Seputar Kaltim

    Wabup Kutim Ingatkan Bahaya Hoaks di Idulfitri 1447 H, Ajak Warga Jaga Persatuan

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    21 Maret 2026 pukul 13:48 WITA

    Wabup Kutim Mahyunadi menyampaikan sambutan pada Salat Idulfitri di Masjid AT-Taubah, Sangatta Selatan. (Foto:Lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta - Momentum Hari Raya Idulfitri dimanfaatkan Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim), Mahyunadi, untuk mengingatkan masyarakat pentingnya menjaga persatuan, terutama di tengah derasnya arus informasi digital.

    Pesan tersebut disampaikannya saat menghadiri Salat Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah di Masjid AT-Taubah, Kecamatan Sangatta Selatan, Sabtu (21/3/2026), yang diikuti ratusan umat Muslim.

    Dalam sambutannya, Mahyunadi menegaskan Idulfitri tidak hanya menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga momentum untuk memperkuat kebersamaan dan persaudaraan di tengah masyarakat.

    Ia secara khusus menyoroti maraknya penyebaran informasi yang tidak terverifikasi di media sosial yang berpotensi memicu perpecahan.

    “Idulfitri hendaknya menjadi titik balik untuk menghentikan perpecahan, termasuk di ruang digital, dengan mengedepankan tabayun, etika bermedia, serta tidak mudah terprovokasi,” ujar Mahyunadi.

    Menurutnya, masyarakat perlu lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi agar tidak mudah terpengaruh hoaks yang dapat merusak persatuan.

    Selain itu, Mahyunadi juga mengajak masyarakat untuk menjaga nilai-nilai yang telah dilatih selama Ramadan, seperti kesabaran, kejujuran, dan kepedulian sosial.

    “Idulfitri adalah momen kembali ke fitrah. Kemenangan ini hendaknya tidak hanya dirayakan secara lahiriah, tetapi diwujudkan dalam tekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik dalam sikap, tutur kata, dan perbuatan, baik di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” katanya.

    Ia menambahkan, pemerintah daerah terus berupaya menjaga stabilitas ekonomi masyarakat melalui penguatan sektor UMKM, pemberdayaan desa, serta diversifikasi ekonomi.

    Tak hanya itu, peningkatan kualitas pelayanan publik juga terus dilakukan melalui transformasi digital yang transparan dan berintegritas.

    Di akhir sambutannya, Mahyunadi mengajak seluruh masyarakat menjadikan Idulfitri sebagai titik awal untuk memperkuat kebersamaan dan membangun daerah.

    “Semoga Idulfitri ini menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan dan bersama-sama mewujudkan Kutim yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing,” pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Wabup Kutim Ingatkan Bahaya Hoaks di Idulfitri 1447 H, Ajak Warga Jaga Persatuan

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    21 Maret 2026 pukul 13:48 WITA

    Wabup Kutim Mahyunadi menyampaikan sambutan pada Salat Idulfitri di Masjid AT-Taubah, Sangatta Selatan. (Foto:Lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta - Momentum Hari Raya Idulfitri dimanfaatkan Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim), Mahyunadi, untuk mengingatkan masyarakat pentingnya menjaga persatuan, terutama di tengah derasnya arus informasi digital.

    Pesan tersebut disampaikannya saat menghadiri Salat Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah di Masjid AT-Taubah, Kecamatan Sangatta Selatan, Sabtu (21/3/2026), yang diikuti ratusan umat Muslim.

    Dalam sambutannya, Mahyunadi menegaskan Idulfitri tidak hanya menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga momentum untuk memperkuat kebersamaan dan persaudaraan di tengah masyarakat.

    Ia secara khusus menyoroti maraknya penyebaran informasi yang tidak terverifikasi di media sosial yang berpotensi memicu perpecahan.

    “Idulfitri hendaknya menjadi titik balik untuk menghentikan perpecahan, termasuk di ruang digital, dengan mengedepankan tabayun, etika bermedia, serta tidak mudah terprovokasi,” ujar Mahyunadi.

    Menurutnya, masyarakat perlu lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi agar tidak mudah terpengaruh hoaks yang dapat merusak persatuan.

    Selain itu, Mahyunadi juga mengajak masyarakat untuk menjaga nilai-nilai yang telah dilatih selama Ramadan, seperti kesabaran, kejujuran, dan kepedulian sosial.

    “Idulfitri adalah momen kembali ke fitrah. Kemenangan ini hendaknya tidak hanya dirayakan secara lahiriah, tetapi diwujudkan dalam tekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik dalam sikap, tutur kata, dan perbuatan, baik di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” katanya.

    Ia menambahkan, pemerintah daerah terus berupaya menjaga stabilitas ekonomi masyarakat melalui penguatan sektor UMKM, pemberdayaan desa, serta diversifikasi ekonomi.

    Tak hanya itu, peningkatan kualitas pelayanan publik juga terus dilakukan melalui transformasi digital yang transparan dan berintegritas.

    Di akhir sambutannya, Mahyunadi mengajak seluruh masyarakat menjadikan Idulfitri sebagai titik awal untuk memperkuat kebersamaan dan membangun daerah.

    “Semoga Idulfitri ini menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan dan bersama-sama mewujudkan Kutim yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing,” pungkasnya.

    (Sf/Rs)