Seputar Kaltim

    Wabup Kutim: KNPI harus bersatu

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Pelantikan pengurus KNPI Kutim di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, Rabu (22/5/2025). (Foto:Lisda/Seputarfakta.com)

    Sangatta - Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, menekankan pentingnya menjaga persatuan dan soliditas di tubuh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kutai Timur (Kutim) agar tidak terpecah belah seperti di beberapa daerah lain. 

    Ia juga menyoroti potensi kemunduran organisasi jika terjadi dualisme kepemimpinan, yang bisa menyebabkan konflik internal dan menghambat program kerja serta pembinaan organisasi kepemudaan. 

    "Alhamdulillah, di Kutai Timur tidak terjadi dualisme. Ini yang harus terus kita pertahankan. KNPI Kutim harus bersatu padu, kita harapkan tidak terjadi dualisme dan lain-lain" ujar Mahyunadi pada pelantikan pengurus KNPI Kutim di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, Rabu (22/5/2025).

    Menurutnya, semangat kebersamaan dan perjuangan yang telah dibangun sejak awal harus terus dijaga, karena pemuda adalah ujung tombak masa depan bangsa.

    "Kutai Timur tidak boleh terpecah belah. Kita dulu saja bersatu berdarah-darah untuk merdeka dan maju, apalagi jika kita terpecah. Pemuda harus bersiap menghadapi masa depan," lanjutnya.

    Mahyunadi juga mendorong agar pengurus KNPI aktif membangun jaringan dan melakukan lobi ke berbagai tingkatan, termasuk ke tingkat provinsi maupun pusat, untuk membuka peluang-peluang baru bagi organisasi dan anggotanya.

    "Kalau nanti ada lagi dualisme atau bahkan trilisme, hadapi sendiri. Lobi ke Samarinda, ke Jakarta. Organisasi ini juga bisa menjadi jalan membuka peluang usaha," pesannya.

    Tak hanya itu, Mahyunadi menyampaikan pesan penting kepada para pemuda agar membangun karakter yang kuat, tidak hanya dalam kerja dan organisasi, tetapi juga dalam aspek spiritual.

    "Kalau mau cepat maju dan berkembang, jangan hanya rajin bekerja. Kita juga harus memperkuat ibadah. Banyak-banyak berdoa kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, Jangan melempem. Pemuda itu petarung, pantang menyerah. Kenakalan boleh, tapi yang tipis-tipis saja, jangan kebanyakan" ujarnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Wabup Kutim: KNPI harus bersatu

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Pelantikan pengurus KNPI Kutim di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, Rabu (22/5/2025). (Foto:Lisda/Seputarfakta.com)

    Sangatta - Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, menekankan pentingnya menjaga persatuan dan soliditas di tubuh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kutai Timur (Kutim) agar tidak terpecah belah seperti di beberapa daerah lain. 

    Ia juga menyoroti potensi kemunduran organisasi jika terjadi dualisme kepemimpinan, yang bisa menyebabkan konflik internal dan menghambat program kerja serta pembinaan organisasi kepemudaan. 

    "Alhamdulillah, di Kutai Timur tidak terjadi dualisme. Ini yang harus terus kita pertahankan. KNPI Kutim harus bersatu padu, kita harapkan tidak terjadi dualisme dan lain-lain" ujar Mahyunadi pada pelantikan pengurus KNPI Kutim di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, Rabu (22/5/2025).

    Menurutnya, semangat kebersamaan dan perjuangan yang telah dibangun sejak awal harus terus dijaga, karena pemuda adalah ujung tombak masa depan bangsa.

    "Kutai Timur tidak boleh terpecah belah. Kita dulu saja bersatu berdarah-darah untuk merdeka dan maju, apalagi jika kita terpecah. Pemuda harus bersiap menghadapi masa depan," lanjutnya.

    Mahyunadi juga mendorong agar pengurus KNPI aktif membangun jaringan dan melakukan lobi ke berbagai tingkatan, termasuk ke tingkat provinsi maupun pusat, untuk membuka peluang-peluang baru bagi organisasi dan anggotanya.

    "Kalau nanti ada lagi dualisme atau bahkan trilisme, hadapi sendiri. Lobi ke Samarinda, ke Jakarta. Organisasi ini juga bisa menjadi jalan membuka peluang usaha," pesannya.

    Tak hanya itu, Mahyunadi menyampaikan pesan penting kepada para pemuda agar membangun karakter yang kuat, tidak hanya dalam kerja dan organisasi, tetapi juga dalam aspek spiritual.

    "Kalau mau cepat maju dan berkembang, jangan hanya rajin bekerja. Kita juga harus memperkuat ibadah. Banyak-banyak berdoa kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, Jangan melempem. Pemuda itu petarung, pantang menyerah. Kenakalan boleh, tapi yang tipis-tipis saja, jangan kebanyakan" ujarnya.

    (Sf/Rs)