Seputar Kaltim

    Wabup Berau Yakin Efisiensi Anggaran Tak Ganggu Jadwal Festival Manutung Jukut

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    23 Maret 2025 pukul 13:15 WITA

    Festival Manutung Jukut atau tradisi membakar ikan bersama adalah salah satu event unggulan dalam peringatan Hari Jadi Kabupaten Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Festival Manutung Jukut atau tradisi membakar ikan bersama yang merupakan Salah satu event unggulan dalam peringatan Hari Jadi Kabupaten Berau diprediksi akan terdampak oleh efisiensi anggaran tahun 2025 ini. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bahwa perayaan tidak akan semeriah tahun-tahun sebelumnya.

    Wakil Bupati (Wabup) Berau, Gamalis mengatakan, pihaknya  akan terus berupaya maksimal agar festival tahunan tersebut tetap berlangsung dengan lebih meriah.

    "Kami optimis Manutung Jukut tetap bisa digelar dengan kemeriahan yang sama, bahkan lebih besar dari tahun sebelumnya," ungkap Gamalis.

    Menurutnya, efisiensi anggaran bukan berarti mengurangi esensi perayaan, namun mendorong agar lebih kreatif dalam pelaksanaannya. Selain itu, ia menekankan bahwa Festival Manutung Jukut tersebut tidak hanya sekadar seremoni, tetapi juga bagian dari identitas budaya yang perlu terus dilestarikan.

    Oleh karena itu, untuk menyiasati keterbatasan anggaran, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau akan memaksimalkan peran serta pihak ketiga, termasuk perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah ini. Ia mengatakan, banyak perusahaan di daerah Berau yang dapat di dorong untuk berkontribusi.

    "Saya yakin mereka juga ingin berkontribusi dalam perayaan hari jadi daerah. Kami akan melakukan pendekatan lebih intensif agar mereka bisa mendukung kegiatan ini, baik melalui sponsorship maupun bentuk partisipasi lainnya," ujarnya.

    Gamalis pun optimis festival ini tetap bisa berlangsung dengan penuh semangat dan kemeriahan. Apalagi Festival Manutung Jukut selama ini menjadi salah satu ikon perayaan Hari Jadi Berau. Selain sebagai ajang kebersamaan, festival ini juga menjadi daya tarik wisata yang memperkenalkan kekayaan kuliner dan budaya lokal.

    "Kita harus menjaga tradisi ini tetap hidup dan terus berkembang. Dengan kerja sama semua pihak, Manutung Jukut bisa menjadi event yang tidak hanya membanggakan masyarakat Berau, tetapi juga menarik perhatian wisatawan dari luar daerah," tandasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Wabup Berau Yakin Efisiensi Anggaran Tak Ganggu Jadwal Festival Manutung Jukut

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    23 Maret 2025 pukul 13:15 WITA

    Festival Manutung Jukut atau tradisi membakar ikan bersama adalah salah satu event unggulan dalam peringatan Hari Jadi Kabupaten Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Festival Manutung Jukut atau tradisi membakar ikan bersama yang merupakan Salah satu event unggulan dalam peringatan Hari Jadi Kabupaten Berau diprediksi akan terdampak oleh efisiensi anggaran tahun 2025 ini. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bahwa perayaan tidak akan semeriah tahun-tahun sebelumnya.

    Wakil Bupati (Wabup) Berau, Gamalis mengatakan, pihaknya  akan terus berupaya maksimal agar festival tahunan tersebut tetap berlangsung dengan lebih meriah.

    "Kami optimis Manutung Jukut tetap bisa digelar dengan kemeriahan yang sama, bahkan lebih besar dari tahun sebelumnya," ungkap Gamalis.

    Menurutnya, efisiensi anggaran bukan berarti mengurangi esensi perayaan, namun mendorong agar lebih kreatif dalam pelaksanaannya. Selain itu, ia menekankan bahwa Festival Manutung Jukut tersebut tidak hanya sekadar seremoni, tetapi juga bagian dari identitas budaya yang perlu terus dilestarikan.

    Oleh karena itu, untuk menyiasati keterbatasan anggaran, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau akan memaksimalkan peran serta pihak ketiga, termasuk perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah ini. Ia mengatakan, banyak perusahaan di daerah Berau yang dapat di dorong untuk berkontribusi.

    "Saya yakin mereka juga ingin berkontribusi dalam perayaan hari jadi daerah. Kami akan melakukan pendekatan lebih intensif agar mereka bisa mendukung kegiatan ini, baik melalui sponsorship maupun bentuk partisipasi lainnya," ujarnya.

    Gamalis pun optimis festival ini tetap bisa berlangsung dengan penuh semangat dan kemeriahan. Apalagi Festival Manutung Jukut selama ini menjadi salah satu ikon perayaan Hari Jadi Berau. Selain sebagai ajang kebersamaan, festival ini juga menjadi daya tarik wisata yang memperkenalkan kekayaan kuliner dan budaya lokal.

    "Kita harus menjaga tradisi ini tetap hidup dan terus berkembang. Dengan kerja sama semua pihak, Manutung Jukut bisa menjadi event yang tidak hanya membanggakan masyarakat Berau, tetapi juga menarik perhatian wisatawan dari luar daerah," tandasnya.

    (Sf/Rs)