Seputar Kaltim

    Usai Pisah dari BPBD, Disdamkarmat Berau masih Menanti Penataan Ruang Kerja

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    30 Mei 2026 pukul 12:02 WITA

    Kantor Disdamkarmat Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Setelah resmi berdiri sebagai perangkat daerah tersendiri, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Berau masih menghadapi sejumlah penyesuaian internal. Salah satunya terkait penataan ruang kerja yang hingga kini belum sepenuhnya rampung.

    Kepala Disdamkarmat Berau, Rakhmadi Pasarakan, mengatakan sejumlah bidang masih menggunakan ruangan sementara sembari menunggu keputusan terkait pembagian fasilitas kantor yang ada. Menurutnya, proses tersebut masih berada dalam tahap pembahasan di lingkungan pemerintah daerah.

    "Untuk pembagian ruang bidang masih dalam proses. Kita masih menunggu keputusan dari Pak Sekretaris Daerah (Sekda)," ujar Rakhmadi.

    Di tengah kondisi tersebut, aktivitas pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan seperti biasa. Personel maupun pejabat struktural berupaya menyesuaikan diri dengan fasilitas yang tersedia agar tugas-tugas kedinasan tidak terganggu.

    Ia pun menjelaskan, sebenarnya telah tersedia ruang kerja khusus untuk kepala dinas di lantai atas gedung. Namun, ia memilih tidak menempatinya karena ingin tetap dekat dengan staf dan anggota yang setiap hari berkoordinasi langsung dalam pelaksanaan tugas.

    "Sebenarnya kepala dinas sudah disiapkan ruangan yang cukup ideal di lantai atas. Cuma kalau saya di atas, sementara intensitas untuk berkomunikasi dengan teman-teman ini sangat sering. Daripada bolak-balik naik turun, lebih bagus saya yang mengalah dan berkantor di bawah sini," katanya.

    Dirinya menyebut pilihan tersebut diambil agar komunikasi berjalan lebih cepat dan efektif. Mengingat karakter tugas pemadam kebakaran dan penyelamatan yang membutuhkan koordinasi intensif, keberadaan pimpinan di tengah personel dinilai lebih memudahkan pengambilan keputusan maupun penyampaian instruksi.

    "Kebutuhan saat ini bukanlah pembangunan kantor baru. Yang diperlukan adalah pengaturan dan pemanfaatan ruangan yang ada agar seluruh bidang memperoleh tempat kerja yang lebih sesuai dengan kebutuhan operasional," tuturnya.

    Meski harus berbagi ruang dengan staf lainnya, ia mengaku tidak mempermasalahkan kondisi tersebut. Baginya, suasana kerja yang kompak jauh lebih penting dibanding kenyamanan pribadi.

    "Saya enjoy saja di sini, anginnya cukup sepoi-sepoi. Kecuali kalau sudah pukul satu atau dua siang, itu baru terasa panas. Tapi intinya ini soal kebersamaan. Rasanya tidak enak kalau teman-teman kepanasan sedangkan saya di ruangan dingin," ungkapnya.

    Menurutnya, proses adaptasi pasca-pemisahan dari BPBD memang membutuhkan waktu. Namun hal itu tidak mengurangi semangat seluruh jajaran Disdamkarmat dalam menjalankan tugas pelayanan dan penanggulangan keadaan darurat di Kabupaten Berau.

    Rakhmadi berharap penataan ruangan dapat segera diselesaikan sehingga masing-masing bidang memiliki fasilitas kerja yang lebih representatif. Meski demikian, ia memastikan hubungan antar pegawai dan koordinasi internal tetap berlangsung dengan baik selama masa transisi ini.

    "Soal nyaman atau tidak, ya disesuaikan saja saat ini. Yang jelas, hubungan dan koordinasi berjalan dengan baik," tutupnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Usai Pisah dari BPBD, Disdamkarmat Berau masih Menanti Penataan Ruang Kerja

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    30 Mei 2026 pukul 12:02 WITA

    Kantor Disdamkarmat Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Setelah resmi berdiri sebagai perangkat daerah tersendiri, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Berau masih menghadapi sejumlah penyesuaian internal. Salah satunya terkait penataan ruang kerja yang hingga kini belum sepenuhnya rampung.

    Kepala Disdamkarmat Berau, Rakhmadi Pasarakan, mengatakan sejumlah bidang masih menggunakan ruangan sementara sembari menunggu keputusan terkait pembagian fasilitas kantor yang ada. Menurutnya, proses tersebut masih berada dalam tahap pembahasan di lingkungan pemerintah daerah.

    "Untuk pembagian ruang bidang masih dalam proses. Kita masih menunggu keputusan dari Pak Sekretaris Daerah (Sekda)," ujar Rakhmadi.

    Di tengah kondisi tersebut, aktivitas pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan seperti biasa. Personel maupun pejabat struktural berupaya menyesuaikan diri dengan fasilitas yang tersedia agar tugas-tugas kedinasan tidak terganggu.

    Ia pun menjelaskan, sebenarnya telah tersedia ruang kerja khusus untuk kepala dinas di lantai atas gedung. Namun, ia memilih tidak menempatinya karena ingin tetap dekat dengan staf dan anggota yang setiap hari berkoordinasi langsung dalam pelaksanaan tugas.

    "Sebenarnya kepala dinas sudah disiapkan ruangan yang cukup ideal di lantai atas. Cuma kalau saya di atas, sementara intensitas untuk berkomunikasi dengan teman-teman ini sangat sering. Daripada bolak-balik naik turun, lebih bagus saya yang mengalah dan berkantor di bawah sini," katanya.

    Dirinya menyebut pilihan tersebut diambil agar komunikasi berjalan lebih cepat dan efektif. Mengingat karakter tugas pemadam kebakaran dan penyelamatan yang membutuhkan koordinasi intensif, keberadaan pimpinan di tengah personel dinilai lebih memudahkan pengambilan keputusan maupun penyampaian instruksi.

    "Kebutuhan saat ini bukanlah pembangunan kantor baru. Yang diperlukan adalah pengaturan dan pemanfaatan ruangan yang ada agar seluruh bidang memperoleh tempat kerja yang lebih sesuai dengan kebutuhan operasional," tuturnya.

    Meski harus berbagi ruang dengan staf lainnya, ia mengaku tidak mempermasalahkan kondisi tersebut. Baginya, suasana kerja yang kompak jauh lebih penting dibanding kenyamanan pribadi.

    "Saya enjoy saja di sini, anginnya cukup sepoi-sepoi. Kecuali kalau sudah pukul satu atau dua siang, itu baru terasa panas. Tapi intinya ini soal kebersamaan. Rasanya tidak enak kalau teman-teman kepanasan sedangkan saya di ruangan dingin," ungkapnya.

    Menurutnya, proses adaptasi pasca-pemisahan dari BPBD memang membutuhkan waktu. Namun hal itu tidak mengurangi semangat seluruh jajaran Disdamkarmat dalam menjalankan tugas pelayanan dan penanggulangan keadaan darurat di Kabupaten Berau.

    Rakhmadi berharap penataan ruangan dapat segera diselesaikan sehingga masing-masing bidang memiliki fasilitas kerja yang lebih representatif. Meski demikian, ia memastikan hubungan antar pegawai dan koordinasi internal tetap berlangsung dengan baik selama masa transisi ini.

    "Soal nyaman atau tidak, ya disesuaikan saja saat ini. Yang jelas, hubungan dan koordinasi berjalan dengan baik," tutupnya.

    (Sf/Lo)