Seputar Kaltim

    Usai Khusyuk Salat Idulfitri, Hujan Deras dan Pasang Sungai Mahakam Picu Genangan di Belasan Titik Samarinda

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    20 Maret 2026 pukul 13:40 WITA

    Salah satu genangan yang masih ada di Jalan Suryanata. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Suasana khidmat perayaan Idulfitri bagi warga Muhammadiyah di Samarinda pada Jumat (20/3/2026) pagi diwarnai dengan perubahan cuaca yang cukup drastis.

    Setelah ribuan jemaah usai melaksanakan Salat Idulfitri, termasuk di halaman parkir Gelora Kadrie Oening, Kota Tepian langsung diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

    Berdasarkan laporan resmi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda, hujan yang mulai turun sekitar pukul 10.00 WITA tersebut turut disertai dengan naiknya debit air Sungai Mahakam (pasang) dan angin kencang. Kombinasi kondisi alam ini memicu timbulnya genangan air di sejumlah ruas jalan kota.

    Operator Pusdalops-PB BPBD Kota Samarinda, Dicky Angurah Permana menyampaikan bahwa genangan air ini murni dipicu oleh intensitas cuaca dan fenomena pasang sungai.

    "Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang turun pagi ini kebetulan bersamaan dengan kondisi air Sungai Mahakam yang sedang pasang, serta disertai angin kencang. Berdasarkan pantauan kami hingga pukul 12.00 WITA, tinggi muka air rata-rata di lokasi genangan berkisar antara 10 sentimeter hingga 30 sentimeter," ungkap Dicky dalam laporan tertulisnya, Jumat (20/3/2026).

    Berdasarkan data BPBD, luapan air merendam setidaknya 11 titik vital dan ruas jalan di Samarinda. Lokasi yang terpantau tergenang banjir tersebut meliputi kawasan Simpang Damahuri Gang Ogok, Simpang 4 Lembuswana, Jalan Pasundan, Jalan Jenderal Sudirman, dan Jalan Diponegoro.

    Selain itu, air juga menggenangi Jalan Ahmad Dahlan, Jalan Tengkawang, Simpang 3 Jembatan Mahakam, Jalan Panglima Batur, kawasan Flyover Juanda, serta Jalan Kadrie Oening yang pada pagi harinya sempat dipadati oleh jemaah salat Idulfitri.

    Meski sempat menghambat laju lalu lintas warga yang hendak bersilaturahmi, kondisi genangan masih dalam batas yang bisa dilalui oleh kendaraan. Pihak BPBD juga memastikan bahwa dampak lanjutan dari cuaca ekstrem ini masih terkendali.

    "Hingga saat ini, kami pastikan nihil fasilitas umum yang terdampak genangan banjir. Begitu pula untuk kejadian pohon tumbang maupun tanah longsor dipastikan nihil kejadian," tambah Dicky menegaskan status aman di lapangan.

    Pihak BPBD mengimbau masyarakat Samarinda untuk tetap waspada saat berkendara di tengah genangan air, terutama saat mobilitas warga sedang tinggi dalam merayakan momen libur Lebaran.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Usai Khusyuk Salat Idulfitri, Hujan Deras dan Pasang Sungai Mahakam Picu Genangan di Belasan Titik Samarinda

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    20 Maret 2026 pukul 13:40 WITA

    Salah satu genangan yang masih ada di Jalan Suryanata. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Suasana khidmat perayaan Idulfitri bagi warga Muhammadiyah di Samarinda pada Jumat (20/3/2026) pagi diwarnai dengan perubahan cuaca yang cukup drastis.

    Setelah ribuan jemaah usai melaksanakan Salat Idulfitri, termasuk di halaman parkir Gelora Kadrie Oening, Kota Tepian langsung diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

    Berdasarkan laporan resmi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda, hujan yang mulai turun sekitar pukul 10.00 WITA tersebut turut disertai dengan naiknya debit air Sungai Mahakam (pasang) dan angin kencang. Kombinasi kondisi alam ini memicu timbulnya genangan air di sejumlah ruas jalan kota.

    Operator Pusdalops-PB BPBD Kota Samarinda, Dicky Angurah Permana menyampaikan bahwa genangan air ini murni dipicu oleh intensitas cuaca dan fenomena pasang sungai.

    "Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang turun pagi ini kebetulan bersamaan dengan kondisi air Sungai Mahakam yang sedang pasang, serta disertai angin kencang. Berdasarkan pantauan kami hingga pukul 12.00 WITA, tinggi muka air rata-rata di lokasi genangan berkisar antara 10 sentimeter hingga 30 sentimeter," ungkap Dicky dalam laporan tertulisnya, Jumat (20/3/2026).

    Berdasarkan data BPBD, luapan air merendam setidaknya 11 titik vital dan ruas jalan di Samarinda. Lokasi yang terpantau tergenang banjir tersebut meliputi kawasan Simpang Damahuri Gang Ogok, Simpang 4 Lembuswana, Jalan Pasundan, Jalan Jenderal Sudirman, dan Jalan Diponegoro.

    Selain itu, air juga menggenangi Jalan Ahmad Dahlan, Jalan Tengkawang, Simpang 3 Jembatan Mahakam, Jalan Panglima Batur, kawasan Flyover Juanda, serta Jalan Kadrie Oening yang pada pagi harinya sempat dipadati oleh jemaah salat Idulfitri.

    Meski sempat menghambat laju lalu lintas warga yang hendak bersilaturahmi, kondisi genangan masih dalam batas yang bisa dilalui oleh kendaraan. Pihak BPBD juga memastikan bahwa dampak lanjutan dari cuaca ekstrem ini masih terkendali.

    "Hingga saat ini, kami pastikan nihil fasilitas umum yang terdampak genangan banjir. Begitu pula untuk kejadian pohon tumbang maupun tanah longsor dipastikan nihil kejadian," tambah Dicky menegaskan status aman di lapangan.

    Pihak BPBD mengimbau masyarakat Samarinda untuk tetap waspada saat berkendara di tengah genangan air, terutama saat mobilitas warga sedang tinggi dalam merayakan momen libur Lebaran.

    (Sf/Rs)