Cari disini...
Seputar Kaltim
Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim), Mahyunadi. (Foto: Istimewa)
Sangatta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur tengah mempersiapkan realisasi 50 program unggulan bupati yang akan dilaksanakan secara bertahap. Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, menyebutkan bahwa fokus utama saat ini adalah sektor pendidikan dan infrastruktur.
Sejumlah program sudah siap dijalankan sembari menunggu rampungnya proses pergeseran anggaran tahun 2025. “Program yang bisa dimulai dulu seperti anggaran RT, pendidikan gratis, dan penyediaan seragam sekolah. Kita sesuaikan dengan prioritas yang ada,” ujar Mahyunadi.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa realisasi seluruh program menunggu pengesahan pergeseran anggaran yang saat ini masih dalam tahap finalisasi. Ia optimistis proses tersebut akan segera selesai.
“Kalau tidak ada hambatan, pertengahan bulan ini sudah bisa tuntas. Paling lambat akhir bulan,” tambahnya.
Mahyunadi juga menyinggung bahwa arah kebijakan yang berbeda antara pemerintahan sebelumnya dengan yang sekarang turut mempengaruhi sinkronisasi program, sehingga dibutuhkan penyesuaian ulang.
“Ada kegiatan-kegiatan yang perlu disesuaikan ulang. Ada sinkronisasi kegiatan-kegiatan memang sangat jauh berubahnya antara yang program yang lama dan sekarang,” pungkasnya
Selain itu, Mahyunadi mengungkapkan bahwa selain sinkronisasi program, Pemkab juga sedang melakukan pendisiplinan anggaran. Namun, ia menegaskan bahwa tidak semua informasi dapat disampaikan secara terbuka.
“Kami juga memperketat anggaran, tapi tentu tidak semua hal bisa kami buka ke publik,”imbuhnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim), Mahyunadi. (Foto: Istimewa)
Sangatta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur tengah mempersiapkan realisasi 50 program unggulan bupati yang akan dilaksanakan secara bertahap. Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, menyebutkan bahwa fokus utama saat ini adalah sektor pendidikan dan infrastruktur.
Sejumlah program sudah siap dijalankan sembari menunggu rampungnya proses pergeseran anggaran tahun 2025. “Program yang bisa dimulai dulu seperti anggaran RT, pendidikan gratis, dan penyediaan seragam sekolah. Kita sesuaikan dengan prioritas yang ada,” ujar Mahyunadi.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa realisasi seluruh program menunggu pengesahan pergeseran anggaran yang saat ini masih dalam tahap finalisasi. Ia optimistis proses tersebut akan segera selesai.
“Kalau tidak ada hambatan, pertengahan bulan ini sudah bisa tuntas. Paling lambat akhir bulan,” tambahnya.
Mahyunadi juga menyinggung bahwa arah kebijakan yang berbeda antara pemerintahan sebelumnya dengan yang sekarang turut mempengaruhi sinkronisasi program, sehingga dibutuhkan penyesuaian ulang.
“Ada kegiatan-kegiatan yang perlu disesuaikan ulang. Ada sinkronisasi kegiatan-kegiatan memang sangat jauh berubahnya antara yang program yang lama dan sekarang,” pungkasnya
Selain itu, Mahyunadi mengungkapkan bahwa selain sinkronisasi program, Pemkab juga sedang melakukan pendisiplinan anggaran. Namun, ia menegaskan bahwa tidak semua informasi dapat disampaikan secara terbuka.
“Kami juga memperketat anggaran, tapi tentu tidak semua hal bisa kami buka ke publik,”imbuhnya.
(Sf/Rs)