Seputar Kaltim

    Wabup Berau Tinjau Wilayah Terdampak Banjir di Segah, Fokus Cek Kondisi Kampung dan Fasilitas Pendidikan

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    09 Desember 2025 pukul 20:34 WITA

    Wabup Berau, Gamalis. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Wakil Bupati (Wabup) Berau, Gamalis, melakukan peninjauan langsung ke sejumlah kampung di Kecamatan Segah pada Selasa (9/12/2025) untuk melihat kondisi wilayah yang terdampak banjir sekaligus memastikan penanganan pemerintah berjalan efektif. Peninjauan yang dilakukan bersama sejumlah instansi terkait ini difokuskan pada kampung-kampung yang berada jauh dari pusat kota.

    "Kami hari ini melakukan peninjauan sekaligus melihat kondisi di kampung. Kita taruh memang hari ini di Segah. Kenapa Segah? Pertama itu agak jauh dari kota, ya kan? Kalau yang lain-lain relatif lebih dekat," ujar Gamalis.

    Dalam kunjungan tersebut, pemerintah daerah memprioritaskan dua kampung, yakni Tepian Buah dan Gunung Sari, untuk memastikan kondisi masyarakat serta melihat langsung dampak banjir yang terjadi.

    "Ada dua kampung yang akan kita lihat di situ. Dua kampung itu Tepian Buah dan Gunung Sari," jelasnya.

    Mengenai kondisi banjir terkini, ia menyampaikan bahwa ketinggian air mulai menunjukkan penurunan meski masih bervariasi.

    "Ketinggian air bervariasi, sekarang sudah mulai turun," tuturnya.

    Selain dua kampung utama, dirinya juga membuka kemungkinan melanjutkan perjalanan ke wilayah yang lebih terdampak seperti Long Ayan dan *
    Long Ayap, apabila kondisi memungkinkan.

    "Kalau memungkinkan kita sampai ke Kampung Long Ayan dan Long Ayap kita ke sana. Tergantung kondisi, situasional. Yang penting jelas di dua kampung itu dulu, kita kunjungi," ujarnya.

    Sementara itu, terkait beberapa sekolah yang dilaporkan terendam, Pemkab Berau belum dapat memastikan langkah lanjutan apabila belum mengetahui kondisi di lapangan. Ia menegaskan bahwa seluruh proses keputusan harus berbasis pada pengamatan nyata, bukan sekadar laporan.

    "Kami semua hari ini turun baik BPBD, DPMK, Pendidikan, Sosial, Kesehatan, ada semua itu. Kita melihat, kita cek ke sana, kondisinya seperti apa, langkah apa yang harus kita ambil dan solusi apa yang harus kita lakukan. Makanya kita turun langsung, agar supaya bukan hanya berita yang kita terima, tapi kita lihat langsung. Agar dapat mengambil keputusannya lebih komprehensif dan tepat," tegasnya.

    Dalam peninjauan hari ini, pemerintah juga membawa logistik beserta peralatan antisipasi untuk menghadapi kemungkinan kondisi cuaca yang berubah, terutama potensi banjir susulan dari wilayah hulu.

    "Namanya ini situasional. Coba lihat mendung seperti ini, kan kita tidak bisa menyangka seperti apa nanti di hulu. Tiba-tiba banjir dan lain sebagainya. Kita sudah siapin alat-alat untuk antisipasi itu," ungkapnya.

    Sedangkan untuk logistik, Gamalis menyampaikan, meski tidak dapat mengakomodasi seluruh kebutuhan masyarakat sekaligus, namun Pemkab tetap berupaya memberikan bantuan kepada warga yang paling membutuhkan.

