Cari disini...
Seputarfakta.com - Padliannor -
Seputar Kaltim
Ilustrasi pemanen sawit. (Foto: Magnific)
Tana Paser - Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Paser mengalami tren yang menurun sejak pertengahan Mei 2026 lalu.
Di tingkat loadingan, harga TBS saat ini diketahui berada di angka Rp1.800-Rp1.900 per kilogram. Angka tersebut berada di bawah harga pabrik yaitu Rp2.200-Rp2.300 per kilogram.
Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Paser, Djoko Bawono menjelaskan harga TBS kelapa sawit mengalami penurunan sejak wacana penerapan kebijakan ekspor Sumber Daya Alam (SDA) akan dilakukan melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
"Harga normalnya di angka Rp2.800-2.900 per kilogram," ungkap Djoko Bawono, Jumat (29/5/2026).
Meskipun kebijakan itu belum diterapkan, namun dampak terhadap harga TBS kelapa sawit yang menurun sudah dirasakan oleh petani sawit di Paser.
Kebijakan tersebut diketahui akan diterapkan mulai 1 Juni 2026 mendatang setelah Peraturan Pemerintah (PP) diterbitkan.
"Kita menunggu PP nya keluar. Harapannya tanggal 1 Juni aturan itu sudah terbit agar terlihat bagaimana penjabaran terkait aturan mainnya," tambahnya.
Bahkan, saat ini petani kelapa sawit juga diketahui tidak menerima TBS dalam jumlah yang besar. Hal tersebut dikarenakan ketidakpastian harga pasar.
Harga CPO global pada saat ini juga menurun, berada di angka Rp11.000-Rp12.000 per kilogram setelah sebelumnya Rp15.000 per kilogram.
"Sudah kita tanyakan ke perusahaan. Mereka menyampaikan karena adanya ketidakpastian pasar karena mau dialihkannya penjualan TBS oleh Danantara Sumberdaya Indonesia," tutupnya.
(Sf/Lo)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com - Padliannor -
Seputar Kaltim

Ilustrasi pemanen sawit. (Foto: Magnific)
Tana Paser - Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Paser mengalami tren yang menurun sejak pertengahan Mei 2026 lalu.
Di tingkat loadingan, harga TBS saat ini diketahui berada di angka Rp1.800-Rp1.900 per kilogram. Angka tersebut berada di bawah harga pabrik yaitu Rp2.200-Rp2.300 per kilogram.
Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Paser, Djoko Bawono menjelaskan harga TBS kelapa sawit mengalami penurunan sejak wacana penerapan kebijakan ekspor Sumber Daya Alam (SDA) akan dilakukan melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
"Harga normalnya di angka Rp2.800-2.900 per kilogram," ungkap Djoko Bawono, Jumat (29/5/2026).
Meskipun kebijakan itu belum diterapkan, namun dampak terhadap harga TBS kelapa sawit yang menurun sudah dirasakan oleh petani sawit di Paser.
Kebijakan tersebut diketahui akan diterapkan mulai 1 Juni 2026 mendatang setelah Peraturan Pemerintah (PP) diterbitkan.
"Kita menunggu PP nya keluar. Harapannya tanggal 1 Juni aturan itu sudah terbit agar terlihat bagaimana penjabaran terkait aturan mainnya," tambahnya.
Bahkan, saat ini petani kelapa sawit juga diketahui tidak menerima TBS dalam jumlah yang besar. Hal tersebut dikarenakan ketidakpastian harga pasar.
Harga CPO global pada saat ini juga menurun, berada di angka Rp11.000-Rp12.000 per kilogram setelah sebelumnya Rp15.000 per kilogram.
"Sudah kita tanyakan ke perusahaan. Mereka menyampaikan karena adanya ketidakpastian pasar karena mau dialihkannya penjualan TBS oleh Danantara Sumberdaya Indonesia," tutupnya.
(Sf/Lo)