Cari disini...
Seputar Kaltim
Seorang pria yang diduga merupakan mahasiswa perguruan tinggi di Balikpapan gunakan senjata jenis air gun di kawasan Balikpapan Barat. (Foto: Tangkapan Layar/seputarfakta.com)
Balikpapan - Video yang memperlihatkan dugaan penggunaan senjata jenis air gun di wilayah Balikpapan Barat viral di media sosial. Menindaklanjuti informasi tersebut, polisi mengamankan seorang pria yang berstatus mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Balikpapan.
Tim gabungan Polda Kaltim dan Polresta Balikpapan masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap fakta di balik rekaman yang beredar. Polisi juga telah mengamankan senjata yang diduga digunakan dalam peristiwa tersebut.
Wakapolresta Balikpapan, AKBP Fauzan Arianto mengatakan, kepolisian langsung bergerak setelah mengetahui adanya video dan informasi mengenai dugaan penembakan yang menyebar di media sosial.
“Benar, terkait kejadian yang beredar di media sosial, tim gabungan Polda Kaltim dan Polresta Balikpapan telah mengambil langkah cepat. Yang bersangkutan sudah diamankan dan saat ini sedang menjalani pemeriksaan,” ucap AKBP Fauzan kepada awak media, Kamis (13/8/2026).
Pria yang diamankan merupakan mahasiswa. Namun, polisi belum mengungkap identitas lengkapnya maupun menyimpulkan motif di balik dugaan aksi tersebut, karena pemeriksaan masih berlangsung.
“Selain mengamankan terduga pelaku, polisi menyita sebuah senjata jenis air gun sebagai alat bukti yang diperiksa penyidik,” jelasnya.
Penyidik tidak hanya mengandalkan rekaman yang beredar di media sosial. Polisi masih perlu memastikan rangkaian kejadian secara utuh, termasuk apakah senjata tersebut benar digunakan untuk menembak, arah tembakan, jenis proyektil yang digunakan, hingga ada atau tidaknya orang yang menjadi sasaran atau terkena tembakan.
Keterangan dari saksi dan pihak-pihak yang mengetahui kejadian juga akan dikumpulkan untuk mencocokkan isi video dengan kondisi sebenarnya di lokasi.
“Tim sedang mendalami secara menyeluruh rangkaian peristiwa tersebut, termasuk meminta keterangan para pihak dan saksi, memeriksa rekaman video yang beredar, serta melakukan pengecekan terhadap legalitas dan peruntukan air gun tersebut,” ujarnya.
Polisi juga mendalami konteks penggunaan senjata tersebut. Salah satu hal yang masih diperiksa, apakah tindakan tersebut sengaja untuk mengancam atau menakut-nakuti seseorang.
Selain mengungkap kronologi, kepolisian akan memeriksa legalitas kepemilikan serta peruntukan air gun yang diamankan.
“Langkah tersebut untuk mengetahui status senjata dan memastikan penggunaannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku,”
imbuhnya.
Kepolisian mengimbau masyarakat tidak langsung menarik kesimpulan hanya berdasarkan potongan video yang beredar di media sosial. Rekaman tersebut tetap menjadi salah satu bahan penyelidikan, tetapi perlu diverifikasi melalui keterangan saksi, pemeriksaan barang bukti, serta kondisi di lokasi kejadian.
Polisi juga belum mengungkap pihak yang diduga menjadi sasaran maupun pasal yang kemungkinan diterapkan. Penentuan langkah hukum akan dilakukan setelah penyidik memperoleh fakta dan alat bukti yang cukup.
“Peristiwa ini tentunya akan kami proses secara tegas, profesional dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.
Hingga Kamis (13/8/2026), mahasiswa tersebut masih menjalani pemeriksaan. Penyidik masih mendalami motif, kronologi, penggunaan air gun, serta keseluruhan rangkaian peristiwa yang terekam dalam video.
