Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Dinas Perdagangan Kota Samarinda, Marnabas Patiroy. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda, Marnabas Patiroy, menyatakan bahwa setelah melakukan peninjauan desain Pasar Pagi bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), tidak ditemukan revisi yang perlu dilakukan.
Saat ini, fokus utama Disdag adalah mengatur penempatan para pedagang di Pasar Pagi, khususnya antara pedagang basah dan kering.
"Saat ini saya fokus pada penempatan pedagang basah dan kering. Karena ini bangunan enam lantai, pembagiannya harus sesuai dengan jenis dagangan," ujar Marnabas pada Kamis (30/5/2024).
Sebelumnya, beberapa kali pertemuan telah diadakan untuk meninjau desain Pasar Pagi, terutama setelah ditemukan aliran sungai yang menghambat pekerjaan fisik di lapangan.
Marnabas menjelaskan bahwa hasil peninjauan akhir pada Rabu (29/5/2024) memutuskan lantai dasar Pasar Pagi akan dijadikan Ruang Terbuka Hijau (RTH) karena adanya anak sungai tersebut.
Disdag juga berencana mempertahankan basement Pasar Pagi sebagai area parkir dengan kapasitas besar.
"Kita tetap mempertahankan area ini sebagai destinasi wisata dengan jalur hijau. Bagian atas anak sungai akan ditutup di masa mendatang," ujarnya.
Ia juga akan berdiskusi dengan Dinas Perhubungan mengenai pembuatan denah parkir dan yakin bahwa parkir elektronik bisa direalisasikan di Pasar Pagi.
"Saya akan melaporkan kepada wali kota, dan menyediakan tempat parkir untuk motor dan mobil di sini. Kami juga telah melakukan simulasi di lahan Pasar Pagi," tambahnya.
Wali Kota Samarinda sebelumnya menyampaikan bahwa temuan aliran air di bekas bangunan Pasar Pagi menjadi kendala, terutama karena lokasi tersebut direncanakan sebagai area parkir.
Meskipun masih menunggu proses penutupan anak sungai tersebut, Marnabas menyatakan bahwa pekerjaan fisik sudah dapat dimulai.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Dinas Perdagangan Kota Samarinda, Marnabas Patiroy. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda, Marnabas Patiroy, menyatakan bahwa setelah melakukan peninjauan desain Pasar Pagi bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), tidak ditemukan revisi yang perlu dilakukan.
Saat ini, fokus utama Disdag adalah mengatur penempatan para pedagang di Pasar Pagi, khususnya antara pedagang basah dan kering.
"Saat ini saya fokus pada penempatan pedagang basah dan kering. Karena ini bangunan enam lantai, pembagiannya harus sesuai dengan jenis dagangan," ujar Marnabas pada Kamis (30/5/2024).
Sebelumnya, beberapa kali pertemuan telah diadakan untuk meninjau desain Pasar Pagi, terutama setelah ditemukan aliran sungai yang menghambat pekerjaan fisik di lapangan.
Marnabas menjelaskan bahwa hasil peninjauan akhir pada Rabu (29/5/2024) memutuskan lantai dasar Pasar Pagi akan dijadikan Ruang Terbuka Hijau (RTH) karena adanya anak sungai tersebut.
Disdag juga berencana mempertahankan basement Pasar Pagi sebagai area parkir dengan kapasitas besar.
"Kita tetap mempertahankan area ini sebagai destinasi wisata dengan jalur hijau. Bagian atas anak sungai akan ditutup di masa mendatang," ujarnya.
Ia juga akan berdiskusi dengan Dinas Perhubungan mengenai pembuatan denah parkir dan yakin bahwa parkir elektronik bisa direalisasikan di Pasar Pagi.
"Saya akan melaporkan kepada wali kota, dan menyediakan tempat parkir untuk motor dan mobil di sini. Kami juga telah melakukan simulasi di lahan Pasar Pagi," tambahnya.
Wali Kota Samarinda sebelumnya menyampaikan bahwa temuan aliran air di bekas bangunan Pasar Pagi menjadi kendala, terutama karena lokasi tersebut direncanakan sebagai area parkir.
Meskipun masih menunggu proses penutupan anak sungai tersebut, Marnabas menyatakan bahwa pekerjaan fisik sudah dapat dimulai.
(Sf/Rs)