Cari disini...

Seputarfakta.com - Maya Sari -
Seputar Kaltim
Direktur Utama PT Sadena Mitra Bahari, Sabri Ramdhany (baju putih) saat ditemui awak media. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Pasca tenggelamnya kapal KMP Muchlisa di Teluk Balikpapan pada 5 Mei lalu, perusahaan pemilik kapal, PT Pelayaran Sadena Mitra Bahari, menyatakan bahwa fokus utama mereka adalah membantu para penumpang dan keluarga korban, setelah itu baru menghitung kerugian materi.
Direktur Utama PT Sadena Mitra Bahari, Sabri Ramdhany menegaskan, sejak malam kejadian, seluruh tim perusahaan langsung bergerak cepat mendata penumpang dan memastikan kebutuhan darurat mereka terpenuhi.
“Kerugian belum kami hitung. Saat ini kami masih memprioritaskan penanganan korban,” kata Sabri kepada media, Jumat (9/5/2025).
Perusahaan bahkan membentuk grup WhatsApp untuk mempercepat komunikasi dengan penumpang. Melalui grup ini, segala kebutuhan bisa langsung ditangani oleh kantor pusat.
Bagi penumpang yang kehilangan barang pribadi atau tidak membawa pakaian, perusahaan menyiapkan penginapan dan perlengkapan dasar lainnya.
“Kami fasilitasi semuanya agar mereka merasa aman dan nyaman di tengah situasi sulit ini,” tambah Sabri.
Perlu diketahui, kapal tersebut juga mengangkut 13 kendaraan, termasuk mobil pribadi dan truk, yang kini ikut rusak akibat insiden. Namun, Sabri menegaskan, semua itu akan diproses kemudian karena keselamatan dan pemulihan korban adalah yang utama.
(Sf/Rs)
Tim Editorial
Cari disini...

Seputarfakta.com - Maya Sari -
Seputar Kaltim

Direktur Utama PT Sadena Mitra Bahari, Sabri Ramdhany (baju putih) saat ditemui awak media. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Pasca tenggelamnya kapal KMP Muchlisa di Teluk Balikpapan pada 5 Mei lalu, perusahaan pemilik kapal, PT Pelayaran Sadena Mitra Bahari, menyatakan bahwa fokus utama mereka adalah membantu para penumpang dan keluarga korban, setelah itu baru menghitung kerugian materi.
Direktur Utama PT Sadena Mitra Bahari, Sabri Ramdhany menegaskan, sejak malam kejadian, seluruh tim perusahaan langsung bergerak cepat mendata penumpang dan memastikan kebutuhan darurat mereka terpenuhi.
“Kerugian belum kami hitung. Saat ini kami masih memprioritaskan penanganan korban,” kata Sabri kepada media, Jumat (9/5/2025).
Perusahaan bahkan membentuk grup WhatsApp untuk mempercepat komunikasi dengan penumpang. Melalui grup ini, segala kebutuhan bisa langsung ditangani oleh kantor pusat.
Bagi penumpang yang kehilangan barang pribadi atau tidak membawa pakaian, perusahaan menyiapkan penginapan dan perlengkapan dasar lainnya.
“Kami fasilitasi semuanya agar mereka merasa aman dan nyaman di tengah situasi sulit ini,” tambah Sabri.
Perlu diketahui, kapal tersebut juga mengangkut 13 kendaraan, termasuk mobil pribadi dan truk, yang kini ikut rusak akibat insiden. Namun, Sabri menegaskan, semua itu akan diproses kemudian karena keselamatan dan pemulihan korban adalah yang utama.
(Sf/Rs)