Seputar Kaltim

    Usai Dilantik jadi Anggota Dewan, Abdul Rahim Diberi Cutton Bud, Ternyata Biar  Dengar Suara Rakyat

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    13 September 2023 pukul 20:38 WITA

    Abdul Rohim Sebagai Pengganti Antar waktu (PAW) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda bersama keluarganya di Ruang Rapat Paripurna. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Tak ada pesan khusus, Abdul Rohim hanya diberi hadiah cutton bud (pembersih telinga) oleh Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Sani Bin Husain usai peresmian sebagai Pengganti Antar Waktu (PAW) sisa masa jabatan 2019 - 2024 dari Partai Keadilan Sosial menggantikan Abdul Rofiq.

    "Saya kasih hadiah cutton bud, supaya sering bersihin telinga dengarin orang dan suara rakyat, serius ini," ungkap Sani bin Husain usai Rapat Paripurna DPRD Kota Samarinda, Selasa (13/9/2023).

    Dalam hal ini, pemberhentian Abdul Rofiq didasari oleh peraturan KPU. Bahwa Abdul Rofiq saat ini terdaftar sebagai Calon Legislatif dari Partai Gelombang Rakyat (Gelora) di DPRD Provinsi Kalimantan Timur. Sani memberikan alasan dalam penggantian ini.

    "Pergantian sesuai dengan keputusan gubernur, saya menjalankan perintah gubernur sesuai dengan sk yang ada tadi," tambahnya.

    Ia sedikit memberikan harapannya kepada Abdul Rofik untuk lebih mementingkan kepentingan rakyat. "Saya berharap di manapun posisinya ia berada, berkiprahlah untuk rakyat, karena lebih penting rakyat dibanding untuk kepentingan kelompok," harapnya.

    Sementara itu, Abdul Rohim setelah ditetapkan posisinya sebagai anggota dewan, dirinya langsung memberikan fokus utama yang akan dia lakukan berikutnya, yakni dirinya menaruh simpati kepada ribuan pedagang yang akan direlokasi.

    "Fokus saya pertama, karena sekitar satu pekan ini sebelum pelantikan saya dihubungi oleh perwakilan forum pedagang pasar pagi, fokus utama saya sepertinya adalah soal aspirasi saya yang ingin diajak bicara dan diajak diskusi soal relokasi, dan diajak untuk sosialisasi," bebernya.

    Menurutnya, selama ini mereka hanya mendengar gosip, mereka sama sekali tidak menolak, dan ia ingin memberikan formula yang paling tepat, artinya baik untuk Pemkot dan pedagang.

    Dan Rohim menyebut DPRD itu bukan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, ia memiliki singkatan tersendiri dari DPRD. "Namun dewan pelayan rakyat daerah, jadi tugas saya menampung seluruh aspirasi warga tentunya," jabarnya.

    Ia mengakui bahwa jabatan yang diemban tak sampai satu tahun. "Segala kekurangan dan kelebihan yang saya kurang lebih satu tahun, semua aspirasi itu coba saya upayakan dan advokasi, melalui tiga peran dan fungsi dewan itu budgeting perundang-undangan, dan control Pemkot," imbuhnya.

    Rohim mengungkapkan rasa senang telah diangkat sebagai anggota Dewan. "Senang karna kita bisa menjadi sarana untuk menjadikan lebih baik, dengan kekuasaan kita bisa mengubah lebih baik. Ada beban yang lebih berat, ini amanah harus dituntaskan," tutupnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Usai Dilantik jadi Anggota Dewan, Abdul Rahim Diberi Cutton Bud, Ternyata Biar  Dengar Suara Rakyat

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    13 September 2023 pukul 20:38 WITA

    Abdul Rohim Sebagai Pengganti Antar waktu (PAW) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda bersama keluarganya di Ruang Rapat Paripurna. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Tak ada pesan khusus, Abdul Rohim hanya diberi hadiah cutton bud (pembersih telinga) oleh Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Sani Bin Husain usai peresmian sebagai Pengganti Antar Waktu (PAW) sisa masa jabatan 2019 - 2024 dari Partai Keadilan Sosial menggantikan Abdul Rofiq.

    "Saya kasih hadiah cutton bud, supaya sering bersihin telinga dengarin orang dan suara rakyat, serius ini," ungkap Sani bin Husain usai Rapat Paripurna DPRD Kota Samarinda, Selasa (13/9/2023).

    Dalam hal ini, pemberhentian Abdul Rofiq didasari oleh peraturan KPU. Bahwa Abdul Rofiq saat ini terdaftar sebagai Calon Legislatif dari Partai Gelombang Rakyat (Gelora) di DPRD Provinsi Kalimantan Timur. Sani memberikan alasan dalam penggantian ini.

    "Pergantian sesuai dengan keputusan gubernur, saya menjalankan perintah gubernur sesuai dengan sk yang ada tadi," tambahnya.

    Ia sedikit memberikan harapannya kepada Abdul Rofik untuk lebih mementingkan kepentingan rakyat. "Saya berharap di manapun posisinya ia berada, berkiprahlah untuk rakyat, karena lebih penting rakyat dibanding untuk kepentingan kelompok," harapnya.

    Sementara itu, Abdul Rohim setelah ditetapkan posisinya sebagai anggota dewan, dirinya langsung memberikan fokus utama yang akan dia lakukan berikutnya, yakni dirinya menaruh simpati kepada ribuan pedagang yang akan direlokasi.

    "Fokus saya pertama, karena sekitar satu pekan ini sebelum pelantikan saya dihubungi oleh perwakilan forum pedagang pasar pagi, fokus utama saya sepertinya adalah soal aspirasi saya yang ingin diajak bicara dan diajak diskusi soal relokasi, dan diajak untuk sosialisasi," bebernya.

    Menurutnya, selama ini mereka hanya mendengar gosip, mereka sama sekali tidak menolak, dan ia ingin memberikan formula yang paling tepat, artinya baik untuk Pemkot dan pedagang.

    Dan Rohim menyebut DPRD itu bukan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, ia memiliki singkatan tersendiri dari DPRD. "Namun dewan pelayan rakyat daerah, jadi tugas saya menampung seluruh aspirasi warga tentunya," jabarnya.

    Ia mengakui bahwa jabatan yang diemban tak sampai satu tahun. "Segala kekurangan dan kelebihan yang saya kurang lebih satu tahun, semua aspirasi itu coba saya upayakan dan advokasi, melalui tiga peran dan fungsi dewan itu budgeting perundang-undangan, dan control Pemkot," imbuhnya.

    Rohim mengungkapkan rasa senang telah diangkat sebagai anggota Dewan. "Senang karna kita bisa menjadi sarana untuk menjadikan lebih baik, dengan kekuasaan kita bisa mengubah lebih baik. Ada beban yang lebih berat, ini amanah harus dituntaskan," tutupnya.

    (Sf/Rs)