Seputar Kaltim

    Wabup Kutim Soroti Dampak Gim dan Konten Negatif, Ajak Anak Muda Manfaatkan Internet Secara Produktif

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi (foto:lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta - Wakil Bupati (Wabup) Kutai Timur (Kutim), Mahyunadi, mengingatkan pentingnya pendampingan bagi anak-anak dan remaja di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, gim daring, dan kecerdasan buatan (AI).

    Ia menyampaikan dunia digital membawa banyak peluang, tetapi tetap memiliki risiko jika tidak diawasi.

    “Awalnya kita takut anak-anak main gim terus. Khawatir tidak disiplin bekerja, meninggalkan ibadah. Karena itu pemerintah perlu turun tangan mengawasi dan mengarahkan agar mereka bermain e-sport secara terarah,” ujar Mahyunadi.

    Ia menambahkan, saat ini perkembangan teknologi sudah masuk era industri 4.0 dan bergerak ke 5.0, di mana manusia mulai berkolaborasi dengan robot. Karena itu generasi muda dituntut melek teknologi agar tidak tertinggal.

    “Sekarang apa yang tidak bisa dilakukan AI? Anak SMA yang akrab teknologi bisa lebih unggul dari lulusan S1 atau S2 yang tidak memahami dunia digital,” tambahnya.

    Mahyunadi juga mengingatkan bahwa gawai bisa berdampak positif atau negatif, tergantung penggunanya.

    “Kalau HP dipakai untuk belajar atau mengaji, itu baik. Tapi kalau dipakai nonton konten negatif, itu yang berbahaya. Kita harus bisa mengendalikan diri,” katanya.

    Untuk memastikan teknologi digunakan secara positif, Ia meminta Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) lebih dekat dengan komunitas e-sport dan kelompok pemuda pengguna teknologi.

    “Anak muda harus benar-benar paham. Kalau tersesat di dunia nyata masih bisa bertanya. Tapi kalau tersesat di dunia digital, itu lebih berbahaya,” jelasnya.

    Mahyunadi menjelaskan pemerintah daerah juga menyiapkan langkah pendukung, termasuk memperkuat infrastruktur digital melalui program prioritas, seperti memperluas akses internet hingga ke desa-desa. Upaya ini dilakukan agar masyarakat bisa lebih mudah mengakses teknologi.

    “Itu bukti bahwa kita siap menghadapi perkembangan teknologi,” ujarnya.

    Ia berharap anak muda memakai internet untuk hal-hal produktif, seperti membuat konten kreatif, berjualan, menambah pengetahuan, dan memperluas relasi.

    “Siapa yang menguasai informasi dan jaringan, dia yang akan maju,” pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Wabup Kutim Soroti Dampak Gim dan Konten Negatif, Ajak Anak Muda Manfaatkan Internet Secara Produktif

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi (foto:lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta - Wakil Bupati (Wabup) Kutai Timur (Kutim), Mahyunadi, mengingatkan pentingnya pendampingan bagi anak-anak dan remaja di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, gim daring, dan kecerdasan buatan (AI).

    Ia menyampaikan dunia digital membawa banyak peluang, tetapi tetap memiliki risiko jika tidak diawasi.

    “Awalnya kita takut anak-anak main gim terus. Khawatir tidak disiplin bekerja, meninggalkan ibadah. Karena itu pemerintah perlu turun tangan mengawasi dan mengarahkan agar mereka bermain e-sport secara terarah,” ujar Mahyunadi.

    Ia menambahkan, saat ini perkembangan teknologi sudah masuk era industri 4.0 dan bergerak ke 5.0, di mana manusia mulai berkolaborasi dengan robot. Karena itu generasi muda dituntut melek teknologi agar tidak tertinggal.

    “Sekarang apa yang tidak bisa dilakukan AI? Anak SMA yang akrab teknologi bisa lebih unggul dari lulusan S1 atau S2 yang tidak memahami dunia digital,” tambahnya.

    Mahyunadi juga mengingatkan bahwa gawai bisa berdampak positif atau negatif, tergantung penggunanya.

    “Kalau HP dipakai untuk belajar atau mengaji, itu baik. Tapi kalau dipakai nonton konten negatif, itu yang berbahaya. Kita harus bisa mengendalikan diri,” katanya.

    Untuk memastikan teknologi digunakan secara positif, Ia meminta Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) lebih dekat dengan komunitas e-sport dan kelompok pemuda pengguna teknologi.

    “Anak muda harus benar-benar paham. Kalau tersesat di dunia nyata masih bisa bertanya. Tapi kalau tersesat di dunia digital, itu lebih berbahaya,” jelasnya.

    Mahyunadi menjelaskan pemerintah daerah juga menyiapkan langkah pendukung, termasuk memperkuat infrastruktur digital melalui program prioritas, seperti memperluas akses internet hingga ke desa-desa. Upaya ini dilakukan agar masyarakat bisa lebih mudah mengakses teknologi.

    “Itu bukti bahwa kita siap menghadapi perkembangan teknologi,” ujarnya.

    Ia berharap anak muda memakai internet untuk hal-hal produktif, seperti membuat konten kreatif, berjualan, menambah pengetahuan, dan memperluas relasi.

    “Siapa yang menguasai informasi dan jaringan, dia yang akan maju,” pungkasnya.

    (Sf/Rs)