    "Kalau terkait logistik, itu harus kita bawa. Tentu ada masyarakat-masyarakat kita yang mungkin memerlukan. Kita akan memberikan, walaupun tidak bisa kita mengantisipasi atau melakukan secara keseluruhan. Tapi spot by spot," tutupnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Wabup Berau Tinjau Wilayah Terdampak Banjir di Segah, Fokus Cek Kondisi Kampung dan Fasilitas Pendidikan

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    09 Desember 2025 pukul 20:34 WITA

    Wabup Berau, Gamalis. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Wakil Bupati (Wabup) Berau, Gamalis, melakukan peninjauan langsung ke sejumlah kampung di Kecamatan Segah pada Selasa (9/12/2025) untuk melihat kondisi wilayah yang terdampak banjir sekaligus memastikan penanganan pemerintah berjalan efektif. Peninjauan yang dilakukan bersama sejumlah instansi terkait ini difokuskan pada kampung-kampung yang berada jauh dari pusat kota.

    "Kami hari ini melakukan peninjauan sekaligus melihat kondisi di kampung. Kita taruh memang hari ini di Segah. Kenapa Segah? Pertama itu agak jauh dari kota, ya kan? Kalau yang lain-lain relatif lebih dekat," ujar Gamalis.

    Dalam kunjungan tersebut, pemerintah daerah memprioritaskan dua kampung, yakni Tepian Buah dan Gunung Sari, untuk memastikan kondisi masyarakat serta melihat langsung dampak banjir yang terjadi.

    "Ada dua kampung yang akan kita lihat di situ. Dua kampung itu Tepian Buah dan Gunung Sari," jelasnya.

    Mengenai kondisi banjir terkini, ia menyampaikan bahwa ketinggian air mulai menunjukkan penurunan meski masih bervariasi.

    "Ketinggian air bervariasi, sekarang sudah mulai turun," tuturnya.

    Selain dua kampung utama, dirinya juga membuka kemungkinan melanjutkan perjalanan ke wilayah yang lebih terdampak seperti Long Ayan dan *
    Long Ayap, apabila kondisi memungkinkan.

    "Kalau memungkinkan kita sampai ke Kampung Long Ayan dan Long Ayap kita ke sana. Tergantung kondisi, situasional. Yang penting jelas di dua kampung itu dulu, kita kunjungi," ujarnya.

    Sementara itu, terkait beberapa sekolah yang dilaporkan terendam, Pemkab Berau belum dapat memastikan langkah lanjutan apabila belum mengetahui kondisi di lapangan. Ia menegaskan bahwa seluruh proses keputusan harus berbasis pada pengamatan nyata, bukan sekadar laporan.

    "Kami semua hari ini turun baik BPBD, DPMK, Pendidikan, Sosial, Kesehatan, ada semua itu. Kita melihat, kita cek ke sana, kondisinya seperti apa, langkah apa yang harus kita ambil dan solusi apa yang harus kita lakukan. Makanya kita turun langsung, agar supaya bukan hanya berita yang kita terima, tapi kita lihat langsung. Agar dapat mengambil keputusannya lebih komprehensif dan tepat," tegasnya.

    Dalam peninjauan hari ini, pemerintah juga membawa logistik beserta peralatan antisipasi untuk menghadapi kemungkinan kondisi cuaca yang berubah, terutama potensi banjir susulan dari wilayah hulu.

    "Namanya ini situasional. Coba lihat mendung seperti ini, kan kita tidak bisa menyangka seperti apa nanti di hulu. Tiba-tiba banjir dan lain sebagainya. Kita sudah siapin alat-alat untuk antisipasi itu," ungkapnya.

    Sedangkan untuk logistik, Gamalis menyampaikan, meski tidak dapat mengakomodasi seluruh kebutuhan masyarakat sekaligus, namun Pemkab tetap berupaya memberikan bantuan kepada warga yang paling membutuhkan.

    "Kalau terkait logistik, itu harus kita bawa. Tentu ada masyarakat-masyarakat kita yang mungkin memerlukan. Kita akan memberikan, walaupun tidak bisa kita mengantisipasi atau melakukan secara keseluruhan. Tapi spot by spot," tutupnya.

    (Sf/Rs)