Seputar Kaltim

    Wacana Libur Sekolah Sebulan Saat Ramadan Tuai Kritik

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    01 Januari 2025 pukul 19:07 WITA

    Aktivitas anak sekolah yang diwacanakan akan libur selama satu bulan saat ramadan. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Pengamat Pendidikan Universitas Mulawarman, Susilo, menyoroti wacana libur sekolah selama sebulan penuh di bulan Ramadan yang belakangan ini mencuat ke permukaan. 

    Menurutnya, kebijakan tersebut perlu dikaji ulang dan disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan siswa.

    "Sekolah tetap bisa berjalan, namun dengan penyesuaian jadwal. Misalnya, pembelajaran umum diakhiri lebih awal, sekitar pukul 10.00 atau 12.00 WIB, dan sisanya dapat diisi dengan kegiatan pesantren Ramadan," ujar Susilo saat dihubungi di Samarinda, Rabu (1/1/2025).

    Ia mengkhawatirkan kebijakan libur panjang tersebut dapat berdampak negatif pada proses pembelajaran siswa, terutama menjelang ujian akhir sekolah atau persiapan masuk perguruan tinggi.

    "Kita perlu waspada terhadap potensi learning loss atau ketertinggalan pembelajaran jika siswa libur terlalu lama. Apalagi bagi siswa SMA/SMK yang sedang mempersiapkan diri untuk ujian masuk perguruan tinggi," tegasnya.

    Hal ini juga menjadi atensi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti. Bahwa hingga saat ini belum ada pembahasan resmi mengenai libur sekolah selama Ramadan di tingkat kementerian.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Wacana Libur Sekolah Sebulan Saat Ramadan Tuai Kritik

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    01 Januari 2025 pukul 19:07 WITA

    Aktivitas anak sekolah yang diwacanakan akan libur selama satu bulan saat ramadan. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Pengamat Pendidikan Universitas Mulawarman, Susilo, menyoroti wacana libur sekolah selama sebulan penuh di bulan Ramadan yang belakangan ini mencuat ke permukaan. 

    Menurutnya, kebijakan tersebut perlu dikaji ulang dan disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan siswa.

    "Sekolah tetap bisa berjalan, namun dengan penyesuaian jadwal. Misalnya, pembelajaran umum diakhiri lebih awal, sekitar pukul 10.00 atau 12.00 WIB, dan sisanya dapat diisi dengan kegiatan pesantren Ramadan," ujar Susilo saat dihubungi di Samarinda, Rabu (1/1/2025).

    Ia mengkhawatirkan kebijakan libur panjang tersebut dapat berdampak negatif pada proses pembelajaran siswa, terutama menjelang ujian akhir sekolah atau persiapan masuk perguruan tinggi.

    "Kita perlu waspada terhadap potensi learning loss atau ketertinggalan pembelajaran jika siswa libur terlalu lama. Apalagi bagi siswa SMA/SMK yang sedang mempersiapkan diri untuk ujian masuk perguruan tinggi," tegasnya.

    Hal ini juga menjadi atensi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti. Bahwa hingga saat ini belum ada pembahasan resmi mengenai libur sekolah selama Ramadan di tingkat kementerian.

    (Sf/Rs)