Seputar Kaltim

    Uskup Agung Samarinda Tekankan Makna Natal sebagai Pembaruan Hidup dalam Kebersamaan

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    25 Desember 2024 pukul 14:46 WITA

    Malam Natal 2024 di Gereja Paroki Katedral Santa Maria, Jalan Jendral Sudirman, Samarinda Kota, Selasa (24/12/2024) malam. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Uskup Agung Samarinda, Mgr. Yustinus Harjosusanto, menekankan makna mendalam dari perayaan Natal sebagai momen kelahiran dan kebersamaan. Ia menjelaskan bahwa kata 'natal' berasal dari bahasa Latin yakni 'natus' yang berarti kelahiran. Bagi umat Kristiani, diungkapkannya natal adalah perayaan kelahiran Yesus Kristus, yang terjadi puluhan ribu tahun yang lalu.  

    “Bagi umat Kristiani, kelahiran Yesus adalah kelahiran Allah yang datang ke dunia untuk menyelamatkan dan menebus umat manusia. Maka, perayaan ini dilandasi dengan iman dan kegembiraan bahwa Tuhan tinggal di tengah-tengah kita,” ujar Uskup Yustinus, Rabu (25/12/2024).

    Ia mengajak umat untuk merenungkan pesan natal sebagai panggilan menuju kebersamaan dan kesejahteraan. "Sesuai dengan tema, mari kita pergi ke Betlehem, yang dimaknai sebagai perjalanan bersama menuju Yesus, menuju cita-cita bersama, dan mewujudkan kesejahteraan bersama," tambahnya.  

    Uskup Yustinus menyoroti dua pelajaran mendalam dari kelahiran Yesus. Pertama, kerendahan hati Yesus sebagai Putra Allah yang turun ke dunia. Kedua, keberanian meninggalkan kenyamanan demi berbela rasa dengan manusia, demi keselamatan bersama.  

    Namun, Uskup Yustinus juga mengingatkan tantangan perayaan Natal di era modern saat ini. “Kadang perayaan lebih diutamakan daripada inti sebenarnya, yaitu pembaruan hidup dan kebersamaan,” tuturnya. 

    Ia menekankan pentingnya perayaan natal yang membangun kesejahteraan sejati, terutama di tengah tantangan ketidakadilan dan kekerasan yang masih ada di Indonesia.  

    “Harapannya, natal tahun ini menjadi momen pembaruan hidup, yang dilakukan bersama-sama, terutama dalam keluarga,” pungkasnya.  

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Uskup Agung Samarinda Tekankan Makna Natal sebagai Pembaruan Hidup dalam Kebersamaan

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    25 Desember 2024 pukul 14:46 WITA

    Malam Natal 2024 di Gereja Paroki Katedral Santa Maria, Jalan Jendral Sudirman, Samarinda Kota, Selasa (24/12/2024) malam. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Uskup Agung Samarinda, Mgr. Yustinus Harjosusanto, menekankan makna mendalam dari perayaan Natal sebagai momen kelahiran dan kebersamaan. Ia menjelaskan bahwa kata 'natal' berasal dari bahasa Latin yakni 'natus' yang berarti kelahiran. Bagi umat Kristiani, diungkapkannya natal adalah perayaan kelahiran Yesus Kristus, yang terjadi puluhan ribu tahun yang lalu.  

    “Bagi umat Kristiani, kelahiran Yesus adalah kelahiran Allah yang datang ke dunia untuk menyelamatkan dan menebus umat manusia. Maka, perayaan ini dilandasi dengan iman dan kegembiraan bahwa Tuhan tinggal di tengah-tengah kita,” ujar Uskup Yustinus, Rabu (25/12/2024).

    Ia mengajak umat untuk merenungkan pesan natal sebagai panggilan menuju kebersamaan dan kesejahteraan. "Sesuai dengan tema, mari kita pergi ke Betlehem, yang dimaknai sebagai perjalanan bersama menuju Yesus, menuju cita-cita bersama, dan mewujudkan kesejahteraan bersama," tambahnya.  

    Uskup Yustinus menyoroti dua pelajaran mendalam dari kelahiran Yesus. Pertama, kerendahan hati Yesus sebagai Putra Allah yang turun ke dunia. Kedua, keberanian meninggalkan kenyamanan demi berbela rasa dengan manusia, demi keselamatan bersama.  

    Namun, Uskup Yustinus juga mengingatkan tantangan perayaan Natal di era modern saat ini. “Kadang perayaan lebih diutamakan daripada inti sebenarnya, yaitu pembaruan hidup dan kebersamaan,” tuturnya. 

    Ia menekankan pentingnya perayaan natal yang membangun kesejahteraan sejati, terutama di tengah tantangan ketidakadilan dan kekerasan yang masih ada di Indonesia.  

    “Harapannya, natal tahun ini menjadi momen pembaruan hidup, yang dilakukan bersama-sama, terutama dalam keluarga,” pungkasnya.  

    (Sf/Rs)