Wabup Kutim Prihatin Kondisi Asrama Mahasiswa di Makassar, CSR Disebut Bisa Jadi Solusi

    Seputarfakta.com-Lisda -

    Seputar Kaltim

    16 Maret 2026 12:53 WIB

    Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi. (Foto :Lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta - Kebutuhan asrama permanen bagi mahasiswa asal Kutai Timur (Kutim) yang menempuh pendidikan di luar daerah, khususnya di Makassar menjadi perhatian Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi.

    Mahyunadi mengaku prihatin setelah mengetahui kondisi asrama mahasiswa Kutim di sejumlah daerah yang dinilai belum layak. Karena itu, ia meminta mahasiswa lebih proaktif mengajukan audiensi dengan pemerintah daerah untuk membahas solusi pembangunan fasilitas tersebut.

    “Saya miris melihat kondisi asrama mahasiswa kita di beberapa tempat. Bahkan mereka membandingkan dengan daerah lain seperti Bontang, Samarinda, sampai Penajam yang sudah memiliki asrama yang lebih baik,” ujar Mahyunadi.

    Ia menilai pembangunan asrama mahasiswa dapat diupayakan melalui berbagai skema, salah satunya dengan memanfaatkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan yang beroperasi di Kutim.

    Menurutnya dana CSR memiliki potensi besar jika dimanfaatkan dengan baik. Namun ia menegaskan mahasiswa juga perlu menyampaikan rencana kebutuhan secara jelas.

    Karena itu, ia mendorong Himpunan Pelajar Mahasiswa Kutai Timur (Hipma KT) menyiapkan konsep pembangunan secara rinci agar dapat dipaparkan dalam forum diskusi bersama pemerintah daerah.

    “Kita diskusikan bagaimana peluangnya lewat CSR. Kalau mau lihat aset, bagaimana caranya. Sementara daerah lain bisa, kok masa kita ndak bisa,” tutupnya.

    Mahyunadi berharap adanya kolaborasi antara pemerintah daerah dan mahasiswa agar pembangunan asrama yang layak untuk mahasiswa Kutim dapat segera direalisasikan.

    (Sf/Lo)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    Wabup Kutim Prihatin Kondisi Asrama Mahasiswa di Makassar, CSR Disebut Bisa Jadi Solusi

    Seputarfakta.com-Lisda -

    Seputar Kaltim

    16 Maret 2026 12:53 WIB

    Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi. (Foto :Lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta - Kebutuhan asrama permanen bagi mahasiswa asal Kutai Timur (Kutim) yang menempuh pendidikan di luar daerah, khususnya di Makassar menjadi perhatian Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi.

    Mahyunadi mengaku prihatin setelah mengetahui kondisi asrama mahasiswa Kutim di sejumlah daerah yang dinilai belum layak. Karena itu, ia meminta mahasiswa lebih proaktif mengajukan audiensi dengan pemerintah daerah untuk membahas solusi pembangunan fasilitas tersebut.

    “Saya miris melihat kondisi asrama mahasiswa kita di beberapa tempat. Bahkan mereka membandingkan dengan daerah lain seperti Bontang, Samarinda, sampai Penajam yang sudah memiliki asrama yang lebih baik,” ujar Mahyunadi.

    Ia menilai pembangunan asrama mahasiswa dapat diupayakan melalui berbagai skema, salah satunya dengan memanfaatkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan yang beroperasi di Kutim.

    Menurutnya dana CSR memiliki potensi besar jika dimanfaatkan dengan baik. Namun ia menegaskan mahasiswa juga perlu menyampaikan rencana kebutuhan secara jelas.

    Karena itu, ia mendorong Himpunan Pelajar Mahasiswa Kutai Timur (Hipma KT) menyiapkan konsep pembangunan secara rinci agar dapat dipaparkan dalam forum diskusi bersama pemerintah daerah.

    “Kita diskusikan bagaimana peluangnya lewat CSR. Kalau mau lihat aset, bagaimana caranya. Sementara daerah lain bisa, kok masa kita ndak bisa,” tutupnya.

    Mahyunadi berharap adanya kolaborasi antara pemerintah daerah dan mahasiswa agar pembangunan asrama yang layak untuk mahasiswa Kutim dapat segera direalisasikan.

    (Sf/Lo)