Seputar Kaltim

    Void Bekas Tambang PPC Belum Bisa Jadi Cadangan Air Baku PPU, Butuh Rp30 Miliar

    Penulis:Cindy|Redaktur:Lodya A
    02 September 2026 pukul 16:17 WITA

    Direktur Perumda AMDT PPU, Abdul Rasyid. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)

    Penajam - Rencana pemanfaatan kolam bekas tambang PT PPC di Buluminung sebagai cadangan air baku Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) belum bisa direalisasikan dalam waktu dekat. Selain membutuhkan pengolahan khusus, proyek tersebut diperkirakan menelan investasi hingga Rp30 miliar.

    Direktur Perumda Air Minum Danum Taka (AMDT) PPU, Abdul Rasyid, mengatakan void atau lubang bekas tambang tersebut memang diproyeksikan untuk sumber air bersih, tetapi kondisinya belum memungkinkan langsung dimanfaatkan.

    Persoalan utamanya berada pada kualitas air. Air asam tambang di lokasi itu memiliki pH sekitar 2,9, sehingga harus melalui treatment sebelum dapat digunakan sebagai sumber air baku.

    "Saat ini belum bisa digunakan, mungkin tahun depan itu pun kalau anggaran tersedia. Kita persiapkan step by step," kata Rasyid, Rabu (2/9/2026).

    Tak hanya pengolahan air, pemanfaatan void juga membutuhkan pembangunan jaringan perpipaan. Rasyid menyebut jaringan yang harus dibangun mencapai sekitar 12 kilometer, dari lokasi void menuju wilayah Lawe-Lawe dan diteruskan ke jaringan di bawahnya.

    "Praktis sekitar 12 kilometer, investasinya perhitungan kita sekitar Rp15-Rp30 miliar," ujarnya.

    Dengan kedalaman sekitar 25 meter, kolam bekas tambang itu dinilai cukup potensial untuk menjadi cadangan air dalam jangka panjang. Hanya saja, sumber tersebut belum bisa menggantikan sumber utama yang selama ini diandalkan PPU.

    "Bagus untuk jangka panjang, sebagai cadangan. Sebetulnya yang diandalkan Bendungan Lawe-Lawe," kata Rasyid.

    Menurutnya, kondisi sumber air baku yang semakin terbatas membuat daerah perlu menyiapkan sumber alternatif. Void bekas tambang PPC dipandang sebagai salah satu opsi untuk menyimpan air baku dan menjaga keberlanjutan pasokan air bersih.

    "Dengan keadaan seperti ini, membuat daerah tidak bisa melanjutkan pembangunan, sehingga kita mencari upaya cadangan menyimpan air baku," ucapnya. 

    Rasyid menambahkan, lahan tersebut nantinya akan diserahkan kepada Pemkab PPU untuk dimanfaatkan. Sementara realisasinya tetap bergantung pada kesiapan anggaran dan tahapan pengolahan air sebelum masuk ke sistem pelayanan air bersih.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Void Bekas Tambang PPC Belum Bisa Jadi Cadangan Air Baku PPU, Butuh Rp30 Miliar

    Penulis:Cindy|Redaktur:Lodya A
    02 September 2026 pukul 16:17 WITA

    Direktur Perumda AMDT PPU, Abdul Rasyid. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)

    Penajam - Rencana pemanfaatan kolam bekas tambang PT PPC di Buluminung sebagai cadangan air baku Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) belum bisa direalisasikan dalam waktu dekat. Selain membutuhkan pengolahan khusus, proyek tersebut diperkirakan menelan investasi hingga Rp30 miliar.

    Direktur Perumda Air Minum Danum Taka (AMDT) PPU, Abdul Rasyid, mengatakan void atau lubang bekas tambang tersebut memang diproyeksikan untuk sumber air bersih, tetapi kondisinya belum memungkinkan langsung dimanfaatkan.

    Persoalan utamanya berada pada kualitas air. Air asam tambang di lokasi itu memiliki pH sekitar 2,9, sehingga harus melalui treatment sebelum dapat digunakan sebagai sumber air baku.

    "Saat ini belum bisa digunakan, mungkin tahun depan itu pun kalau anggaran tersedia. Kita persiapkan step by step," kata Rasyid, Rabu (2/9/2026).

    Tak hanya pengolahan air, pemanfaatan void juga membutuhkan pembangunan jaringan perpipaan. Rasyid menyebut jaringan yang harus dibangun mencapai sekitar 12 kilometer, dari lokasi void menuju wilayah Lawe-Lawe dan diteruskan ke jaringan di bawahnya.

    "Praktis sekitar 12 kilometer, investasinya perhitungan kita sekitar Rp15-Rp30 miliar," ujarnya.

    Dengan kedalaman sekitar 25 meter, kolam bekas tambang itu dinilai cukup potensial untuk menjadi cadangan air dalam jangka panjang. Hanya saja, sumber tersebut belum bisa menggantikan sumber utama yang selama ini diandalkan PPU.

    "Bagus untuk jangka panjang, sebagai cadangan. Sebetulnya yang diandalkan Bendungan Lawe-Lawe," kata Rasyid.

    Menurutnya, kondisi sumber air baku yang semakin terbatas membuat daerah perlu menyiapkan sumber alternatif. Void bekas tambang PPC dipandang sebagai salah satu opsi untuk menyimpan air baku dan menjaga keberlanjutan pasokan air bersih.

    "Dengan keadaan seperti ini, membuat daerah tidak bisa melanjutkan pembangunan, sehingga kita mencari upaya cadangan menyimpan air baku," ucapnya. 

    Rasyid menambahkan, lahan tersebut nantinya akan diserahkan kepada Pemkab PPU untuk dimanfaatkan. Sementara realisasinya tetap bergantung pada kesiapan anggaran dan tahapan pengolahan air sebelum masuk ke sistem pelayanan air bersih.

    (Sf/Lo)