Cari disini...
Seputar Kaltim
Direktur Utama Perumda Varia Niaga Samarinda, Syamsuddin Hamade. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda – Direktur Utama Perumda Varia Niaga Samarinda, Syamsuddin Hamade, mengungkapkan sejumlah pencapaian perusahaan selama tahun 2024, termasuk penambahan merek baru seperti Varia Chicken.
Inisiatif ini kata dia bertujuan menjaga stabilitas harga ayam di Samarinda, yang terbukti tidak mengalami inflasi sepanjang 2024 dan memasuki 2025 meskipun terjadi peningkatan permintaan selama ramadan, idulfitri, dan natal.
“Kami fokus ke UMKM. Strategi kami adalah jika pasar semakin krodit, maka UMKM beralih ke kami. Dengan begitu, harga tetap terjaga dan UMKM tetap bisa berjualan meskipun harga tinggi,” ujar Syamsuddin.
Selain menjaga stabilitas harga ayam, perusahaan milik daerah ini juga mengembangkan sektor perunggasan dengan membangun kandang ayam petelur di wilayah Penajam Paser Utara (PPU).
Saat ini ia mengungkapkan sudah terdapat total populasi ayam mencapai 12 ribu ekor. Pada tahun 2025 ini ia menargetkan 1 juta populasi ayam di sekitar Samarinda.
"Mohon doanya agar bisa tercapai, karena jika itu terwujud, insyaallah kita bisa swasembada di Kota Samarinda,” harapnya.
Lebih lanjut, Syamsuddin menekankan pentingnya peralihan dari sekadar ketahanan pangan menuju kemandirian pangan agar tidak bergantung dari daerah luar. Apalagi pemerintah kota telah bekerja sama dengan memberi penyertaan modal sebesar Rp10 miliar di tahun 2024.
Dengan itu, ia berharap bisa terus menyuplai kebutuhan masyarakat Samarinda tanpa bergantung dari daerah luar pulau, seperti Jawa dan Sulawesi.
“Saat ini, daerah sudah bekerja sama untuk menyuplai kebutuhan Samarinda. Namun, kita harus memikirkan kemandirian pangan agar tidak hanya bergantung pada suplai luar. Minimal, swasembada telur dan ayam bisa diwujudkan oleh Varia Niaga,” pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Direktur Utama Perumda Varia Niaga Samarinda, Syamsuddin Hamade. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda – Direktur Utama Perumda Varia Niaga Samarinda, Syamsuddin Hamade, mengungkapkan sejumlah pencapaian perusahaan selama tahun 2024, termasuk penambahan merek baru seperti Varia Chicken.
Inisiatif ini kata dia bertujuan menjaga stabilitas harga ayam di Samarinda, yang terbukti tidak mengalami inflasi sepanjang 2024 dan memasuki 2025 meskipun terjadi peningkatan permintaan selama ramadan, idulfitri, dan natal.
“Kami fokus ke UMKM. Strategi kami adalah jika pasar semakin krodit, maka UMKM beralih ke kami. Dengan begitu, harga tetap terjaga dan UMKM tetap bisa berjualan meskipun harga tinggi,” ujar Syamsuddin.
Selain menjaga stabilitas harga ayam, perusahaan milik daerah ini juga mengembangkan sektor perunggasan dengan membangun kandang ayam petelur di wilayah Penajam Paser Utara (PPU).
Saat ini ia mengungkapkan sudah terdapat total populasi ayam mencapai 12 ribu ekor. Pada tahun 2025 ini ia menargetkan 1 juta populasi ayam di sekitar Samarinda.
"Mohon doanya agar bisa tercapai, karena jika itu terwujud, insyaallah kita bisa swasembada di Kota Samarinda,” harapnya.
Lebih lanjut, Syamsuddin menekankan pentingnya peralihan dari sekadar ketahanan pangan menuju kemandirian pangan agar tidak bergantung dari daerah luar. Apalagi pemerintah kota telah bekerja sama dengan memberi penyertaan modal sebesar Rp10 miliar di tahun 2024.
Dengan itu, ia berharap bisa terus menyuplai kebutuhan masyarakat Samarinda tanpa bergantung dari daerah luar pulau, seperti Jawa dan Sulawesi.
“Saat ini, daerah sudah bekerja sama untuk menyuplai kebutuhan Samarinda. Namun, kita harus memikirkan kemandirian pangan agar tidak hanya bergantung pada suplai luar. Minimal, swasembada telur dan ayam bisa diwujudkan oleh Varia Niaga,” pungkasnya.
(Sf/Rs)