Cari disini...
Seputar Kaltim
Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi. (foto: Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta - Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, menegaskan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 harus fokus, tepat sasaran, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Ia mengatakan Kabupaten Kutim memiliki potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang besar. Namun di sisi lain, daerah ini juga masih menghadapi sejumlah tantangan pembangunan.
Menurut Mahyunadi, sejumlah tantangan yang masih dihadapi pemerintah daerah antara lain pemerataan pembangunan, peningkatan kualitas infrastruktur dasar, serta pengembangan potensi daerah di luar sektor pertambangan.
“Selain itu, penurunan angka kemiskinan dan pengangguran, peningkatan daya saing sumber daya manusia, serta perlindungan terhadap lingkungan hidup juga menjadi isu strategis yang harus dijawab melalui perencanaan yang tepat, fokus, dan berorientasi pada hasil," ujar Mahyunadi.
Ia menambahkan, keterbatasan kemampuan fiskal daerah membuat pemerintah harus lebih disiplin dan selektif dalam menentukan prioritas pembangunan. Karena itu, penyusunan RKPD 2027 harus mengedepankan prinsip efisiensi, efektivitas, dan akuntabilitas.
“Anggaran harus betul-betul tepat guna dan tepat sasaran. Walaupun kadang ada kebingungan dalam menghabiskan anggaran, jangan sampai itu terjadi,” tambahnya.
Ia juga mengingatkan agar tidak ada lagi pembangunan infrastruktur yang tidak sesuai kebutuhan masyarakat. Contohnya pembangunan jalan di wilayah yang belum memiliki permukiman atau aktivitas pertanian.
“Jangan lagi ada jalan dibangun tapi tidak ada rumahnya. Tidak ada hasil tani, tapi jalannya dibuat. Itu tidak boleh terjadi lagi. Anggaran kita harus efektif dan efisien. Setiap program dan kegiatan yang direncanakan harus benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tutupnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi. (foto: Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta - Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, menegaskan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 harus fokus, tepat sasaran, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Ia mengatakan Kabupaten Kutim memiliki potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang besar. Namun di sisi lain, daerah ini juga masih menghadapi sejumlah tantangan pembangunan.
Menurut Mahyunadi, sejumlah tantangan yang masih dihadapi pemerintah daerah antara lain pemerataan pembangunan, peningkatan kualitas infrastruktur dasar, serta pengembangan potensi daerah di luar sektor pertambangan.
“Selain itu, penurunan angka kemiskinan dan pengangguran, peningkatan daya saing sumber daya manusia, serta perlindungan terhadap lingkungan hidup juga menjadi isu strategis yang harus dijawab melalui perencanaan yang tepat, fokus, dan berorientasi pada hasil," ujar Mahyunadi.
Ia menambahkan, keterbatasan kemampuan fiskal daerah membuat pemerintah harus lebih disiplin dan selektif dalam menentukan prioritas pembangunan. Karena itu, penyusunan RKPD 2027 harus mengedepankan prinsip efisiensi, efektivitas, dan akuntabilitas.
“Anggaran harus betul-betul tepat guna dan tepat sasaran. Walaupun kadang ada kebingungan dalam menghabiskan anggaran, jangan sampai itu terjadi,” tambahnya.
Ia juga mengingatkan agar tidak ada lagi pembangunan infrastruktur yang tidak sesuai kebutuhan masyarakat. Contohnya pembangunan jalan di wilayah yang belum memiliki permukiman atau aktivitas pertanian.
“Jangan lagi ada jalan dibangun tapi tidak ada rumahnya. Tidak ada hasil tani, tapi jalannya dibuat. Itu tidak boleh terjadi lagi. Anggaran kita harus efektif dan efisien. Setiap program dan kegiatan yang direncanakan harus benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tutupnya.
(Sf/Rs)