Kepolisian akan menyampaikan perkembangan kasus setelah proses penyelidikan menghasilkan fakta yang lebih lengkap.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Seorang pria yang diduga merupakan mahasiswa perguruan tinggi di Balikpapan gunakan senjata jenis air gun di kawasan Balikpapan Barat. (Foto: Tangkapan Layar/seputarfakta.com)
Balikpapan - Video yang memperlihatkan dugaan penggunaan senjata jenis air gun di wilayah Balikpapan Barat viral di media sosial. Menindaklanjuti informasi tersebut, polisi mengamankan seorang pria yang berstatus mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Balikpapan.
Tim gabungan Polda Kaltim dan Polresta Balikpapan masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap fakta di balik rekaman yang beredar. Polisi juga telah mengamankan senjata yang diduga digunakan dalam peristiwa tersebut.
Wakapolresta Balikpapan, AKBP Fauzan Arianto mengatakan, kepolisian langsung bergerak setelah mengetahui adanya video dan informasi mengenai dugaan penembakan yang menyebar di media sosial.
“Benar, terkait kejadian yang beredar di media sosial, tim gabungan Polda Kaltim dan Polresta Balikpapan telah mengambil langkah cepat. Yang bersangkutan sudah diamankan dan saat ini sedang menjalani pemeriksaan,” ucap AKBP Fauzan kepada awak media, Kamis (13/8/2026).
Pria yang diamankan merupakan mahasiswa. Namun, polisi belum mengungkap identitas lengkapnya maupun menyimpulkan motif di balik dugaan aksi tersebut, karena pemeriksaan masih berlangsung.
“Selain mengamankan terduga pelaku, polisi menyita sebuah senjata jenis air gun sebagai alat bukti yang diperiksa penyidik,” jelasnya.
Penyidik tidak hanya mengandalkan rekaman yang beredar di media sosial. Polisi masih perlu memastikan rangkaian kejadian secara utuh, termasuk apakah senjata tersebut benar digunakan untuk menembak, arah tembakan, jenis proyektil yang digunakan, hingga ada atau tidaknya orang yang menjadi sasaran atau terkena tembakan.
Keterangan dari saksi dan pihak-pihak yang mengetahui kejadian juga akan dikumpulkan untuk mencocokkan isi video dengan kondisi sebenarnya di lokasi.
“Tim sedang mendalami secara menyeluruh rangkaian peristiwa tersebut, termasuk meminta keterangan para pihak dan saksi, memeriksa rekaman video yang beredar, serta melakukan pengecekan terhadap legalitas dan peruntukan air gun tersebut,” ujarnya.
Polisi juga mendalami konteks penggunaan senjata tersebut. Salah satu hal yang masih diperiksa, apakah tindakan tersebut sengaja untuk mengancam atau menakut-nakuti seseorang.
Selain mengungkap kronologi, kepolisian akan memeriksa legalitas kepemilikan serta peruntukan air gun yang diamankan.
“Langkah tersebut untuk mengetahui status senjata dan memastikan penggunaannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku,”
imbuhnya.
Kepolisian mengimbau masyarakat tidak langsung menarik kesimpulan hanya berdasarkan potongan video yang beredar di media sosial. Rekaman tersebut tetap menjadi salah satu bahan penyelidikan, tetapi perlu diverifikasi melalui keterangan saksi, pemeriksaan barang bukti, serta kondisi di lokasi kejadian.
Polisi juga belum mengungkap pihak yang diduga menjadi sasaran maupun pasal yang kemungkinan diterapkan. Penentuan langkah hukum akan dilakukan setelah penyidik memperoleh fakta dan alat bukti yang cukup.
“Peristiwa ini tentunya akan kami proses secara tegas, profesional dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.
Hingga Kamis (13/8/2026), mahasiswa tersebut masih menjalani pemeriksaan. Penyidik masih mendalami motif, kronologi, penggunaan air gun, serta keseluruhan rangkaian peristiwa yang terekam dalam video.
Kepolisian akan menyampaikan perkembangan kasus setelah proses penyelidikan menghasilkan fakta yang lebih lengkap.
(Sf/Rs)