Cari disini...
Seputar Kaltim
Wakil Bupati PPU, Waris Muin. (Foto: Cindy/Seputarfakta.com)
Penajam - Wakil Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Abdul Waris Muin meminta pengawas dan penilik sekolah memperkuat pengawasan, serta aktif membuat laporan di lingkungan pendidikan menyusul adanya informasi dugaan perundungan dan persoalan yang melibatkan guru maupun siswa.
Pemerintah daerah menerima sedikitnya tiga laporan kejadian di jenjang SMP. Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan persoalan interaksi guru dengan siswa hingga perundungan yang berujung konflik antarpeserta didik.
"Saya mendapat informasi ada tiga laporan kejadian di SMP, mulai dari persoalan yang melibatkan guru dan siswa hingga perundungan antarmurid yang berujung perselisihan. Ini yang kami minta menjadi perhatian dan bahan evaluasi," kata Waris, Kamis (18/6/2026).
Untuk merespons kondisi itu, ia mengumpulkan sekitar 32 penilik dan pengawas sekolah dalam dialog bersama Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) PPU. Pertemuan tersebut sekaligus menjadi penekanan kepada kepala sekolah dan guru agar pencegahan bullying diperkuat.
"Saya panggil untuk memberi penekanan kepada seluruh guru dan kepala sekolah supaya jangan ada lagi pembullyan yang sering muncul. Saya berharap ini berubah," ujarnya.
Selain persoalan hubungan antarsiswa, Waris juga menyinggung adanya laporan terkait kedisiplinan guru yang dinilai perlu menjadi perhatian. Menurut dia, fungsi pengawasan tidak boleh hanya sebatas kunjungan tanpa tindak lanjut.
"Saya tekankan tiap guru diberi catatan, jangan datang ke sekolah tapi tidak ada kinerja," katanya.
Waris meminta pengawas menyusun laporan hasil pemantauan secara rutin, termasuk mencatat persoalan administrasi, pengelolaan sekolah hingga kondisi pembelajaran untuk menjadi bahan evaluasi pemerintah daerah.
Ia menegaskan setiap temuan harus ditindaklanjuti melalui pembinaan terlebih dahulu dengan melibatkan kepala sekolah dan orang tua. Namun apabila persoalan terus berulang, evaluasi terhadap sekolah tetap terbuka dilakukan.
"Kalau pengawas ya harus betul-betul jadi pengawas," tegasnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Wakil Bupati PPU, Waris Muin. (Foto: Cindy/Seputarfakta.com)
Penajam - Wakil Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Abdul Waris Muin meminta pengawas dan penilik sekolah memperkuat pengawasan, serta aktif membuat laporan di lingkungan pendidikan menyusul adanya informasi dugaan perundungan dan persoalan yang melibatkan guru maupun siswa.
Pemerintah daerah menerima sedikitnya tiga laporan kejadian di jenjang SMP. Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan persoalan interaksi guru dengan siswa hingga perundungan yang berujung konflik antarpeserta didik.
"Saya mendapat informasi ada tiga laporan kejadian di SMP, mulai dari persoalan yang melibatkan guru dan siswa hingga perundungan antarmurid yang berujung perselisihan. Ini yang kami minta menjadi perhatian dan bahan evaluasi," kata Waris, Kamis (18/6/2026).
Untuk merespons kondisi itu, ia mengumpulkan sekitar 32 penilik dan pengawas sekolah dalam dialog bersama Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) PPU. Pertemuan tersebut sekaligus menjadi penekanan kepada kepala sekolah dan guru agar pencegahan bullying diperkuat.
"Saya panggil untuk memberi penekanan kepada seluruh guru dan kepala sekolah supaya jangan ada lagi pembullyan yang sering muncul. Saya berharap ini berubah," ujarnya.
Selain persoalan hubungan antarsiswa, Waris juga menyinggung adanya laporan terkait kedisiplinan guru yang dinilai perlu menjadi perhatian. Menurut dia, fungsi pengawasan tidak boleh hanya sebatas kunjungan tanpa tindak lanjut.
"Saya tekankan tiap guru diberi catatan, jangan datang ke sekolah tapi tidak ada kinerja," katanya.
Waris meminta pengawas menyusun laporan hasil pemantauan secara rutin, termasuk mencatat persoalan administrasi, pengelolaan sekolah hingga kondisi pembelajaran untuk menjadi bahan evaluasi pemerintah daerah.
Ia menegaskan setiap temuan harus ditindaklanjuti melalui pembinaan terlebih dahulu dengan melibatkan kepala sekolah dan orang tua. Namun apabila persoalan terus berulang, evaluasi terhadap sekolah tetap terbuka dilakukan.
"Kalau pengawas ya harus betul-betul jadi pengawas," tegasnya.
(Sf/Lo)