkah tersebut membuat kapasitas penyimpanan air meningkat dibandingkan kondisi sebelumnya.
“Kalau dulu bisa lima sampai enam meter dead storage. Karena sudah dikeruk juga, jadi lumayan. Mudah-mudahan aman. Kami punya pengalaman tahun 2024 dan mudah-mudahan tahun 2026 ini bisa kami lewati dengan aman,” harapnya.
Untuk mengantisipasi penurunan debit air waduk, PTMB telah menyiapkan sejumlah sumber air alternatif. Salah satunya melalui penambahan sumur yang tersebar di sejumlah wilayah Balikpapan.
Yudhi mengatakan, sepanjang 2025 terdapat tambahan hampir 10 sumur yang kini dapat dimanfaatkan sebagai sumber air alternatif. Sumur-sumur tersebut tersebar di wilayah Balikpapan Timur, Utara, Kota, dan Barat.
Selain itu, PTMB juga tengah menjajaki pemanfaatan sumur milik masyarakat di kawasan Kampung Baru. Potensi debit dari sumber air tersebut diperkirakan mencapai sekitar 20 liter per detik, dan dapat digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah sekitar.
“Kemarin kami juga kunjungan ke salah satu sumur di Kampung Baru. Itu sebagai salah satu alternatif untuk membantu masyarakat sekitar,” jelasnya.
PTMB juga menyiapkan pemanfaatan air dari Embung Wain. Untuk merealisasikan rencana tersebut, PTMB telah berkoordinasi dengan pihak kehutanan agar pengelolaan embung dapat dilakukan dan airnya dialihkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Mudah-mudahan bulan depan kami sudah ada alternatif lain berupa bendali atau Embung Wain. Kemarin kami sudah rapat dengan kehutanan agar segera bisa kami kelola, sehingga kemudian bisa dialihkan ke masyarakat,” ungkapnya.
Air dari Embung Wain nantinya juga berpotensi dimanfaatkan melalui Instalasi Pengolahan Air (IPA) Mobile.
Selain menambah sumber air, PTMB juga memperkuat distribusi air menggunakan mobil tangki. Dari sebelumnya 12 unit, kini jumlah armada pengangkut air bertambah dua unit.
Dirut PTMB memaparkan, armada tersebut disiapkan untuk mendistribusikan air kepada masyarakat apabila terjadi gangguan atau kekurangan pasokan melalui jaringan perpipaan.
“Kalau benar-benar kami mengalami kekurangan melalui perpipaan, langsung kami antar melalui tangki,” ujarnya.
PTMB juga meminta masyarakat untuk aktif melaporkan wilayah yang mengalami kesulitan air. Dengan demikian, distribusi menggunakan mobil tangki dapat dilakukan secara lebih cepat dan tepat sasaran.
Sementara itu, Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud menambahkan, program yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat akan tetap menjadi prioritas pemerintah daerah.
Rahmad memastikan sektor pelayanan dasar, seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur, tidak akan dikurangi meski pemerintah daerah harus melakukan penyesuaian anggaran.
“Untuk program yang berhubungan langsung dengan masyarakat, insyaallah itu menjadi prioritas. Kalau toh yang dipotong, masalah pendidikan, kesehatan, infrastruktur tidak akan dipotong,” tegas wali kota.
Terkait kondisi air baku, Rahmad menyebut ketersediaan debit air hingga saat ini masih dalam kondisi aman. Pemerintah bersama PTMB juga terus mencari sumber air tambahan untuk menghadapi potensi kemarau berkepanjangan.
Selain penambahan sumur bor, upaya lain yang tengah dikaji adalah pemanfaatan teknologi desalinasi air.
“PTMB disebut telah menjajaki kerja sama dengan sejumlah pemangku kepentingan untuk mencari alternatif sumber air tersebut,” tuturnya.
Dengan berbagai langkah antisipasi itu, Pemkot Balikpapan dan PTMB berharap kebutuhan air bersih masyarakat tetap dapat terpenuhi meski kondisi cuaca kering berlangsung hingga beberapa bulan ke depan.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Direktur Utama Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB), Yudhi Saharuddin sebut PTMB masih mampu mengambil air sekitar 1.000 liter per detik dari waduk. (Foto: maya sari/seputarfakta.com)
Balikpapan - Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) memastikan ketersediaan air baku untuk masyarakat masih dalam kondisi aman, meski Balikpapan mulai memasuki musim kemarau panjang. Hingga Agustus 2026, PTMB masih mampu mengambil air sekitar 1.000 liter per detik dari waduk.
Direktur Utama PTMB Yudhi Saharuddin mengatakan, kondisi waduk terus dipantau menyusul tidak turunnya hujan selama sekitar dua pekan terakhir. Kondisi tersebut mulai berdampak pada penurunan debit air waduk.
“Masuk musim kemarau panjang, sudah dua minggu ini tidak ada hujan. Kami terus memantau waduk. Memang sudah mengalami penurunan debit, tetapi sampai Agustus ini kami masih mengambil air sekitar 1.000 liter per detik,” ucap Yudhi kepada media, Senin (17/8/2026).
