Cari disini...
Seputarfakta.com - Tria -
Seputar Kaltim
Keributan yang terjadi di Jalan Harmonika ketika oknum yang diduga jukir liar menantang petugas Dishub Samarinda, Minggu (19/1/2025) pagi. (Foto: Tangkapan layar/Seputarfakta.com)
Samarinda - Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menanggapi tegas insiden yang melibatkan dugaan provokasi oleh seorang juru parkir (jukir) liar terhadap petugas Dinas Perhubungan (Dishub) di Jalan Harmonika, Samarinda, Minggu (19/1/2025) pagi.
Dalam video yang viral di media sosial, jukir liar tersebut terlihat mengajak petugas Dishub berkelahi, memicu perhatian dan kecaman masyarakat.
"Saya belum menerima informasi rinci, tetapi jika benar jukir tersebut melakukan tindakan berlebihan, saya harap dia menyadari kesalahannya. Perilaku seperti ini tidak hanya merugikan masyarakat tetapi juga mencoreng upaya pemerintah dalam menata perparkiran di kota ini," ujar Andi Harun saat dikonfirmasi siang tadi.
Ia menegaskan, tindakan premanisme tidak akan dibiarkan. Ia memastikan bahwa pelaku yang mengganggu ketertiban akan berhadapan dengan hukum.
"Siapa pun yang melanggar hukum harus siap menerima konsekuensinya. Kita boleh mencari rezeki, tapi tidak dengan cara premanisme," tambahnya.
Lebih lanjut, Andi berjanji akan mendalami persoalan ini untuk memastikan penanganan yang tepat, agar mendapat solusi yang komprehensif. Terlebih, masyarakat Samarinda ingin hidup tenang dan tertib.
Di sisi lain, Koordinator Parkir Dishub Samarinda, Duri menegaskan bahwa oknum yang terlibat dalam insiden ini bukan bagian dari jukir binaan Dishub.
"Mereka bukan jukir binaan kami," ujar Duri.
Menambahkan, Kepala Bidang LLJ Dishub Samarinda, Didi Zulyani juga menjelaskan bahwa kawasan Jalan Harmonika memang kerap menjadi lokasi aktivitas jukir liar yang meminta tarif parkir melebihi aturan. Ia juga menekankan pentingnya koordinasi lintas instansi untuk menyelesaikan masalah jukir liar secara menyeluruh.
"Perlu kerja sama dengan pihak terkait," singkat Didi.
Dari informasi yang diterima, kasus ini sudah sampai di Polsek Samarinda Kota di Jalan Bhayangkara, Bugis, Samarinda Kota dan berakhir damai.
(Sf/Rs)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com - Tria -
Seputar Kaltim

Keributan yang terjadi di Jalan Harmonika ketika oknum yang diduga jukir liar menantang petugas Dishub Samarinda, Minggu (19/1/2025) pagi. (Foto: Tangkapan layar/Seputarfakta.com)
Samarinda - Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menanggapi tegas insiden yang melibatkan dugaan provokasi oleh seorang juru parkir (jukir) liar terhadap petugas Dinas Perhubungan (Dishub) di Jalan Harmonika, Samarinda, Minggu (19/1/2025) pagi.
Dalam video yang viral di media sosial, jukir liar tersebut terlihat mengajak petugas Dishub berkelahi, memicu perhatian dan kecaman masyarakat.
"Saya belum menerima informasi rinci, tetapi jika benar jukir tersebut melakukan tindakan berlebihan, saya harap dia menyadari kesalahannya. Perilaku seperti ini tidak hanya merugikan masyarakat tetapi juga mencoreng upaya pemerintah dalam menata perparkiran di kota ini," ujar Andi Harun saat dikonfirmasi siang tadi.
Ia menegaskan, tindakan premanisme tidak akan dibiarkan. Ia memastikan bahwa pelaku yang mengganggu ketertiban akan berhadapan dengan hukum.
"Siapa pun yang melanggar hukum harus siap menerima konsekuensinya. Kita boleh mencari rezeki, tapi tidak dengan cara premanisme," tambahnya.
Lebih lanjut, Andi berjanji akan mendalami persoalan ini untuk memastikan penanganan yang tepat, agar mendapat solusi yang komprehensif. Terlebih, masyarakat Samarinda ingin hidup tenang dan tertib.
Di sisi lain, Koordinator Parkir Dishub Samarinda, Duri menegaskan bahwa oknum yang terlibat dalam insiden ini bukan bagian dari jukir binaan Dishub.
"Mereka bukan jukir binaan kami," ujar Duri.
Menambahkan, Kepala Bidang LLJ Dishub Samarinda, Didi Zulyani juga menjelaskan bahwa kawasan Jalan Harmonika memang kerap menjadi lokasi aktivitas jukir liar yang meminta tarif parkir melebihi aturan. Ia juga menekankan pentingnya koordinasi lintas instansi untuk menyelesaikan masalah jukir liar secara menyeluruh.
"Perlu kerja sama dengan pihak terkait," singkat Didi.
Dari informasi yang diterima, kasus ini sudah sampai di Polsek Samarinda Kota di Jalan Bhayangkara, Bugis, Samarinda Kota dan berakhir damai.
(Sf/Rs)