Menurut dia, ketersediaan air baku masih cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. PTMB juga telah memiliki pola pengambilan air yang disusun bersama Balai Wilayah Sungai (BWS), sebagai langkah antisipasi apabila kemarau berlangsung hingga akhir tahun.
Yudhi menjelaskan, jika tidak terjadi hujan, pengambilan air secara bertahap akan disesuaikan dengan kondisi waduk. Hingga Desember, kapasitas pengambilan air diperkirakan hanya sekitar 75 persen dari kondisi normal, yang biasanya mencapai 1.150 liter per detik.
“Di Agustus kami masih bisa mengambil 1.000 liter per detik. Kemungkinan nanti sampai Desember, kalau tidak ada hujan, kita hanya bisa mengambil sekitar 75 persen dari biasanya, yakni dari 1.150 liter per detik,” imbuhnya.
Saat ini, ketinggian air waduk berada di level sekitar 9,5 meter. Angka tersebut menurun dibandingkan kondisi normal yang dapat mencapai 12 meter. Meski demikian, dia memastikan cadangan air masih berada dalam kondisi yang cukup aman.
Ia menyebut kondisi tampungan waduk saat ini juga lebih baik, karena sebelumnya telah dilakukan pengerukan. Langkah tersebut membuat kapasitas penyimpanan air meningkat dibandingkan kondisi sebelumnya.
“Kalau dulu bisa lima sampai enam meter dead storage. Karena sudah dikeruk juga, jadi lumayan. Mudah-mudahan aman. Kami punya pengalaman tahun 2024 dan mudah-mudahan tahun 2026 ini bisa kami lewati dengan aman,” harapnya.
Untuk mengantisipasi penurunan debit air waduk, PTMB telah menyiapkan sejumlah sumber air alternatif. Salah satunya melalui penambahan sumur yang tersebar di sejumlah wilayah Balikpapan.
Yudhi mengatakan, sepanjang 2025 terdapat tambahan hampir 10 sumur yang kini dapat dimanfaatkan sebagai sumber air alternatif. Sumur-sumur tersebut tersebar di wilayah Balikpapan Timur, Utara, Kota, dan Barat.
Selain itu, PTMB juga tengah menjajaki pemanfaatan sumur milik masyarakat di kawasan Kampung Baru. Potensi debit dari sumber air tersebut diperkirakan mencapai sekitar 20 liter per detik, dan dapat digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah sekitar.
“Kemarin kami juga kunjungan ke salah satu sumur di Kampung Baru. Itu sebagai salah satu alternatif untuk membantu masyarakat sekitar,” jelasnya.
PTMB juga menyiapkan pemanfaatan air dari Embung Wain. Untuk merealisasikan rencana tersebut, PTMB telah berkoordinasi dengan pihak kehutanan agar pengelolaan embung dapat dilakukan dan airnya dialihkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Mudah-mudahan bulan depan kami sudah ada alternatif lain berupa bendali atau Embung Wain. Kemarin kami sudah rapat dengan kehutanan agar segera bisa kami kelola, sehingga kemudian bisa dialihkan ke masyarakat,” ungkapnya.
Air dari Embung Wain nantinya juga berpotensi dimanfaatkan melalui Instalasi Pengolahan Air (IPA) Mobile.
Selain menambah sumber air, PTMB juga memperkuat distribusi air menggunakan mobil tangki. Dari sebelumnya 12 unit, kini jumlah armada pengangkut air bertambah dua unit.
Dirut PTMB memaparkan, armada tersebut disiapkan untuk mendistribusikan air kepada masyarakat apabila terjadi gangguan atau kekurangan pasokan melalui jaringan perpipaan.
“Kalau benar-benar kami mengalami kekurangan melalui perpipaan, langsung kami antar melalui tangki,” ujarnya.
PTMB juga meminta masyarakat untuk aktif melaporkan wilayah yang mengalami kesulitan air. Dengan demikian, distribusi menggunakan mobil tangki dapat dilakukan secara lebih cepat dan tepat sasaran.
Sementara itu, Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud menambahkan, program yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat akan tetap menjadi prioritas pemerintah daerah.
Rahmad memastikan sektor pelayanan dasar, seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur, tidak akan dikurangi meski pemerintah daerah harus melakukan penyesuaian anggaran.
“Untuk program yang berhubungan langsung dengan masyarakat, insyaallah itu menjadi prioritas. Kalau toh yang dipotong, masalah pendidikan, kesehatan, infrastruktur tidak akan dipotong,” tegas wali kota.
Terkait kondisi air baku, Rahmad menyebut ketersediaan debit air hingga saat ini masih dalam kondisi aman. Pemerintah bersama PTMB juga terus mencari sumber air tambahan untuk menghadapi potensi kemarau berkepanjangan.
Selain penambahan sumur bor, upaya lain yang tengah dikaji adalah pemanfaatan teknologi desalinasi air.
“PTMB disebut telah menjajaki kerja sama dengan sejumlah pemangku kepentingan untuk mencari alternatif sumber air tersebut,” tuturnya.
Dengan berbagai langkah antisipasi itu, Pemkot Balikpapan dan PTMB berharap kebutuhan air bersih masyarakat tetap dapat terpenuhi meski kondisi cuaca kering berlangsung hingga beberapa bulan ke depan.
(Sf/Lo)